Precedence: bulk


WARGA DESA BECORA MENGUNGSI

        DILI (MateBEAN, 1/9/99). Berkaitan dengan kematian dua anggota
milisi Aitarak di Becora Dili Timur tanggal 29 Agustus 1999, membuat
sebagian besar warga itu ketakutan dan meninggalkan rumah-rumah mereka.
Sejak saat itu masyarakat  Becora ketakutan karena mendapat ancaman dari
milisi Aitarak yang akan menyerang desa tersebut sewaktu-waktu. 

        Pengamatan wartawan MateBEAN di Becora terlihat seluruh desa itu
sepi, dan rumah-rumah ditinggalkan penghuninya dalam keadaan terkunci.
Seorang warga desa becora kepada MateBEAN mengatakan dirinya bersama
keluarganya terpaksa mengungsi karena akan adanya balas dendam dari milisi
Aitarak. 

        "Kami terpaksa mengungsi, kalau tidak kami juga pasti akan menjadi
korban dari pembalasan dendam milisi Aitarak," katanya.

        Sejak Selasa (31/8), desa yang terletak di bagian Timur, kota Dili
itu sudah kosong melompong tak berpenghuni. Sebagian mengungsi ke Dili Barat
sedangkan lainnya lari ke bukit Dare yang berjarak 10 km ke arah Aileu,
situasi desa itu terasa sepi dan mencekam. 

        Sedangkan beberapa wartawan kepada MateBEAN mengatakan para milisi
itu terus menteror wartawan di Dili. Bahkan ada sebagian wartawan yang sudah
masuk daftar untuk dibunuh oleh milisi pro Jakarta. 

        "Kita kesulitan untuk mendapatkan berita yang seimbang karena adanya
ancaman dari milisi," kata seorang wartawan yang bekerja di salah satu surat
kabar nasional kepada MateBEAN.

        Selain menghadapi ancaman dari milisi, beberapa wartawan juga sempat
diancam oleh pemuda pro kemerdekaan untuk dibunuh. "Sementara Falintil
menerima kita dengan baik, sebaliknya pemuda pro kemerdekaan justru memusuhi
kami. Bahkan kami diancam untuk dibunuh," tambah wartawan itu.

        Akibat dari ancaman itu, wartawan di Jakarta mengharapkan agar
Pangab Wiranto dan Xanana Gusmao mengajak kepada anak buahnya agar
menghentikan segala ancaman, teror dan intimidasi terhadap wartawan. "Supaya
wartawan bebas untuk mencari dan menginformasikan berita kepada masyarakat
umum tentang kondisi yang terjadi di Timtim," kata salah seorang wartawan. ***


----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

Kirim email ke