Precedence: bulk


XANANA GUSMAO TEMUI PETUGAS UNAMET DI DARWIN 

        DARWIN, (MateBEAN, 24/9/99). Presiden Conselho Nacional da
Resistencia Timorense, Xanana Gusmao menemui petugas misi PBB di Timor
Timur, UNAMET, di Darwin, Australia Utara, Rabu (22/9) lalu. Pertemuan itu
dihadiri tokoh-tokoh Dewan Perlawanan Timor Timur lainnya.

        Jurubicara UNAMET, David Wimhurst, mengatakan, dalam pertemuan
tersebut pembicaraan yang dilakukan bersifat umum. UNAMET kepada Xanana
menjelaskan bagaimana mereka mengembang tugas mereka di Timor Timur, dan
sebagaimana diketahui semua orang, misi tersebut juga mencakup pembentukan
pada akhirnya pemerintahan peralihan yang lambat laun akan menuju ke
kemerdekaan.

        Xanana menyambut baik misi UNAMET itu dengan mengatakan bahwa rakyat
Timtim saat ini mengharapkan agar setelah masuknya pasukan multinasional
pimpinan Australia itu bisa mengendalikan situasi di Timtim, sehingga
menciptakan kondisi yang kondusif serta rakyat Timtim bisa kembali ke rumah
masing-masing untuk membangun kembali rumahnya yang hancur.

        Menurut rencana setelah beberapa lama di Darwin, Xanana berencana
akan melakukan kunjungan ke Amerika Serikat dan Portugal. Seorang staf
pejabat tinggi Portugal mengatakan Xanana akan menyinggahi Portugal dari
tanggal 30 September hingga 1 Oktober setelah lawatannya ke Amerika Serikat.

        Dalam lawatan ke Amerika itu, Xanana Gusmao dijadwalkan akan
berembuk dengan para pejabat PBB dan Bank Dunia mengenai rencana untuk
membangun kembali Timor Timur yang hancur. 

        Sedangkan dari New York dilaporkan Presiden Amerika, Bill Clinton,
di depan anggota PBB, di Markas PBB, Rabu (22/9) mengatakan PBB hendaknya
berbuat lebih banyak untuk mengatasi kekejaman di mana pun terjadinya di
dunia ini.

        Sejauh ini, perdebatan tersebut telah memfokuskan pada tema
intervensi kemanusiaan, di Kosovo dan Timor Timur. Clinton mengatakan,
tekanan ekonomi dan politik, disertai diplomasi mungkin merupakan jawaban
dalam kasus-kasus tertentu, akan tetapi dalam kasus lain, diperlukan
intervensi militer. 

        "Dalam kasus Kosovo dan Timtim kita telah mengambil langkah cukup
konkrit untuk menyelamatkan ribuan nyawa manusia dari ancaman orang-orang
tidak bertanggungjawab. Intervensi militer sangat diperlukan di dua daerah
kecil itu. Tidak cukup hanya dengan tekanan ekonomi dan diplomasi, tapi
harus dilakuan intervensi militer untuk menghentikan etnis cleasing, di
Kosovo dan Timtim," katanya. 

        Dalam masa mendatang, menurut Clinton, PBB harus berani untuk
mengambil langkah-langkah konkrit untuk membela HAM di seluruh dunia. PBB
harus berani lagi melakukan tekanan ekonomi dan diplomasi kepada
negara-negara yang selama ini tercatat sebagai pelanggar HAM terbesar di
dunia.***


----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

Kirim email ke