Precedence: bulk


USKUP BELO: "JANGAN SALING BERKELAHI"

        DILI, (MateBEAN, 19/10/99). Uskup Diosis Dili, Mgr. Calos Filipe
Ximenes Belo, SDB, mengatakan untuk membangun kembali Timtim yang utuh bukan
hanya pembangunan fisik semata yakni membangun kembali bangunan di kota,
kabupaten, kecamatan dan desa, namun yang paling adalah membangun kembali
mental rakyat Timtim supaya bisa tercipta kembali kehidupan yang rukun, dan
cinta kasih serta menghargai hak asasi manusia (HAM).

        Uskup Belo mengatakan itu dalam khotbah Misa pada Minggu lalu
(17/10) di Katedral Dili yang dihadiri sekitar 2.000 umat. Misa di Gereja
Katedral itu merupakan misa pertama setelah peristiwa pembumihangusan di
Timtim. Uskup juga mengimbau agar rakyat Timor Timur agar jangan saling
berkelahi sendiri, dan mengingatkan pada tantangan besar yang dihadapi
rakyat Timtim pada masa datang yaitu dalam membangun kembali Timtim yang
damai, Timtim saling menanamkan cinta kasih dan Timtim yang hidup rukun
seperti semula.

        "Saya minta kalian jangan lagi berkelahi hanya karena beda ideologi
politik, karena yang satu pro integrasi dan yang satu pro kemerdekaan. Tapi
yang penting sekarang adalah ciptakan suasana yang damai, sehingga anak-anak
bisa kembali ke sekolah, pegawai bisa kembali kerja. Jangan menggunakan
mesin-mesin untuk saling membunuh, tapi gunakanlah akal sehat kita yaitu
duduk bersama berdialog dan rekonsiliasi. Di dunia ini tidak ada perang yang
bisa selesaikan masalah, tapi dialog dan rekonsiliasi sudah banyak
membuktikan kepada kita untuk menyelesaikan masalah," katan Uskup Belo
dengan sambutan tangisan dari 2.000 umat itu.

        Di depan umat yang menangis Uskup Belo menyerukan untuk menghentikan
tangisan, serta panjatkan doa kepada Tuhan agar bisa memberikan perlindungan
kepada semua umatnya. Serta tanamkan cinta kasih dengan tidak memandang
kelompok lawan adalah musuh. "Yesus Kristus memaafkan musuhnya 77 kali,
sehingga kita sebagai umat kristiani wajib untuk memaafkan musuh kita. Saya
minta kalian untuk memaafkan tindakan-tindakan dari saudara-saudara kita
yang berbeda politik dengan kita. Mereka bersalah  dengan membunuh, tapi
kita wajib untuk memaafkan mereka dan kitalah yang akan memberikan jalan
terang bagi hidup mereka di kemudian hari," katanya.

        Diakhir khotbahnya Uskup Belo mengungkapkan rasa pujiannya kepada
pasukan Interfet di Timtim, atas keberhasilan pasukan multi-nasional itu
dalam membendung gelombang kekerasan yang terjadi sebelum pasukan Interfet
datang. "Rakyat Timtim menghargai datangnya pasukan Interfet ke Timtim,"
katanya.

        Sementara itu dari Darwin, Australia tokoh-tokoh pejuang kemerdekaan
Timor Timur berharap dapat ikut  memainkan peranannya ketika pasukan "baret
biru" resmi PBB mengambil-alih tugas pemeliharaan keamanan dari tangan
pasukan Interfet di Timtim.

        Namun demikian, CNRT tidak akan dibentuk Pemerintah Sementara di
Timtim. Demikian penegasan yang diberikan oleh Dewan Nasional Perlawanan
Bangsa Timor, CNRT. 

        Jurubicara CNRT, Abel Guterres, mengemukakan, rangkaian pembicaraan
yang dilangsungkan akhir pekan lalu di ibukota Wilayah Utara Australia itu
memusatkan perhatian pada peran yang dapat dimainkan CNRT manakala dibentuk
suatu kerangka administratif sementara di Timtim. 

        Kantor-berita AFP melaporkan, tokoh-tokoh CNRT berpendapat, ada
kemungkinan, PBB akan memegang administrasi pemerintahan di Timtim sampai 3
tahun. Yang penting, keadaan serba darurat di Timor Timur harus mendapat
prioritas utama. Demikian keterangan yang diperoleh dari Dewan Nasional
Perlawanan Bangsa Timor. ***


----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

Kirim email ke