Precedence: bulk


JJ. Kusni:

HARI ITU DI MEULABOH


marak api membakar hari menjulurkan lidah naganya
menjilat langit meulaboh hari itu
sebuah kantor berobah lalu jadi abu
disulut hati luka disayat mata peluru

langit kelabu kota paris seperti biasa di musim gugur
sayu menatapku lirih menyapaku 
"wahai kusni, wahai sobatku yang pengembara
luka meulaboh, luka itu
luka mereka, sudahkah menjadi dendam 
dari ayah turun ke cucu? 
sumur luka berdarah 
apakah tergali sudah demikian dalam
maka kebencian menggenang menjadi dendam?"

paris musim gugur 
paris musim bunga
paris segala musim 
segala waktu
rumah tumpangan begitu kuhapal lika-liku
begitu kukenal segala jendela dan pintu
sobat kembaraku berwaktu-waktu
jika kenal indonesia
jika kenal aceh dan meulaboh
jika kau kenal republik pulau
kau kan manggut-manggut terpukau
gimana meulaboh 
gimana aceh 
bertarung 
merebut merdeka
menghalau bandit 
membangun
membela republik

jengkal demi jengkal
dijaga
jengkal demi jengkal
tak diserahkan
jengkal demi jengkal
adalah nyawa
diri
atau lawan

cinta adalah nyawa
tanah adalah nyawa
harapan adalah nyawa
demikianpun 
kemerdekaan anak manusia
adalah nyawa
paham makna lambang
kau paham
aceh
kau ngerti
meulaboh
kau jelas
suku-suku yang resah  
kau tahu 
mengapa
hutan
sungai
gunung
dan pulau-pulau
berapi
bertabur
damak
tombak
dan juga letupan
senapan kemarahan 


lalu kau pun
paris
rumah tumpangan
kau pun wahai segala musim
tak pernah enggan menyambut pengembara
pergi datang
datang pergi
hanya akan manggut-manggut
tak lagi bertanya
kecuali hanya manggut-manggut

meulaboh
aceh
meulaboh
dan segala suku
semua pulau
sebutkan nama mereka
mereka adalah bapak
mereka adalah ayah
dengan darah 
dengan tulang-tulang mereka 
dengan jiwa 
membangun republik
rumah bersama
rumah panjang
di dayak 
bernama betang

meulaboh dan aceh
meulaboh dan suku-suku
adalah bapak
tentara republik itu
adalah anaknya
malangnya 
dukanya
salahkah apakah sang bapak kepada langit
salahkah apakah sang ayah kepada dewa
kepada alam
anak bersenapang
menembak 
membunuh bapaknya 
membakar rumah lahirnya

salah apakah sang bapak kepada langit
salah apakah sang ayah kepada dewa
kepada alam
maka anak berseragam 
menyandang senapang
membakar
menembak
membunuh
meulaboh
membakar
menembak
membunuh
suku-suku?

marak api membakar menjilat langit meulaboh 
waktu menggali luka jadi dendam
sumur kebencian bertambah dalam 
menggenang dia dan terus menggenang 
siapakah penggalinya?
siapakah itu?
hei! jangan sembunyi!
meulaboh
aceh
suku-suku semua pulau
menudingnya:
dialah!
dialah itu!
anak telah membunuh bapaknya!
anak telah membakar rumahnya!
  

Perjalanan, Nopember 1999.

----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

Kirim email ke