Precedence: bulk


PAGAR NUSA DATANGI BCA BANYUWANGI

        BANYUWANGI, (SiaR, 27/10/99). Ratusan Pendekar Pagar Nusa Kecamatan
Genteng, Banyuwangi mendatangi Bank BCA Banyuwangi, Senin, (25/10). Mereka
memprotes pementasan grup lawak terkenal Bagito Grup di acara Gebyar BCA
yang disiarkan secara langung oleh stasiun televisi Indosiar, Sabtu (23/10).
Bagito dalam acara itu menggunakan penglihatan mata Gus Dur yang terganggu
untuk lawakannya. Di acara itu pula, setelah menerima protes telepon dari
warga NU, Bagito berkali-kali meminta maaf setiap jeda tayangan. Gebyar BCA
menyajikan hiburan berupa lagu-lagu. Pihak Indosiarpun menyatakan permintaan
maaf berkali-kali. PBNU sudah memaafkan Bagito, begitu juga Gus Dur yang
bertemu Miing, Unang dan Didin di Wisma Negara, Istana Merdeka, Jakarta,
Rabu (27/10). Gara-gara "melecehkan" Gus Dur itu pula, Bagito bertemu
Presiden RI.

        Namun, rupanya Pagar Nusa, organiasi silat NU, belum puas. Mereka
menuding BCA harus bertanggungjawab dan menuntut permintaan maaf dari bank
yang dulu milik Liem Sioe Liong itu. 

        Ketua Pagar Nusa Banyuwangi, Agung Prasetyo mengatakan mereka
menginginkan BCA ikut menghormati Gus Dur dengan meminta maaf karena BCA lah
yang memiliki hajat di Indosiar itu. Demonstrasi para pendekar silat
berlangsung selama 30 menit dan berjalan tertib. BCA oleh sebagian
masyarakat masih dianggap milik Liem Sioe Liong dan anak-anak Soeharto.
Padahal sejak terkena rush setelah Soeharto jatuh, BCA telah diambilalih
pemerintah dan semua sahammnya sudah jadi milik pemerintah yang kini
dipimpin Gus Dur sendiri.

        Bagito adalah pelawak dan grup lawak pertama di Indonesia yang
kesandung lawakan yang bertema kelemahan fisik Presiden di zaman reformasi
ini. Sebelumnya, pelawak dan grup lawak yang menggunakan tema "kelemahan
fisik" Presiden Habibie belum pernah menerima protes. Tercatat Butet
Kartaredjasa, teatrawan yang lebih tepat disebut pelawak ini menirukan
"kelemahan fisik" Habibie untuk lawakannya. Habibie yang matanya
sebentar-sebentar melotot dan bibirnya sebentar-sebentar "monyong" jika
berbicara, ditirukan Butet dan mendapat sambutan hangat dari kalayak.
Setelah Butet, yang pertama kali mementaskan gaya meniru Habibie itu di
Ulang Tahun Aliansi Jurnalis Independen, tahun 1997 itu, pelawak-pelawak
lainnya mengikutinya. Tercatat nama-nama seperti: Komar, Taufik Savalas dan
Eko Patrio yang meniru gaya lawakan Butet, menggunakan "kelamahan fisik"
Habibie sebagai bahan lawakan. Hingga kini, kecuali VCD Butet yang dilarang
beredar oleh Badan Sensor Film, para pelawak itu belum menerima protes baik
dari pendukung Habibie, maupun Habibie sendiri. ***


----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

Kirim email ke