Precedence: bulk
MENTERI TNI GARANSI KEAMANAN UNTUK BISNIS CENDANA
JAKARTA, (SiaR, 29/10/99). Ternyata ngototnya Letjen TNI Soesilo B
Yoedoyono dan Letjen TNI Agum Gumelar menduduki posisi Menteri Pertambangan
dan Energi (Mentamben) dan Menteri Perhubungan (Menhub) berkaitan dengan
upaya mengamankan aset perusahaan putra putri Cendana.
Beberapa sumber SiaR mengungkapkan naiknya Letjen (Purn) Surjadi
Sudirja ke Mendagri, Letjen TNI SB Yoedoyono ke Mentamben dan Letjen TNI
Agum Gumelar ke Menhub merupakan hasil desakan Jenderal TNI Wiranto saat
perumusan menteri kabinet. Menurut sumber SiaR tokoh Poros Tengah Amien Rais
mengistilahkan mereka itu adalah "nama-nama yang turun dari langit" dan tak
bisa digugat. Beberapa sumber mengatakan saat itu Wiranto ngotot untuk
mendudukkan Surjadi Sudirja, SB Yoedoyono dan Agum Gumelar.
Beberapa sumber SiaR mengungkapkan Wiranto berargumen, "Demi
memuluskan keinginan rakyat yang menghendaki kembalinya setengah dari
kekayaaan keluarga Soeharto, maka Agum dan Bambang mesti duduk di posisi
Menhub dan Mentamben." Hal itu berkaitan dengan keinginan Presiden Gus Dur
agar keluarga Soeharto mengembalikan sebagian dari kekayaannya untuk
mengatasi krisis ekonomi di Indonesia. Atas keinginan Wiranto itu konon
Amien Rais dan Akbar Tanjung tidak berani membantah secara langsung.
Nominasi untuk menduduki posisi Mentamben terdapat beberapa nama yakni; Al
Hilal Hamdy dari PAN dan pengusaha Arifin Panigoro dari PDI-P selain Letjen
TNI SB Yoedoyono. Namun kedua calon tersebut tergusur dari pencalonan oleh
calon Wiranto. Apakah kedua orang Letjen TNI yang masih aktif itu dapat
mengembalikan sebagian kekayaaan Soeharto?
Beberapa kalangan menanggapi hal itu secara pesimis. Menurut
beberapa perwira AD yang berseberangan kubu dengan SB Yoedoyono dan Agum
menanggapi, "Bambang dan Agum justru ingin mengamankan perusahaan keluarga
Cendana." Menurut perwira tersebut, perusahaan keluarga Soeharto banyak
berkaitan dengan departemen pertambangan dan perhubungan.
"Misalnya kontrak perusahaan di bidang perminyakan dan pertambangan
seperti; proyek Natuna, proyek-proyek listrik swasta, dan kontrak lainya,"
ujar perwira tersebut.
"Jadi mustahil jika Wiranto menjanjikan kedua orang itu akan mampu
mengembalikan sebagian kekayaan keluarga besar Soeharto ke pemerintah untuk
menangani krisis," ujar perwira muda berpangkat brigjen tersebut.
Pesimisme juga dilontarkan oleh kalangan intelektual menanggapi
naiknya unsur TNI dalam kabinet Presiden Gus-Dur dan Megawati. Pengamat
Politik Eep Saefulah Fattah bahkan berujar, "Saya meragukan kompetensi
profesional dari unsur TNI yang menduduki posisi Menhub dan Mentamben." ***
----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html