Precedence: bulk


CATATAN PERJALANAN
------------------
Oleh JJ. KUSNI


1. GENESIS
----------

akhirnya aku dan juga kau, dik, menjadi penjelajah-penjelajah jauh
sungai, hutan, pulau dan tanahair tak lagi menjadi batas kembara
warna hijau merah paspor hanya penunjuk pelabuhan awal perjalanan
dan ke mana kemudian kita pulang kembali berlabuh
sedangkan kita sesungguhnya sudah menjadi warga bumi kemanusiaan
ketika bumi kini menjadi satu kampung mungil bertambah mungil

pinisi dan pelaut-pelaut di atasnya
kitalah, dik, kitalah!
dan tujuh samudra bumi 
adalah hidup kita arungi!
maka jangan tangkupkan layar
jangan hentikan perahu
mencari ufuk demi ufuk
mengurai buhul-buhul rahasia


2. KEMBANGKAN LAYAR, JANGAN TANGKUPKAN!
---------------------------------------

kematian memang selalu di samping di dalam perahu
seperti malam menunggu fajar gugur di barat
entah di buritan entah di haluan
tapi tahukah adik bahwa
keganasan ajal bakal luluh
oleh kecintaan akan hidup kita menangkan?

maka jangan tangkupkan layar
jangan hentikan perahu
menggapai ufuk demi ufuk
mengurai buhul-buhul rahasia


3. DERITA ADALAH MUATAN HIDUP
-----------------------------

dari jauh dan dekat
kau tuturkan kepadaku
duka orang sendiri menangani segala peristiwa
dingin alam dingin kehidupan
kegelapan rumah tanpa nyala dan
kegelapan kehidupan dari hari ke hari
kegundahan orang sendiri
serta kegundahan oleh kemiskinan
tapi perjalanan ini jugalah yang menunjukkan
dengan gamblang menjelaskan
bahwa derita itu adalah muatan pinisi hidup
ada dipalkah
ada di ruang tengah
menyertai setiap langkah bagai bayang-bayang
surut?
mengapa kita surut ke belakang?

mendayung perahu di sungai sala
di sungai sala memancing saluang
cinta biar membara
jika mati tetapa seorang


4. KERAKAP DI ATAS BATU
----------------------- 

ke utara ke selatan
ke barat ketimur
kujelajahi busur bumi
kudengar orang menangis
rintihan dan gugatan
di mana-mana
erang dari penjara
lapar dan kematian
bom-bom dan kematian
gelegar petir menyambar jiwa


ke utara ke selatan
ke barat ketimur
busur bumi kujelajahi
kerap kusaksikan sebagai kembara
ada masih yang memperdagangkan sesama
minum darah sesama
menjaja kelaparan beretiket setiakawan 
aku bertanya
di manakah pahlawan?
siapakah pahlawan?


hari ini masih saja, dik
kemnausiaan dan keadilan
adalah kerakap di atas batu


5. "AKU INGIN HIDUP"
--------------------

terhadap seorang perempuan
orang-orang menyebutnya pelacur
ia dituduh membunuh seorang lelaki langganan
penguasa keadilan demi keadilan
memvonisnya hukuman mati

perempuan yang disebut pelacur itu
di hadapan ajal mengucapkan kata penghabisan:
"aku ingin hidup sebenarnya!"

o, bumiku yang mungil 
kehidupan yang tak ramah
betapa sering kalian seperti kanak-kanak
menjadikan hidup 
bagai gelembung sabun permainan!


6. BUKIT TENGKORAK DI ACEH
--------------------------

dua ribu
mungkin lebih
dua ribu orang
di tembak
di traktor
di buldozer
entah demi apa
tentara republik 
membunuh warganya
di aceh 
dan aceh-aceh lain


apakah presiden akan diam?
apakah panglima-panglima akan diam?
apakah republik akan diam?
apakah kita tetap diam?
begitu merosot sudah negara ini
segala-galanya merosot
dan jungkir-balik!


maka kepadamu yang di kampung-kampung
di sungai-sungai
di hutan
dan di gunung
kepada seluruh warga dayak
jangan biarkan kalimantan
jadi pulau tengkorak!
halau kayau dengan mandau
sumpit ulu hatinya
membela hidup
membersihkan pulau!
awas terhadap
yang berbedil dan seragam hijau


kantor gubernur
kantor bupati
kantor camat dan pambakal
dan segala kantor
jangan biarkan dicat hijau
tajamkan mata
menangkap penyaru
zaman ini
zaman penyaru!


Perjalanan, 1999.

----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

Kirim email ke