Precedence: bulk
TAK ADA UPACARA PENYERAHAN KEDAULATAN TIMOR LESTE
JAKARTA, (MateBEAN, 27/10/99). Pemindahan kekuasaan formal atas
Timor Timur, dari Republik Indonesia kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa,
akan dilakukan melalui jasa pos. Hal itu dikatakan mantan Menteri Kehakiman
Muladi, SH sesuai bertemu dengan Presiden KH Abdurrahman Wahid di Istana
Negara, Selasa (26/10) kemarin.
Muladi sesuai bertemu dengan Gus Dur mengatakan penyerahan itu akan
dilakukan dengan surat, dan tidak akan dilangsungkan upacara serah-terima.
Karena seluruh masalah Timor Leste sangat menyakiti hati Indonesia, maka
tidak ada suatu upacara serah-terima. "Presiden mengatakan bahwa
serah-terima kedaulatan Timor Leste itu akan dilakukan melalui melalui pos,
tanpa ada suatu ucapara resmi penyerahan wilayah itu. Karena kita semua tahu
bahwa masalah Timor Leste telah menyudutkan Indonesia dalam pergaulan dunia
internasional," katanya.
Namun sampai sekarang metode secara formal untuk menyerahkan
Kedaulatan Timor Leste kepada pemerintah transisi PBB tidak diketahui.
Namun, kata, Muladi pemerintah Indonesia sangat menghormati kedaulatan Timor
Leste sebagai bangsa merdeka. "Gus Dur juga mengatakan bahwa Timor Leste
merdeka nantinya merupakan negara tetangga kita, sehingga hubungan diplomasi
kedua negara akan tetap terpelihara dengan baik," ujarnya.
Muladi tidak merinci tentang keputusan untuk melakukan penyerahan
dengan surat itu. Bahkan Muladi tidak menjelaskan kapan surat tersebut akan
dikirim. "Pokoknya pemerintah akan berupaya untuk secepatnya menyerahkan
surat sebagai bukti sikap Indonesia yang menerima dan menghormati Timor
Leste merdeka. Kepastiannya tanggalnya belum disebutkan oleh presiden, namun
kata presiden akan diupayakan secepatnya," katanya. ***
----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html