Precedence: bulk


Diterbitkan oleh Komunitas Informasi Terbuka
PO Box 22202 London, SE5 8WU, United Kingdom
E-mail: [EMAIL PROTECTED]
Homepage: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/xp
Xpos, No 39/II/31 Oktober-6 Nopember 99
------------------------------

KABINET KEPLESET

(POLITIK): Beberapa menteri kabinet Presiden Abdurrahman Wahid diduga keras
pernah melakukan tindakan yang tidak terpuji juga tidak pintar.

Jika Miing dengan Bagitonya kepleset dan dikecam keras oleh kalangan muda
dan ulama NU karena menirukan "gaya" Gus Dur, dan untuk itu Miing dkk telah
minta seribu kali ampun, kini tampaknya giliran Gus Dur akan kepleset
(tergelincir) karena salah memilih para pembantunya. Beberapa menteri yang
dipilih karena dipandang relatif "bersih", ternyata juga mempunyai track
record negatif. 

Sebut saja misalnya nama Menteri Dalam Negeri Surjadi Sudirja, Menteri Hukum
dan Perundang-undangan Yusril Ihza Mahendra, Menteri Tenaga Kerja Bomer
Pasaribu, Menko Polkam Jenderal Wiranto dan beberapa yang lain.

Tersebutnya nama Surjadi sebagai pejabat yang punya track record negatif
memang cukup mengagetkan. Karena selama ini Surjadi sering disebut-sebut
sebagai gubernur yang bersih dari KKN.

Menurut informasi dari sumber Xpos di pemda DKI, mantan Gubernur DKI periode
92-97 ini disebut-sebut mempunyai sebuah rumah Los Angeles tepatnya di
kawasan Beverlly Hills yang ditinggali anak sulungnya. Informasi ini juga
menyebutkan, Surjadi pada akhir masa jabatannya pernah ke Hawaii. Selama di
Hawaii ini pula, Surjadi bersama keluarganya tinggal di sebuah kamar yang
pernah ditempati oleh mantan Presiden Soeharto di Kahala Mandarin Oriental
Hotel. Selama di Hawaii tersebut seluruh biaya ditanggung oleh seorang
Direktur Jamu Tradisional. Diperkirakan biaya yang ditanggung oleh
perusahaan jamu tradisional itu lebih dari US$10.000.

Konon, kedekatan direktur perusahaan ini dengan Surjadi itu bermula dari
keterlibatan salah satu perusahaan milik direktur itu dalam menarik pajak
reklame di wilayah DKI. Karena bekerjasama dengan Pemda DKI itulah, sang
direktur itu punya "kewajiban" menjamu  para gubernur DKI. 

Informasi lain yang masih perlu pembuktian ulang menyebutkan bahwa Surjadi
diduga juga mempunyai simpanan deposito sebesar US$7 juta di Bank Danamon.
Bukti ini pernah dilansir oleh Diah S di mailing list APAKABAR tertanggal 8
Januari 1998. Diah berani menyebutkan bukti tersebut karena memegang copy
bilyet depositonya. Punya rumah di luar negeri maupun punya uang jutaan
dollar, sebenarnya bukan masalah. Hanya saja kekayaan yang begitu hebat itu
menjadi kecurigaan karena ternyata Surjadi hanya seorang militer dan  hanya
menjadi gubernur. 

Sementara itu, informasi mengenai uang suap yang diterima Yusril Ihza
Mahendra dari Habibie tak menggoyahkan keinginan Amien Rais dan Poros
Tengahnya untuk menjadikan Ketua Partai Bulan Bintang itu sebagai menteri. 

Sebelum dilantik jadi anggota MPR/DPR, sebenarnya Fadli Zon, kawan dekat
Yusril dan sama-sama pengurus DPP PBB telah melontarkan money politics yang
diterima Yusril dari kubu Habibie. Jumlah uang yang diterima Yusril tidak
tanggung-tanggung, Rp1,5 milyar. Menurut Fadli, tuduhan itu sudah diakui
Yusril sebagai kebenaran dalam rapat DPP PBB. Dan juga diakuinya saat ia
diwawancarai TVRI pada tanggal 20 Oktober 1999.

Ternyata, cerita tentang suap yang diterima Yusril ini terus berlanjut
hingga sekarang. Beberapa hari lalu, Fadli Zon hampir saja digebuki para
pendukung Yusril di kantor DPP PBB. Teror seperti itu menurut Fadli Zon
merupakan yang kesekian kalinya setelah ia mengungkapkan skandal penerimaan
dana Rp1,5 miliar dari BJ Habibie kepada Yusril itu. 

Sedangkan beberapa menteri lain, yang mendapat tanggapan negatif dari
masyarakat adalah tiga jenderal (terutama Wiranto), Menteri Tenaga Kerja
Bomer Pasaribu dan Bambang Sudibyo. Para jenderal itu dinilai buruk karena
ia dari TNI, yang notabene masih menjadi sasaran protes masyarakat. Arus
reformasi salah satu tujuannya adalah penghapusan dwifungsi. Yang paling
dicela masyarakat dalam kabinet Gus Dur adalah nama Wiranto. Jenderal
berbintang empat ini dianggap yang paling bertangungjawab atas terjadinya
sejumlah pelanggaran HAM oleh tentara, baik yang terjadi di Aceh, Timtim,
Ambon, Banyuwangi, Sambas, dan sejumlah peristiwa penculikan dan penembakan
mahasiswa di Jakarta dan kota-kota besar lainnya. Yang lebih membahayakan
Gus Dur, karena saat ini Wiranto sedang diincar pengadilan kejahatan perang
internasional.

Sedangkan Menaker Bomer Pasaribu ditolak oleh kaum buruh  karena terlibat
penyimpangan dana Jamsostek untuk membiayai mark up pembangunan gedung SPSI
dan pembiayaan pembuatan UU No.25/1997 tentang ketenagakerjaan. Ketua
Federasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSPSI) ini juga terlibat
merumuskan dan mengeluarkan kebijakan yang tidak berpihak pada buruh.

Bomer dianggap terlibat mengendalikan dan mengontrol organisasi buruh lewat
Permenaker No. 3/1993 yang kemudian menjadi Permenaker No. 201/1999 tentang
Pendaftaran Serikat Pekerja. Dia juga dianggap terlibat pembuatan Permenaker
No. 1/1994 tentang Pembatasan Organisasi Buruh di tingkat Perusahaan. 

Adapun Bambang Sudibyo, dipilih menjadi Menkeu bukan karena melulu atas
kecakapannya, melainkan karena desakan dan KKN Amien Rais. Maklum, Bambang
adalah teman dekat Amien Rais di PPSK dan UGM. Penilaian minus tentang
Bambang didasari atas kiprahnya selama ini yang tidak ada yang bisa
dibanggakan. Selain karirnya sebagai dosen UGM biasa-biasa saja, juga
kiprahnya di PAN kalah jauh dibanding Faisal Basri, Sekjen PAN. Namun
Faisal yang sempat disebut-sebut Gus Dur sebagai calon menteri ternyata
ditolak Amien Rais karena hanya berbeda pendapat dengan Amien.

Keterlanjuran memasang beberapa menteri ini memang bukanlah semata kesalahan
Gus Dur. Tapi juga Amien Rais, Akbar Tanjung, Megawati dan Wiranto. Karena
ternyata, merekalah yang menyusun kabinet Abdurahman Wahid periode
1999-2004. Tidak ada kata terlambat! (*)

---------------------------------------------
Berlangganan mailing list XPOS secara teratur
Kirimkan alamat e-mail Anda
Dan berminat berlangganan hardcopy XPOS
Kirimkan nama dan alamat lengkap Anda
ke: [EMAIL PROTECTED]


----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

Kirim email ke