Precedence: bulk
MULAI TERUNGKAP BUKTI-BUKTI PEMBANTAIAN MASSAL DI TIMTIM
DILI, (MateBEAN, 20/10/99). Bukti-bukti pembantaian massal yang
dilakukan oleh milisi dan TNI sedikit demi sedikit terungkap. Di beberapa
daerah seperti Liquisa dan Balibo, Interfet menerima laporan dari warga
tentang tempat pembantaian serta kuburan sudah di cek dan terbukti adalah
kuburan massal.
Pada Selasa (19/10) penyelidik internasional di Timor Timur menerima
laporan dari masyarakat di daerah itu tentang kuburan massal itu. Setelah
dicek ditemukan sebuah kuburan massal. Penemuan pertama kuburan massal itu
diidentifikasi bahwa sekitar 25 orang dikubur salam satua lubang yang tidak
jauh dari ibukota Liquisa. Mayat-mayat di dalamnya masih belum dihitung.
Selain itu ditempat itu juga pasukan Interfet menemukan lagi 19 lokasi
kuburan massal namun belum dihitung serta belum dilakukan penggalian, karena
tempat itu dinyatakan tertutup untuk umum, karena Interfet masih menunggu
Komisi Pencari Fakta (KPF) PBB.
Selain di Liquica, juga di Balibo Interfet juga menerima laporan
dari masyarakat bahwa sebelas orang mahasiswa digorok di pusat kota itu
hanya beberapa hari sesudah pengumuman hasil jajak pendapat. Menurut
penduduk setempat, di antara orang-orang yang diburu oleh milisi adalah
sebelas orang mahasiswa pro kemerdekaan. Mereka dibawa ke persimpangan jalan
di luar rumah di mana lima orang wartawan Australia dibunuh dalam tahun 1975.
Para mahasiswa itu digorok dan mayat mereka dibawa ke kota Batugade
di dekatnya dan dilemparkan ke laut. Interfet mengatakan telah mendata semua
laporan tentang kekejaman tersebut dan melakukan penyelidikan pendahuluan
atas semua mayat yang ditemukan.
Bahkan pembantaian massal yang sangat sadis terjadi dua minggu lalu,
ketika dua truk tentara dan milisi Sakunar mendatangi Kabupaten Ambeno dan
melepaskan tembakan membabi buta serta mengejar setiap penduduk dan
menembaki. Dalam kejadian itu menurut seorang saksi mata yang berhasil lolos
dari Ambeno bahwa sekitar 150 orang tewas ditembak dan semua bangunan
dibakar rata dengan tanah. "Mereka juga melakukan penjarahan di berbagai
rumah penduduk serta toko-toko," kata seorang saksi mata. ***
----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html