Precedence: bulk
KPF DATANG, TERJADI PEMBUNUHAN MASSAL DI AMBENO
DILI, (MateBEAN, 19/10/99). Komisaris Hak Asasi Manusia PBB, Mary
Robinson, telah mengumumkan susunan nama anggota tim yang ditugaskan untuk
mengusut pelanggaran hak asasi manusia di Timor Timur.
Wartawan kami melaporkan dari Eropa, tim pengusut yang akan terdiri
atas 2 pria dan 3 wanita itu akan dikepalai oleh, seorang anggota Parlemen
dari Costa Rica, yang pernah menjadi Dutabesar Costa Rica di Amerika Serikat
dan Wakil-Ketua Mahkamah Hak Asasi Manusia negara-negara di benua Amerika.
Anggota tim selebihnya adalah pengacara dari Jerman, India, Nigeria
dan Papua Niugini. Tim akan diberangkatkan ke Indonesia dan Timor Timur
dalam bulan ini, setelah melangsungkan rapat-kerja bersama di Jenewa.
Komisaris HAM PBB, Mary Robinson yakin, tim akan menjalankan tugas
pengusutannya secara luas dan teliti, dan benar-benar akan mandiri dan
tidak-memihak. Tim Pengusut PBB itu akan menyelidiki kasus pelanggaran HAM
yang terjadi sejak bulan Januari tahun ini di Timor Timur.
Sementara itu dari Ambeno dilaporkan telah terjadi pembantaian
massal terhadap penduduk yang dianggap sebagai kelompok pro kemerdekaan.
Pembataian itu terjadi dalam dua pekan ini dan diperkirakan 150 orang tewas.
Seorang warga masyarakat Ambeno yang selamat dan saat ini berada di Dili
kepada MateBEAN mengatakan aparat keamanan dan milisi Sakunar pimpinan Lopes
mendatangi rumah-rumah penduduk yang dianggap pro kemerdekaan dan
membunuhnya. "Dua minggu terakhir ini mereka datangi kami dan memaksa kami
untuk meminta bergabung dengan NTT, khususnya Kefamenanu, tapi kami tolak,
lantas mereka melakukan operasi untuk membunuh sekitar 150 orang. Saya juga
jadi target milisi, tapi saya bisa lolos sampai di perbatasan," katanya.
Pengakuan warga itu diperkuat dengan pernyataan dari seorang
pimpinan Falintil, bahwa pihak Falintil juga menerima laporan dari
anggotanya di lapangan tentang pembunuhan massal itu. Untuk itu, Falintil
meminta pasukan Interfet agar segera datang ke Ambeno untuk mengamankan
daerah itu.
Menurut komandan Falintil itu, telah terjadi gelombang pembunuhan
lagi di Oekussi pada akhir pekan yang baru lalu. Menurutnya paling sedikit
150 orang telah dibunuh aparat TNI.
Komandan Falintil itu juga mengatakan pembunuhan terjadi setelah 12
truk berisi personil TNI bergerak memasuki Oekussi kemarin. Komandan
Falintil tersebut juga memberikan rincian tindak kekejaman lainnya yang
dikatakannya terjadi pekan lalu. ***
----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html