Precedence: bulk
Sobron Aidit :
NYANYIAN HARAPAN
Di kamarku yang sepi
bersunyi sendiri
kunyanyikan lagu Gus Dur - Mega
suaraku memang tak baik
mungkin sumbang bahkan jelek
tapi kusuarakan dengan sepenuh hati
biarlah jangan sampai orang lain medengar
tapi ada duabelas daun-pintu
yang ada di apartemenku
biarlah mereka saja yang menilai
karena suaraku tidaklah berharga
buat telinga orang lain.
Gus Dur - Mega
terimalah nyanyianku
tentang dan buat kalian
harapanku - doaku - sembahyangku
dua orang kalian
adalah sama-sama orang pinggiran
seperti juga kami
keluargaku - teman-temanku
bedanya : kalian orang pinggiran
selama belasan tahun
kami menjadi orang pinggiran
selama dua generasi
dan sampai kini.
Harapanku : peluklah dan setialah pada demokrasi
bukan hanya dekap, tapi pegang erat-erat
buangkan jauh-jauh korupsi dan kolusi
bukan hanya kata-kata, tapi buat
camkan dan pahat
setia sampai ke lubang lahat.
Haruslah berani menjadi jembatan
yang dinjak-injak orang demi demokrasi
dan lagi dengan berani mewujutkan suara rakyat
walaupun harus menyeret
orang-orang yang sudah terkenal jahat
yang dulunya kalian bimbangkan
ragukan demi "kebaikan dan rasa ke -Timuran".
Mari, Gus Dur - Mega
biar pincang, setengah buta
tapi bukanlah hatinya
biar bisu, tak pandai berhandai-handai
dan berbicara meroyal kata-kata
tapi hati dan jiwanya terang
berbinar bagaikan bintang.
Harapanku yang juga adalah harapan
keluarga - teman - dan sahabat - kenalan
kuanggap kalian adalah gunung
tempat timbunan awan
kalian adalah teluk
tempat perahu dan kapal berlabuh aman
dan demikianlah harapanku
doaku - persembahyanganku
amien,-
Paris 25 Oktober 1999
----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html