Precedence: bulk


GELAR DOKTOR HAMZAH HAZ ASPAL DAN YAHYA MUHAIMIN PLAGIAT  

        JAKARTA, (SiaR, 2/9/99). Kabinet Gus Dur-Mega kembali digoyang skandal.
Kali ini menyangkut Menko Kesra dan Taskin Hamzah Haz yang gelar doktornya
diduga asli tapi palsu (aspal), serta Menteri Pendidikan Yahya Muhaimin yang
gelar doktornya merupakan hasil menjiplak karya orang lain (plagiat).

        Tindakan tidak terpuji dari kedua menteri ini sudah menjadi pengetahuan
umum di kalangan akademisi kampus sejak beberapa tahun belakangan. Hamzah
Haz membeli gelar doktornya dari sebuah lembaga pendidikan "gurem" yang
beroperasi di kawasan Jakarta Pusat. Sementara itu, Yahya Muhaimin dituduh
menjiplak karya orang lain untuk menyusun disertasinya yang mengambil tema
tentang bisnis di kalangan militer dan birokrat Orde Baru.

        Kasus plagiat yang dilakukan Yahya Muhaimin ini sempat menjadi perdebatan
di salah satu suratkabar nasional beberapa tahun lalu. Disebutkan, bahwa
Yahya mencontek mentah-mentah, tanpa perubahan, karya tulis penulis yang
dikutipnya. Seperti footnote yang tidak ada perubahan sama sekali dengan
karya penulis yang dikutipnya. Gelar PhD-nya, diperoleh Yahya dari perguruan
tinggi bergengsi di AS, Massachussette Institute of Technology (MIT).  

        Sedangkan gelar doktor yang diperoleh Hamzah Haz yang mempunyai dua isteri
itu, sempat melahirkan olok-olok diantara rekan-rekan sejawatnya di kalangan
DPR-RI di masa Soeharto berkuasa. Rekan-rekannya menjuluki gelar doktor
Hamzah Haz sebagai, gelar doktor dari "kaki lima" di jalan Kebonsirih.

        Sementara itu, Yahya Muhaimin di kalangan rekan-rekannya sesama staf
pengajar di Universitas Gajah Mada (UGM) dikenal merupakan seorang akademisi
karir yang tidak terlalu dikenal sejak masa mahasiswanya sebagai aktivis
salah satu organisasi ekstra maupun intra mahasiswa.

        "Ia memang ikut sebagai anggota Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, tapi bukan
sebagai organizer, hanya anggota biasa yang tak terlalu aktif dalam
menggagas kegiatan organisasi," ujar salah seorang mantan aktivis mahasiswa
tahun 1960-an, dan 1970-an.

        Cendekiawan Dr Onghokham menyatakan keprihatinannya terhadap
realitas adanya beberapa menteri yang gelar akademiknya diragukan
kredibilitasnya. Menurut Ong, Presiden Gus Dur bisa saja meminta pihak
sekretariat negara untuk memeriksa kembali kebenaran informasi tersebut,
karena hal ini menyangkut kewibawaan kabinet yang dipimpinnya.

        "Dimana integritas moralnya jika menteri yang memimpin departemen
itu ternyata terlibat di dalam suatu tindakan yang tidak terpuji di dunia
pendidikan itu?" kata Ong.***


----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

Kirim email ke