Precedence: bulk
ISTIQLAL (14/9/99)# "LASKAR PEMBELA ISLAM" MENDEMO AMIEN RAIS
Oleh Sulangkang Suwalu
Amien Rais, yang mantan Ketua DPP Muhammaddiyah di demo "Laskar
Pembela Islam akhir Agustus lalu. Aksi ini diberitakan sejumlah surat kabar.
Demo itu menunjukkan meskipun mereka sama-sama Islam, dalam politik, mereka
bertentangan satu dengan yang lain. Lebih lengkapnya berita di salah satu
surat kabar itu (Rakyat Merdeka, 1/9) sebagai berikut: "Ngomong Laskar
Genderuwo Amien Rais Didemo"
Pepatah yang mengatakan: lidah dapat lebih tajam dari pedang,
rupanya ada benarnya juga. Seandainya inilah analogi yang mungkin pantas
untuk mengibaratkan nasib Ketua Umum PAN Amien Rais, yang kemarin didemo
ratusan orang."
Kenapa Amien didemo? Itu terjadi lantaran ucapan Amien Rais. Seperti
diketahui dalam sebuah seminar tentang Poros Tengah di Masjid Agung Al Azhar
(29/8). Amien Rais yang didampingi pakar politik Eep Saefullah Fatah
mengeluarkan imbauan kepada segenap komponen bangsa untuk membubarkan segala
macam laskar. Hal ini, kata Amien, penting dilakukan agar tidak terjadi
bentrokan antar sipil. "Tolong agar siapapun yang membuat laskar sipil, agar
dibubarkan secepatnya. Tidak peduli apa itu namanya Laskar Berani Mati,
Laskar Hizbullah, Laskar Jundullah atau Laskar Genderuwo sekalipun," kata Amien.
Aksi demo yang ditujukan kepada Amien kemarin, memang lumayan mengejutkan.
Para pendemo yang bergabung dalam Laskar Pembela Islam umumnya mengenakan
jubah putih. Mereka mengecam pernyataan Amien yang mereka nilai menyinggung
perasaan dan melecehkan.
Rombongan demonstrasi berjumlah sekitar 300 orang itu mulai memadati
Kantor DPP PAN, jalan Ampera Raya, gekitar pukul 11.30 WIB. Aksi unjuk rasa
berlangsung selama 1 jam itu, dijaga ketat oleh aparat dari Polres Metro
Jakarta Selatan. Tidak terjadi insiden dalam peristiwa itu.
Ketua rombongan demo Zainuddin mengatakan bahwa tujuan demo di Kantor PAN,
yang dilakukan Laskar Pembela Islam ingin mengingatkan Amien Rais yang
terpeleset omong. Amien telah salah besar menyamakan Laskar Hizbullah dengan
laskar genderuwo. Amien meminta semua laskar dibubarkan tanpa pilih bulu.
Ini mengecewakan kami, kata Zainuddin.
Menurut Zainuddin, pernyataan Amien Rais penuh melecehkan itu tidak etis
dan tidak demokratis. Hizbullah dan Jundullah tidak bisa disamakan dengan
barisan genderuwo yang merupakan tentara setan. Sungguh itu suatu pelecehan
yang kelewat batas.
Diminta pendapatnya,bahwa Amien mengemukakan hal itu dalam konteks
agar tidak terjadi bentrokan antar sipil, Zainuddin mengatakan: Apakah Amien
Rais menjamin kalau laskar-laskar dibubarkan tidak terjadi perang sipil di
Indonesia. Siapa bilang laskar-laskar bisa memicu permusuhan.
Buktinya bisa tertib, katanya, sambil menambahkan bahwa fungsi Laskar
Pembela Islam adalah menegur siapa yang berbuat kemungkaran, bukan ingin
memicu permusuhan. Dalam pernyataan resmi DPP Front Pembela lslam, yang
ditanda-tangani Reza Pahlevi, dikatakan bahwa suatu kebodohan yang nyata
bagi siapa saja yang memukul rata peran kelaskaran. Kami sedih sekali tokoh
reformasi buta akan demokrasi.
Laskar Pembela Islam juga mengajak Amien Rais untuk memperhatikan masalah
yang jauh lebih penting daripada mengutak-atik soal
kelaskaran."Parpol-parpol Islam yang Anda ajak di Poros Tengah ditipu oleh
PPI, dikebiri oleh KPU, dipecundangi oleh sejumlah parpol gurem dalam soal
stambush accordnya. Yuk, kita bela. Jangan egois memikirkan kepentingan
sendiri, bung, katanya.
Amien diingatkan bahwa tugas besarnya adalah mengungkap dugaan kasus
Lippogate. Yang melibatkan sejumlah partai besar. Mari buktikan datanya,
ungkap kasusnya. Kalau itu yang Anda pukul, kami akan mendukung," ujarnya.
Laskar Pembela Islam lanjutnya, bukan laskar yang dibentuk untuk
kepentingan politik sesaat. Apalagi menjadi corong suatu kelompok elite
politik kotor di negeri ini. Kami siap menjadi pelayan ummat, bukan pelayan
elite politik kotor, tegasnya.
Dengan membaca berita ini timbul beberapa pertanyaan: betulkah Amien
Rais terpeleset omong? Apakah Laskar Pembela Islam itu untuk menghadapi
perang sipil dimasa mendatang? Apakah fungsinya untuk menegur atau menyerang
kemungkaran? Bolehkan setiap golongan membentuk laskarnya sendiri
untuk membela kepentingannya?
AMIN SALAH OMONG?
Mungkinkah Amien Rais terpeleset omong mengenai imbauannya kepada segenap
komponen bangsa untuk membubarkan segala macam laskar, termasuk Laskar
Pembela Islam, Laskar Hizbullah, Laskar Jundullah? Rasanya tidak mungkin
Amien Rais terpeleset omong mengenai hal itu. Dia memang ingin mencegah
terjadinya bentrokan fisik, perang antar sipil!
Apakah dengan adanya demo terhadap dirinya, Amien Rais tetap akan bertahan
dengan apa yang telah diucapkannya, atau ia mundur mengikuti keinginan
Laskar Pembela Islam? Itu akan merupakan suatu ujian tersendiri bagi Amien.
Apakah ia akan mencla-mencle pula seperti banyak yang menilai sifat Amien
Rais yang demikian. Entahlah. Kenyataan akan menjawabnya.
Tampaknya didirikannya Laskar Pembela Islam ini adalah sebagai persiapan
mereka untuk menghadapi perang sipil yang mungkin terjadi di masa mendatang.
Hal itu tercermin dari pertanyaan mereka kepada Amien Rais: apakah mampu
menjamin kalau laskar-laskar dibubarkan tidak terjadi perang sipil di Indonesia?
Jawaban Amien Rais tentu sudah bisa mereka perkirakan: tidak akan mampu
menjamin hal itu. Kemudian mereka menambahkan fungsi Laskar Pembela Islam
adalah untuk menegur siapa yang berbuat kemungkaran, bukan ingin memicu
perusuhan.
Benarkah laskar Pembela Islam fungsinya menegur yang membuat kemungkaran?
Kapan mereka menegur yang berbuat kemungkaran dalam kasus Bank Bali? Mungkin
mereka menganggap kasus Bank Bali itu bukan kemungkaran, tetapi amar ma'ruf,
berbuat baik bagi kekuasaan Habibie! Amboiii.
Keberpihakan mereka kepada Habibie dan menentang Megawati terbayang benar
dengan ajakannya kepada Amien Rais untuk membuka Lippogate. Padahal
Lippogate adalah kasus pemberian "sumbangan" kepada PDI-P, bukan menggunakan
kekuasaan, seperti dalam Baligate. Mereka menyangkal menjadi corong suatu
pihak tertentu, kenyataan justru menunjukkan mereka menjadi pembela Habibie.
Karena pemerintah mendiamkan saja kehadirannya Laskar Pembela Islam, Laskar
Hizbullah, Laskar Jundullah, maka itu berarti pemerintah membolehkan pula
hadirnya Laskar Pembela Katolik, Laskar Pembela Kristen, Laskar Pembela
Buruh, Laskar Pembela Tani, Laskar Pembela Rakyat dan sebagainya. Dapat
diharapkan dalam masa mendatang akan hadirnya laskar-laskar yang lain itu.
Semuanya untuk membela kepentingan masing-masing.
Sekiranya laskar-laskar yang lain itu diIarang berdirinya, itu menunjukkan
pemerintah melakukan diskriminasi antara sesama warga. Dan itu bertentangan
dengan UUD 1945 (terutama fasal 27-nya). Atau, barangkali laskar-laskar
Pembela Islam, Hizbullah, Jundullah itu hanya kepanjangan tangan pemerintah
Habibie dalan menghadapi rakyat mendatang.
Bila demikian pemerintah Habibie memang tidak percaya kepada kemampuan
aparatnya sendiri. Mungkin karena pemerintahannya tidak mendapat legitimasi
dari rakyat.
KESIMPULAN
Sekiranya pemerintah tidak membubarkan semua laskar-laskar yang telah ada
itu, seperti Laskar Pmbela Islam, Laskar Hizbullah, Laskar Jundullah dsb,
maka itu berarti pemerintah mendorong golongan-golongan atau alirannya
supaya masing-masing membentuk pula laskarnya sendiri-sendiri, guna membela
kepentingannya masing-masing. Dengan demikian bentrokan fisik setiap waktu
bisa terjadi.
Bila memang kekacauan yang dikehendaki pemerintahan Habibie, persoalannya
memang menjadi lain. Tidak saja konflik antar agama bisa terjadi, malah
konflik dalam seagamapun bisa terjadi. Bila kini belum terfadi insiden
antara Laskar Pembela Islam dengan Amien Rais dan pendukungnya, siapa tahu
lain kali akan terjadi, bila memang kemungkinan demikian dibukakan terus. ***
----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html