Precedence: bulk
NU TOLAK JIHAD LAWAN PASUKAN INTERFET DI TIMOR TIMUR
JAKARTA, (MateBEAN, 21/9/99). Pimpinan organisasi muslim terbesar di
Indonesia, Nahdlatul Ulama, menolak seruan agar dilancarkan jihad terhadap
pasukan PBB yang mulai mengambil posisi di Timor Timur, dan mengatakan,
justru mendukung langkah untuk mengakhiri pertumpahan darah di wilayah itu.
Wakil Sekretaris Jendral NU, Arifin Junaidi, mengatakan, NU belum
pernah menginstruksikan pengikutnya agar mendaftarkan diri untuk ikut serta
dalam jihad terhadap pasukan PBB itu. Sebelumnya, tokoh-tokoh NU di Jawa
Timur mengatakan, sampai 107-ribu anggota organisasi itu telah mendaftarkan
diri bagi jihad tersebut.
Akan tetapi, Arifin Junaidi mengatakan, bangsa Indonesia hendaknya
menghormati hasil referendum yang diselenggarakan PBB di Timor Timur, berupa
mayoritas rakyat Timor Timur menolak otonomi dan memilih kemerdekaan.
Dikatakannya, PBB berada di Timor Timur untuk mengakhiri kekerasan, dan
karena itu Nahdlatul Ulama mendukung kehadiran pasukan multinasional itu.
Sementara itu Kapuspen TNI, Mayor Jenderal Bambang Sudrajat,
mengecam pedas sangkaan bahwa pasukan mancanegara PBB untuk Timor Timur,
Interfet, pimpinan Australia, akan diserang oleh pasukan TNI. Indonesia
telah mengumumkan penarikan mundur bertahap pasukan TNI dari Timor Timur.
Dua batalion terdiri atas prajurit Timor Timur asli telah ditugaskan
ke Flores, sedangkan 8000 prajurit lainnya diperkirakan akan diberangkatkan
sebelum pasukan Interfet tiba. ***
----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html