Precedence: bulk


Bung Redaksi,....

     Akhir-akhir ini TNI menduduki tempat pertama didalam pemberitaan media
cetak  dan  elektronika.  Mulai dari tingkah laku okmum yang melanggar HAM,
sampai  keterlibatan TNI di Tim-Tim.  Ada yang menarik untuk saya sampaikan
di sini  mengenai  carut-marutnya  wajah  ABRI/TNI  saat ini.  Dari sikapnya
membela  yang  berkuasa & berduit, melakukan bisnis pribadi sampai arogansi
di barak militer.

     Contoh kecil saja adalah, anda bisa melihat ulah serdadu-serdadu ini di
luar Jakarta terutama di luar  pulau  Jawa.  Semua  kendaraan  roda  empat,
roda dua yang berjalan melewati markas  militer  harus  pelan  dan super pelan.
Malah ada lelucon Warkop  yang mengatakan, angin saja, kalau melalui kompleks
militer kecepatannya cuma 40 km/jam.

     Apabila melebihi  kecepatan  yang  ditentukan oleh militer setempat anda
langsung  mendapatkan  hukuman  dari  pihak yang piket saat itu. Mulai dari
hukuman  yang  "ringan", dengan menghitung tiang-tiang pagar dari sisi satu
ke sisi  yang  lain, kemudian hukuman paling berat adalah squad-jump, push-up
bahkan kalau sial, malah ditampar.

     Kejadian  ini  saya  amati, mulai markas militer (Artileri) di Bangkinang,
Lhokseumawe, sampai markas-markas militer yang berada di sepanjang lintas Suma-
tera di daerah Palembang.

     Kenapa semua kendaraan yang melintas jalan di depan instalasi militer,
yang notabene  jalan umum dan jalan propinsi harus mengurangi kecepataan?
Lagipula
yang menggaji tentara itu kan rakyat? Dari gaji sampai dengan peluru dan pakaian
mereka!

     Mungkin ini salah satu yang harus diperhatikan oleh kita semua.

Salam,

Hero Soebarna

----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

Kirim email ke