Precedence: bulk
TENTARA TEMBAK PENDUDUK KENDAL
SEMARANG, (TNI Watch! 3/11/99). Rusmani (31) warga Desa Jatirejo,
Kecamatan Pegandon, Minggu (31/10) malam, tewas diterjang dua peluru tajam
yang dilepaskan Fa, anggota Koramil Pegandon, Kendal. Satu peluru bersarang
di dada dan satu lagi di punggung. Sedangkan rekan korban, Kamin (20), jatuh
terkulai akibat tembakan pada paha kaki kanannya. Dua hari berikutnya Fa
menyerahkan diri ke Sub Denpom Kendal, Selasa (2/11).
Menurut informasi yang berhasil dikumpulkan, sore selepas maghrib itu,
warga Magangan geger oleh suara tembakan beruntun, di Jl. Magangan menuju
hutan, tepatnya di sisi barat Balaidesa. Tak lama kemudian masyarakat
menemukan Rusmani telah tewas mandi darah. Sementara, Kamin tergeletak di
dekat korban, sambil merintih kesakitan. Sedangkan pelaku penembakannynya,
Serda Fa langsung kabur.
Mengetahui tetangganya tewas ditembak, massa yang menggunakan satu truk,
dua mobil bak terbuka, dan puluhan kendaraan roda dua, memburu Fa di
rumahnya, Pegandon. Namun usaha mereka sia-sia karena yang dicari melarikan
diri. Karena kesal, massa mengalihkan sasaran ke sebuah rumah di Desa
Gemuhblanten, yang disangka rumah Fa, namun ternyata rumah mertuanya. Pagi
harinya, jenazah Rusmani, bapak satu anak, Senin (1/11) dimakamkan di
pemakaman setempat, diantar ratusan warga Jatirejo. Namun wilayah itu sudah
dijaga penuh oleh tentara dari pasukan Yon Arhanud 15 Jatingaleh, Semarang.
Sementara itu menurut pengakuan Fa yang dua hari berikutnya menyerahkan
diri ke Sub Denpom Kendal, sebelum melepaskan tembakan dari jarak 35 m,
anggota Koramil Pegandon yang berpakaian dinas itu bermaksud menghentikan
mobil truk yang diduga mengangkut kayu jati curian dengan penumpang belasan
orang, dari arah hutan menuju ke Jl. Raya Magangan. Tapi truk yang
dhentikannya itu tidak berhenti, tapi justru seperti akan menyerempetnya.
Sambil menghindar Fa melepaskan beberapa kali tembakan ke arah truk
tersebut. Satu tembakan mengenai dada kiri Rusmani yang tembus ke arah
punggung dan satu tembakan lainnya mengenai paha kaki kanan Kamin. Rusmani
terjatuh dari atas truk dengan posisi bagian muka yang jatuh lebih dulu
sehingga mulutnya mengalami luka parah.
Hasil pemeriksaan awal yang dilakukan Sub Denpom dan Kodim Kendal,
menyatakan Fa tidak memberi tembakan peringatan sebelum menembak tersangka.
Fa ternyata dalam tugasnya tidak berkoordinasi dengan atasannya.
Komandan Kodim Kendal, Letkol Hadito, mengatakan senjata yang digunakan Fa
dari jenis yang berkaliber 9 mm. Magazinnya mampu diisi penuh 30 peluru,
tetapi sewaktu Fa menyerahkan ke atasannya, dalam magazin masih tersisa 18
butir peluru.***
_______________
TNI Watch! merupakan terbitan yang dimaksudkan untuk mengawasi prilaku TNI,
dari soal mutasi di lingkungan TNI, profil dan catatan perjalanan
ketentaraan para perwiranya, pelanggaran-pelanggaran hak asasi manusia yang
dilakukan, politik TNI, senjata yang digunakan dan sebagainya. Tujuannya
agar khalayak bisa mengetahuinya dan ikut mengawasi bersama-sama.
----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html