Precedence: bulk
Diterbitkan oleh Komunitas Informasi Terbuka
PO Box 22202 London, SE5 8WU, United Kingdom
E-mail: [EMAIL PROTECTED]
Homepage: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/xp
Xpos, No 41/II/14-20 Nopember 99
------------------------------
KUCING DAN MACAN SKANDAL BANK BALI
(POLITIK): DPR tampaknya akan tetap mengejar keterlibatan BJ Habibie dan
Baramuli dalam skandal Bank Bali. Gubernur BI Syahril Syabirin pusing
memikirkan nasib kroninya.
Sejak laporan lengkap (long form) Pricewaterhouse Coopers (PwC) dibuka
secara resmi oleh DPR, pekan lalu, tidak berarti Skandal Bank Bali (BB)
terungkap dengan tuntas dari A-Z. Masih banyak tersimpan pertanyaan yang
belum terjawab. Membawa kemajuan atau justru kian gelap dan misterius?
Dari tiga kali Rapat Gabungan Komisi II dan IX DPR dengan auditor
internasional yang bermarkas di New York, Amerika Serikat, dan Ikatan
Akuntansi Indonesia (IAI) serta Independen Review Comittee atau Komite
Penilaian Independen (IRC/KPI), pekan lalu, dapat disimpulkan untuk
mencurigai Bank Indonesia. BI sangat menghambat penyelidikan PwC dengan
tidak mengizinkan dan tidak memberi keleluasan dan akses untuk meneliti
lebih jauh sejumlah account nama tertentu yang diindikasikan terlibat dalam
Skandal BB. Hambatan itulah yang oleh kalangan DPR (baik yang lama maupun
yang sekarang) mengindikasikan adanya "sesuatu" yang ditutupi Bank Indonesia.
"Sesuatu" tersebut dicurigai sebagai nama para pemilik account yang notabene
adalah para penguasa pada pemerintahan yang lalu. Konon disitulah tercantum
nama BJ Habibie, Timmy habibie, Baramuli, Tanri Abeng serta sejumlah nama
besar di negeri ini.
Sedangkan dari dua lembaga lainnya, yaitu IAI dan KPI/IRC, terungkap adanya
akal-akalan dalam memperlakukan tagihan piutang BB terhadap tiga bank
lainnya. Akibatnya, muncul perjanjian cessie, yang sebetulnya artifisial dan
mengada-ada untuk memuluskan pencairan dana dari BPPN dan BI. Sosok Gubernur
BI Syahril Sabirin, di sini sangat menentukan, untuk memuluskan pencairan
dana. Di samping itu juga, terungkapnya special treatment terhadap cessie,
di mana yang semula tagihan piutang BB sangat sulit dilakukan, namun ketika
disetujui munculnya perjanjian cessie, BI tanpa harus menunggu langsung
mencairkannya dalam sehari. Ini kuncinya.
"Dengan adanya indikasi lewat forensic account yaitu perjanjian cessie, yang
asal-asalan dan artifisial, Skandal BB ini sudah bisa diseret ke Polisi atau
Kejaksaan Agung untuk segera ditindaklanjuti," ujar Amin Aryoso, Ketua
Komisi II.
Karena indikasi itulah, maka fokus Panja DPR mengarah kepada peranan Syahril
Sabirin dan actor intelectual-nya, yang oleh DPR disebut "kucing" dan
"macan" dalam Skandal BB. DPR menuding BI diskriminatif dan double standart.
"Masa ada yang dibuka dan ada yang tidak dibuka, Apa dasarnya membuka
account nama lainnya, sedangkan account nama tertentu tidak bisa dibuka.
Mengapa nama lain kok tidak ada rahasia perbankan, sedangkan nama-nama
tertentu ada," tanya Suko, sebelum rapat dimulai. Seriusnya DPR tersebut
menjadikan Gubernur BI Syahril Sabirin mulai empot-empotan untuk mencari
celah pengamanan para kroni Habibie.
Kehadiran Syahril Sabirin yang ditemani Ginandjar Kartasasmita mendatangi
Megawati sehari setelah terpilih jadi Wapres konon untuk meminta
"perlindungan". Tapi apakah Megawati akan mem-backup-nya? Resikonya sangat
besar bagi Mega maupun PDI-P.
Soal forensic accounting (FA), menurut pengurus IAI, memang sudah terarah.
Indikasinya, terjadi lewat tindak pidana lewat forensik auditing, yang
biasanya dilakukan menyangkut fraud (kecurangan) pada lembaga atau seseorang.
"Kalau mau dibawa ke pengadilan, maka semua transaksi harus diterjemahkan ke
dalam hukum," jelas Suyatna, Deputi Khusus di BPKP. Supaya jelas dimana
persembunyian Kucing dan Macannya.
Hanya saja, janganlah terlalu kecewa jika hasil akhir skandal Bank Bali
tidak seterang yang diharapkan. Sebab, masih banyak teman-teman
Habibie-Baramuli yang masih menguasai legislatif, di eksekutif maupun
yudikatif. Atau jangan-jangan, Kucingnya berubah menjadi, Anjing! (*)
---------------------------------------------
Berlangganan mailing list XPOS secara teratur
Kirimkan alamat e-mail Anda
Dan berminat berlangganan hardcopy XPOS
Kirimkan nama dan alamat lengkap Anda
ke: [EMAIL PROTECTED]
----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html