Precedence: bulk


KENANGLAH AMIR SJARIFUDDIN SEBAGAI PERINTIS DEPPEN

From: "Nonon" <email address deleted>
Subject: RE: SiaR-->XPOS: TANGISAN MANTAN PANGLIMA
Date: Tue, 16 Nov 1999 15:30:16 +0700

Mas pengurus SIAR,

mungkin ini ada informasi tambahan. Informasi rekan-rekan EXPOS ini sangat
menarik dan sangat menggugah hati saya untuk berbicara:

Selama ini Deppen kita tidak tahu fungsi apa yang seharusnya diperankan.
Contohnya adalah apa yang diinformasikan oleh SiaR tentang almarhum Amir
Syarifudin.

1. Deppen tidak tahu siapa Menpen Pertama, dan tidak pernah dihargai atas
jasa beliau. Setahu saya kuburan atau makam beliau saja tidak pernah terurus
dengan baik. Saya tahu dimana beliau (Amir Syarifudin) dimakamkan yaitu di
desa dekat dengan kuburan leluhur saya (daerah Ngaliyan, Karanganyar, Jateng).

2. Dari sini mungkin Deppen kena Kutukan dari beliau.

3. Sebelum dimintakan menjadi nama jalan, sebaiknya kuburan beliau dibuatkan
monumen atau dibuatkan nisan yang baik, karena di situ beliau bersama rekan2
nya telah dimakamkan. Dari cerita teman-teman saya, kompleks pemakaman
beliau-beliau itu diratakan dengan buldozer, pada saat Soeharto berkuasa.
Beliau bersama 6 (enam) rekannya telah diratakan walaupun tidak bisa
dihancurkan.

4. Dimana 6 kuburan yang telah dihancurkan (diratakan) di dalam satu Fondasi
adalah Musso, Amir Syarifudin, Abdul Madjid, Sutiadjid, Suripno, Rono
Marsono, Alimin

-------

Catatan Redaksi:

1. Dari beberapa dokumen sejarah, sepengengetahuan redaksi, Musso dan Alimin
tidak meninggal bersama Amir Syarifuddin cs. Setiadjid (bukan Sutiadjid,
karena tidak ada Sutiadjid dalam jajaran pimpinan PKI) sampai tahun
limapuluhan masih hidup dan tinggal di Yogyakarta meski dalam penyamaran.

2. Amir Syarifuddin dimakamkan di dalam satu lubang bersama 10 orang
kawan-ka- wannya (tidak 6 seperti yang Bung Nonon tuliskan) yang sebagian
besar adalah pimpinan CC-PKI dekat sebelum tentara Belanda menyerbu
Yogyakarta (Agresi Militer Belanda II, jadi sekitar akhir tahun 1948).
Mereka bersebelas dieksekusi atas perintah Jenderal Gatot Subroto yang saat
itu menjadi Gubernur Militer. Mereka antara lain adalah Amir Syarifuddin,
Maroeto Daroesman, Soekarno, Soeripno dan lain-lain.

Oleh pimpinan PKI kuburan massal itu digali kembali dan setelah
di-identifikasi seperlunya, ke-sebelas perintis kemerdekaan itu dimakamkan
secara layak di desa itu juga. Sebagai catatan, di kantung baju Pak Amir
Syarifuddin diketemukan sebuah injil dalam keadaan utuh, karena belaiu
penganut agama Kristen Protestan.

----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

Kirim email ke