Precedence: bulk


Diterbitkan oleh Komunitas Informasi Terbuka
PO Box 22202 London, SE5 8WU, United Kingdom
E-mail: [EMAIL PROTECTED]
Homepage: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/xp
Xpos, No 37/II/17-23 Oktober 99
------------------------------

NYAWA DIANGGAP SEBAGAI ANGKA

(POLITIK): Untuk menaikan pamor, Habibie mengadakan dialog yang diliput
televisi. Ia mengaku korban-korban yang jatuh selama menjabat sebagai
presiden, lebih sedikit dibanding di jaman para pendahulunya.

Kelompok Habibie menggelar dialog "terbuka" antara Habibie dengan dua
wartawan senior Bambang Harimurti (Tempo) dan Surya Paloh (Media Indonesia)
di Istana Merdeka, Jumat (8/10/1999). Acara itu disiarkan TVRI (stasiun
televisi pemerintah) dan disiarkan ulang oleh semua stasiun swasta Indonesia
yang lain. Diskusi tersebut disebut-sebut oleh para pendukungnya mampu
menaikkan rating calon presiden Bacharudin Jusuf Habibie. Walaupun, Habibie
dalam jawaban-jawabannya  sering keluar kontek. Maklum, ia telah
mempersiapkan jawaban-jawaban yang sudah diketik sebelumnya oleh para
pembantu-pembantunya. Sekilas memang terkesan demokratis, tapi sebenarnya
tak beda dengan talk show yang dilakukan Soeharto sebelumnya: walaupun
pertanyaan-pertanyaaan yang diajukan kritis tapi jawaban-jawaban Habibie
sudah diatur sebelumnya. Sejumlah pertanyaan kritis dari Bambang Harimurti
-yang mungkin tidak seperti diskenariokan sebelumnya- sering membuat Habibie
gelagapan sehingga jawaban-jawabannya lain oleh Habibie.

Acara talk show yang dipandu pemimpin umum Harian Republika dan juga
pemimpin kantor berita Antara itu, memang merupakan salah acara yang dibuat
khusus untuk menaikkan pamor Habibie sebelumnya. Beberapa acara serupa,
walaupun tidak menghadirkan Habibie, sudah sering diadakan para penyokong
Habibie dengan sponsor utama Republika dan Antara. Acara-acara itu diadakan
untuk dijadikan panggung oleh pihak Habibie dalam melakukan pembelaan diri
atas hujatan tentang kasus Bank Bali yang melibatkannya, maupun tentang
track record-nya yang lain.

Dalam acara dialog terbuka di Istana itu sendiri membicarakan sedikitnya
tiga topik utama. Tentang Bank Bali, tentang kebebasan pers dan mengenai
penanganan HAM yang tidak serius.

Namun, dari sekian masalah yang dibicarakan dalam dialog tersebut, terdapat
satu hal yang lepas begitu saja dari pengamatan masyarakat Indonesia,
padahal itu merupakan pernyataan berbahaya dari seorang presiden dan bahkan
calon presiden mendatang. Yaitu tentang korban kekerasan oleh kekekuasaan.

Ketika menjawab pertanyaan Bambang Harimurti tentang kekerasan yang tercipta
selama pemerintahannya, Habibie dengan tanpa dosa merasa bahwa yang ia
perbuat jauh lebih sedikit dibanding pendahulunya. Habibie memperbandingkan
jumlah korban tewas dalam 16 bulan awal kepemimpinan Soeharto dan 16 bulan
selama ia menjadi Presiden Indonesia. Dalam 16 bulan kepemimpinan Soeharto
-awal Orde Baru- menurut Habibie dengan mengutip laporan Amnesti
Internasional jumlah korban tewas lebih dari 500 ribu-1 juta orang tewas.
Dan yang masuk penjara, katanya termasuk yang dibuang ke Pulau Buru sekitar
700 orang. Sebaliknya, pada 16 bulan massa kepemimpinannya, menurut Habibie,
hanya 100 sampai 200 orang saja yang meninggal dunia. "Itupun saya sedih
sekali. Saya menangis. Satu orang saja meninggal, saya sedih sekali,"kata
Habibie. "Jadi mainnya hanya puluhan orang saja. Tidak sampai ratusan ribu
atau jutaan yang meninggal. Sedangkan yang masuk penjara, nol orang. Tidak
ada sama sekali,"kata Habibie membanggakan massa kepemimpinannya. 

================================

KORBAN DUET HABIBIE-WIRANTO

Korban Tewas  Peristiwa Semanggi I (13-14 Nopember 1998)
1. Sigit Prasetyo
   mahasiswa Universitas YAI 
2. Realianto Nurman Irawan (Wawan)
   mahasiswa Unika Atmajaya
3. Teddy Mamadi
   mahasiswa Institut Teknik Indonesia 
4. Muzamil Joko Purwanto
   mahasiswa FMIPA UI
5. Lukman Firdaus
   siswa SMU 3 Tangerang
6. Bharada Prayitno
   anggota Brimob Polda Metro Jaya 

Korban Tewas Peristiwa Semanggi II (23-24 September 1999)
1. Yap Yun Hap
   mahasiswa FT Elektro UI
2. Dani Yulian
   alumni Univ. Satya Wacana
3. Fadli Mochtar
   karyawan Survey Research Indonesia
4. Salim 
   karyawan Sarinah Jaya
5. Zaenal bin Jubin
   warga Dusun Tanjung Baru, Subang
6. Prada (Pol) I Ketut Arman
   anggota Brimob Polri

Korban Tewas Peristiwa Lampung (28 September 1999)
1. Yusuf Rizal Yusuf Rizal, Ketua Dema
   mahasiswa Univ. Lampung
2. Zaidatul Fitria, fotografer Teknokra
   mahasiswi Univ. Lampung

Korban Tewas Peristiwa Palembang (5 Oktober 1999)
1. Meyer Ardiansyah
   mahasiswa FT Sipil Univ. IBA

================================

Dalam kalkulasi angka mungkin saja benar apa yang dikatakan Habibie. Tapi
yang disesalkan banyak kalangan karena Habibie menganggap nyawa hanyalah
deretan angka. "Ia tak punya rasa kemanusiaan menganggap 100 nyawa lebih
kecil dibanding seribu nyawa. Dan, bukan bagaimana mencegah supaya satu pun
nyawa tidak jadi korban dalam membangun kekuasaannya," ujar salah seorang
wartawan yang menyaksikan acara itu. 

Dalam catatan wartawan, kekuasaaan Habibie membiarkan bahkan cenderung
mendorong terjadinya kekerasan dan pembunuhan di berbagai tempat. Contoh:
pembunuhan dan penganiayaan ratusan kyai NU di Banyuwangi dengan kedok dukun
santet, kerusuhan rasial di kabupaten Sambas Kalbar, di Ambon dan puluhan
mahasiswa yang tewas akibat terjangan peluru tentara sewaktu mereka
melakukan demonstrasi damai.

"Semua kasus itu menurut catatan kami tidak pernah diselesaikan oleh
pemerintahan Habibie. Habibie cenderung melindungi tentara dalam melakukan
tindak kekerasan," kata sumber Xpos.

Yang lebih menyedihkan lagi, dalam laporan pertanggungjawaban presiden
Habibie dihadapan Sidang Umum MPR 13 Oktober 1999, kematian sejumlah
mahasiswa karena demonstrasi tidak disebutkan sama sekali. Bahkan dalam
pidato 3 jam itu tidak muncul rasa penyesalan dari Habibie. 

Oleh sebab itu, kehendak Habibie memaksa Golkar mencalonkan dirinya
berpasangan dengan Wiranto sebagai Presiden-Wakil Presiden, maka bukan hal
mustahil jika daftar korban akan semakin banyak. Jadi, tolak
Habibie-Wiranto. (*)

---------------------------------------------
Berlangganan mailing list XPOS secara teratur
Kirimkan alamat e-mail Anda
Dan berminat berlangganan hardcopy XPOS
Kirimkan nama dan alamat lengkap Anda
ke: [EMAIL PROTECTED]


----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

Kirim email ke