Precedence: bulk


Diterbitkan oleh Komunitas Informasi Terbuka
PO Box 22202 London, SE5 8WU, United Kingdom
E-mail: [EMAIL PROTECTED]
Homepage: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/xp
Xpos, No 31/II/5-11 September 99
------------------------------

BARAMULI 2

(LUGAS): Ia pernah dikenal sebagai tokoh yang mengungkap kasus kredit macet
Golden Key Grup yang akhirnya menyeret Eddy Tansil ke penjara. Ia juga
menjadi salah satu tokoh Komnas HAM, lembaga yang cukup dihormati di masa
masih berkuasanya rezim Soeharto. Ahmad Arnold Baramuli, siapa yang tak
kenal dia? Ia kini adalah Ketua DPA sekaligus Wakil Ketua Koordinator
Pemenangan Golkar.

Semenjak menjabat posisi tertinggi dalam lembaga tinggi negara, Baramuli
menjadi semakin terkenal. Sayangnya, bukan karena jasa-jasanya, tapi karena
keterlibatannya dalam berbagai kasus politik uang (money politics). Mulai
dari bagi-bagi uang sebelum masa kampanye pemilu -dengan mengenakan jaket
Golkar- di Sulawesi, hingga keterlibatannya sebagai salah satu konseptor
"Tim Sukses" yang berniat menggolkan kembali BJ Habibie sebagai presiden
dalam SU MPR-RI mendatang.

Dalam proyek ambisius untuk menyediakan ratusan milyar rupiah bagi para
wakil rakyat yang akan memilih presiden itulah, peran Baramuli dan konconya
terbongkar. Usahanya meraup dana dari Bank Bali, akhirnya terjegal. Bukti
rekaman percakapan telepon antara ia dan Setya Novanto, Wakil Bendahara
Golkar, membuat perannya menjadi jelas.

Anehnya, ia justru bersikap pongah. Ia menuntut majalah Gamma ke pengadilan
karena memuat rekaman percakapan rahasianya. Terang-terangan ia mengaku ada
di balik usulan untuk mendepak Marzuki Darusman -yang menentang
habis-habisan gerilya Baramuli cs.- dari kepengurusan Golkar. Ia tampil
menjadi juru bicara Setya Novanto, secara yakin mengatakan bahwa dana Bank
Bali akan segera dikembalikan. Semuanya bisa ia lakukan, bisa diatur.

Jangan tanyakan rasa malu. Sebab, ini adalah pameran kekuasaan. Megalomania.
Suatu kali ia ditanya mengapa tahu banyak soal Setya Novanto, ia bilang,
"Pak Ketua DPA kasih nasihat kepada semua orang kan. Kalau saudara ada
kesulitan, datang saja kepada Ketua DPA. Kan bagus, dipercaya rakyat dong.
Ha, ha, ha." Di lain waktu, ia membela dirinya yang meskipun menjabat Ketua
DPA masih berkampanye bagi Golkar, "Saya pakai jaket kuning kan tidak soal.
Yang membedakan saya Ketua DPA, sedang Hamzah (Ketua PPP) adalah menteri."

Terima kasih Baramuli. Kau pemberi tanda yang mengingatkan kita, bahwa
situasi belum berubah. Ini masih "jaman edan" seperti tulisan dalam sebuah
kaos yang pernah beredar saat Soeharto berkuasa, sebagai plesetan dari syair
Ronggowarsito, Jaman Edan (1802-1873).

Sabejo-bejane wong waras, luwih bejo wong edan ning kuoso. (*)

---------------------------------------------
Berlangganan mailing list XPOS secara teratur
Kirimkan alamat e-mail Anda
Dan berminat berlangganan hardcopy XPOS
Kirimkan nama dan alamat lengkap Anda
ke: [EMAIL PROTECTED]


----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

Kirim email ke