Precedence: bulk
PENGANTAR REDAKSI
Mulai hari ini, SiaR akan menyajikan rubrik baru yakni TNI Watch!
Rubrik ini bertujuan mengawasi prilaku TNI, agar tindak-tanduk angkatan
bersenjata ini bisa ketahui khalayak ramai. Rubrik ini berisi antara lain:
mutasi di lingkungan TNI dan latar belakangnya, profil para perwira TNI,
pelanggaran-pelanggaran HAM yang dilakukan TNI, politik TNI, senjata-senjata
yang dipakai dan lain sebagainya. (Redaksi)
-------------------------------------
KOL INF M. NOER MUIS AKAN JADI KASDAM
JAKARTA, (TNI Watch!, 5/9/99). Bertugas di Timtim tetap merupakan
kesempatan yang "menyenangkan", bagi sementara perwira Angkatan Darat, meski
situasi di Timtim sekarang ini sangat ruwet. Dengan bertugas di Timtim,
kesempatan untuk dipromosikan lebih terbuka, mengingat wilayah Timtim,
adalah kawasan yang selalu menjadi sorotan.
Kini nasib baik itu segera menghampiri Komandan Korem setempat, Kol
Inf M Noer Muis. Menurut sumber di Mabes TNI, Kol Inf M Noer Muis segera
dipromosikan pada jabatan Brigjen, seusai proses jajak pendapat selesai.
Sumber di Mabes TNI menjelaskan, kemungkinan Kolonel Noer Muis akan menjadi
Kasdam V/Brawijaya.
Kalau Kol Inf M Noer Muis memang diproyeksikan sebagai Kasdam
V/Brawijaya, ini tentu merupakan bagian dari strategi TNI, untuk membina
hubungan baik dengan kalangan NU, karena M. Noer Muis berasal dari Madura,
yang merupakan basis tradisional NU. Jawa Timur memang identik dengan NU,
terlihat dari perolehan kursi PKB (partai yang didirikan warga NU), yang
hanya kalah dari PDI-P.
Pengangkatan Noer Muis sebagai Kasdam di Jawa Timur, juga berarti
bahwa ia bernasib lebih baik ketimbang pendahulunya, Kol Inf Tono Suratman,
yang baru-baru ini dilantik sebagai Wakil Kepala Puspen Hankam/TNI. Meski
sama-sama jabatan Brigjen, bagi Kol Inf Tono Suratman, promosi sebagai Waka
Puspen Hankam/TNI itu terhitung "ringan", bagi seorang mantan Danrem Timtim.
Terlebih kalau diingat, sebagian besar karir Tono Suratman banyak dihabiskan
di kesatuan elit Kopassus.
Wilayah Jatim tampaknya bukan sesuatu yang asing bagi Noer Muis,
karena ia pernah sekitar dua tahun menjabat sebagai Komandan Brigif
18/Kostrad di Malang. Sebelum bertugas di Malang, Noer Moeis menjabat
sebagai Kepala Staf Brigif 17/Kostrad di Cijantung (Jakarta Timur).
Jabatannya sebagai Kastaf Brigif 17/Kostrad, adalah menggantikan Letkol Inf
Ryamizard Ryacudu (kini Pangdam Brawijaya). Bisa jadi Ryamizard adalah salah
satu jenderal yang merekomendasi promosi bagi Noer Muis.
Selepas bertugas di Brigif 18/Kostrad, Noer Muis ditarik ke Mabes
ABRI selaku Spri (Sekretaris Pribadi) Pangab di masa Jend TNI Feisal
Tanjung. Selanjutnya diangkat sebagai Danrem di Purwokerto, sekitar setahun
yang lalu. Selepas menjabat Danrem di Purwokerto, untuk sesaat (sekitar satu
bulan) Noer Muis sempat menjabat sebagai Komandan Puslatpur (Pusat Latihan
Tempur) Angkatan Darat, di Baturaja, Sumsel. Baru setelah itu, ia diangkat
sebagai Danrem di Timtim sebulan lalu.
Lalu bagaimana track record Noer Muis selama menjabat Danrem di
Timtim? Meski baru menjabat "seumur jagung" (satu bulan), namun Noer Muis
masuk di saat Timtim sedang menjadi sorotan dunia internasional, sehubungan
dengan peristiwa jajak pendapat.
Peristiwa kekacauan yang terjadi menjelang jajak pendapat dan paska
jajak pendapat, tentu menjadi tanggung jawab Noer Muis selaku Danrem, selain
Kapolda Timtim Kol Pol Drs Timbul Silaen. Noer Muis bisa saja dipersalahkan,
karena ketidakmampuannya mengendalikan situasi di Timtim.
Namun apakah cukup fair, jika kekacauan di Timtim hanya menjadi
tanggung jawab Danrem dan Kapolda setempat? Karena Timtim merupakan wilayah
"bernilai politis tinggi", jadinya bukan pejabat setempat yang berposisi
menentukan, yang lebih menentukan adalah pejabat dari Jakarta, yang langsung
terjun mengobok-obok Timtim, seperti Mayjend Zacky Makarim, Mayjen Sjafrie
Sjamsudin dan Brigjen Glenny Kairupan.
Khusus mengenai Brigjen Glenny, tampaknya ia benar-benar memahami
peta politik di Timtim, karena cukup lama menjabat sebagai Wakil Danrem di
Timtim. Tampaknya penunjukkan Glenny sebagai operator kekacauan di Timtim,
memiliki nilai strategis tersendiri bagi TNI, karena Glenny praktis kurang
dikenal dibanding Zacky Makarim dan Sjafrie. Jadi Glenny kurang mendapat
sorotan.***
----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html