Precedence: bulk
PEMUDA FRONT PEMBELA ISLAM BAKAR GEREJA DI DEPOK
JAKARTA, (SiaR, 3/11/99). Ratusan pemuda yang tergabung dalam Front Pembela
Islam (FPI) bersenjata golok, pedang, dan bom molotov membakar rata bangunan
Gereja Protestan Indonesia Barat (GPIB) Jemaat Shalom, di Jalan Kembang Liu
Depok, Selasa (2/11) sekitar pukul 03.00 dinihari.
Keterlibatan FPI terungkap karena para penyerang berteriak dengan teriakan
lantang menyebutkan nama organisasi mereka. Hal ini dibenarkan oleh sumber
di Polda Metro Jaya, Rabu (3/11) ini. Sumber itu menyatakan akan menggunakan
klaim para penyerbu itu untuk memulai penyelidikan kasus tersebut.
Pihak kepolisian hingga kini belum memperoleh motif di balik
penyerbuan tersebut. Tapi salah seorang warga gereja yang kebetulan
bertempat tinggal di dekat gereja itu menyebutkan kemungkinan pembakaran itu
menyangkut izin pendirian rumah ibadah gereja yang telah berdiri sejak tahun
1994 itu.
Para penyerang itu, menurut kesaksian sejumlah warga, merupakan
orang-orang yang tak dikenal warga penduduk sekitar lokasi gereja. Ketika
penyerbuan terjadi, beberapa warga setempat yang juga muslim mencoba
mencegah tindakan para penyerang yang ditaksir jumlahnya mencapai tiga
ratusan orang itu. Bahkan salah seorang warga yang ingin mencegah pembakaran
gereja itu sempat dikalungi clurit lehernya oleh para penyerang, sehingga ia
tak berdaya sama sekali.
Ketua Umum FPI Al Habib Muhammad Rizieq, serta Sekjennya M Annam tak
berhasil ditemui di markas mereka di kawasan Ciputat. Saluran telepon
genggam-nya juga dimatikan sehingga SiaR kesulitan untuk memperoleh
konfirmasi dari mereka.
Menurut sejumlah saksi mata saat penyerbuan itu, seorang warga
mengenali salah satu pemimpin penyerbuan itu adalah Habib Razief Siddiq yang
di dalam struktur organisasi FPI menjabat sebagai Panglima Perang.
FPI dikenal masyarakat sebagai salah satu ormas Islam yang juga terlibat di
dalam berbagai pengerahan massa untuk "mengamankan" jalannya Sidang Umum MPR
lalu. Sumber di kalangan ormas Islam menyebutkan keberadaan FPI tak terlepas
dari keterlibatan Pangdam Jaya Mayjen Djadja Suparman. Tujuannya, kata
sumber itu, untuk membuat berbagai provokasi yang mengarah kepada terjadinya
konflik horisontal antar warga masyarakat.***
----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html