Precedence: bulk


1,9 JUTA HEKTAR HUTAN ACEH RUSAK, HPH & JAKARTA UNTUNG, RAKYAT KEBAGIAN
BENCANANYA

Tuntut Bubarkan Kanwil Kehutanan, Perkebunan & Transmigrasi di Aceh

BANDA ACEH, Radio Nikoya-FM (Kamis, 4/11).

Sumberdaya alam hayati yang merupakan komponen penting yang tak dapat
dipisahkan dari sisi kehidupan manusia, keanekaragaman sumberdaya alam
hayati tersebut selama ini mulai punah satu persatu dari habitatnya. Hal
tersebut lebih diakibatkan oleh salahnya kebijakan pembangunan dan
pengelolaan sektor hutan dan kelautan yang lebih memihak pada para penguasa
dengan berbagai prinsip-prinsip kelanjutan akan kelestarian ekosistem hutan
dan kelautan serta hak-hak masyarakat adat lokal, demikian, tutur, Khairul
Azmi, Direktur Eksekutif, LSM Pase-Aceh (Pagar Alam Semesta-Aceh), kepada
Radio Nikoya-FM, Kamis (4/11) di Banda Aceh.

Daerah Istimewa Aceh yang memiliki luas wilayah 57.365,57 Km2 dengan luas
hutannya 4.130.000 Ha dan beberapa kawasan diantaranya berstatus sebagai
kawasan Tanaman Nasional Gunung Lauser (TNGL) 792.675 Ha, 95.932 Ha sebagai
kawasan lindung/cagar alam dan lebih kurang 1,9 juta Ha, dikuasai oleh
HPH/HPHTI serta ratusan ribu hektar lainnya dinikmati dan dikuasai oleh
ratusan Hak Guna Usaha (HGU) Perkebunan, Areal Unit Pemukiman Transmigrasi
(UPT), serta areal Izin Pemanfaatan Kayu (IPK). Menurut, Khairul Azmi,
pimpinan LSM yang bergerak dibidang Advokasi Habitat Keanekaragaman Hayati
Hutan dan kelautan itu, menyimpulkan bahwa kerusakan habitat keanekaragaman
Puspa dan Satwa di Daerah Istimewa Aceh tersebut, karena diakibatkan oleh
kebijakan pembangunan HPH, HPHTI, HGU Perkebunan, Areal UP Transmigrasi dan
areal IPK yang cendrung lebih mengutamakan pemasukan devisa jutaan dollar
kepada negara, dari pada prinsip-prinsip kelestarian sumberdaya alam yang
ada, sedang masyarakat disekitar tak memperoleh manfaat apa-apa, kecuali
hanya kebagian bencana banjir puluhan tahun yang berakibat pada kegagalan
panen padi serta terancamnya keselamatan pemukiman mereka dari gangguan
satwa liar yang turun dari hutan. Sedangkan tuntutan rakyat sekitar Gunung
Lauser Aceh Selatan agar pemerintah menutup usaha HPH & HPHTI yang selama
ini telah begitu brutal membabat hutan di Aceh, malah tak digubris, hal itu
terbukti dari data tim Evaluasi Kinerja HPH Aceh, tampak masih beroperasinya
6 buah perusahaan HPH di Aceh Barat, 4 perusahaan di Aceh Selatan, 2 di Aceh
Tenggara, 2 di Pidie, 3 di Aceh Tengah, 3 di Aceh Utara, 4 di Aceh Timur, 3
di Aceh Singkil dan 1 di Pulau Simeulu.
Tercatat 8 HPH diantaranya menguasai ratusan ribu hektar areal hutan di
Aceh, seperti PT Raja Garuda Mas Group, PT Aceh Inti Timber, PT Tjipta Rimba
Djaja, PT Gruti, PT Alas Helau, PT Kruing Sakti, PT Inhutani IV dan PT Aceh
Nusa Indrapuri yang masih terus beroperasi hingga kini.

Berkaitan dengan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional (HCPSN), Jum'at (5/11),
Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Pase-Aceh, mengeluarkan penyataan sikapnya,
menuntut pemerintah untuk segera membubarkan Kantor Wilayah Departemen
Kehutan dan Perkebunan serta Kanwil Departemen Transmigrasi di Daerah
Istimewa Aceh, karena kedua instansi tersebut dinilai sebagai perpanjangan
tangan Jakarta mengeksplorasi kekayaan hutan di Aceh, yang telah ikut
terlibat sebagai 'dalang' dalam proses pemusnahan keberadaan habitat
keanekaragaman puspa dan satwa di Aceh., menurut Khairul Azmi, Kanwil-Kanwil
itu sebaiknya dijadikan Biro saja di Kantor Gubernur Aceh, dan penanganan
hutan serta perkebunan dapat limpahkan sepenuhnya kepada Kantor Dinas di
daerah tingka-II serta masyarakat adat lokal Aceh.

LSM Pase-Aceh juga mendesak pemerintah untuk segera membekukan semua izin
operasional HPH, HPHTI, HGU Perkebunan serta Areal IPK di Daerah Istimewa
Aceh dan menyerahkan pengelolaan sumberdaya alam tersebut kepada masyarakat
adat lokal di Aceh. Mengusut tuntas secara hukum para pejabat instansi
Departemen Kehutan dan Perkebunan serta Departemen Transmigrasi dan
pengusaha sektor kehutanan dan kelautan secara person, yang terlibat sebagai
dalang dalam proses pemusnahan keberadaan habitat keanekaragaman puspa dan
satwa di Aceh. (Ar).


News Division
RADIO NIKOYA 106.15 FM
Banda Aceh Hit Radio Station
URL 1 : http://www.nikoyafm.dk3.com
URL 2 : http://come.to/nikoyafm
URL 3 : http://watch.at/nikoyafm

----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

Kirim email ke