saya mempunyai tema diskusi bagaimana seandainya tema diskusinya yaitu
"Pencak Silat Menjadi olah raga wajib bagi TNI dan POLRI" karena saat ini
saya melihat banyak anggota TNI dan POLRI (sy tidak mengatakan seluruhnya)
yang menyepelekan PENCAK SILAT dan lebih membanggakan beladiri seperti
Karate, taekwondo, yudo dsb. karena kenal beberapa anggota TNI/POLRI yang
tidak tahu tentang PENCAK SILAT bahkan tidak pernah belajar pencak silat
mereka lebih tahu beladiri dari negeri seberang.
Dan ini sungguh mengkhawatirkan karena aparat bangsa dan
pemerintahan lebih senang membudayakan budaya bangsa lain daripada budaya
bangsa sendiri. kalo kita melihat tentara Jepang, tentara Cina, mereka
mewajibkan beladiri mereka sendiri dipelajari kepada aparat pertahanan dan
keamanan mereka, sedangkan kita malah sebaliknya. dan bukan tidak mungkin
jika hal ini berlangsung terus maka akan semakin terpendamlah kebudayaan
bangsa kita ini.
Mungkin IPSI, PERSILAT dan lainnya sudah berupaya untuk
melestarikan SILAT dan memperkenalkan silat kepada dunia tapi kalo kunci
pertahanan dan keamanan bangsa ini masih menggunakan beladiri negara lain
tidak mewajibkan beladiri bangasa sendiri, maka lambat laun "PENCAK SILAT
MENJADI TERKENAL DI DUNIA LUAR DAN TERPENDAM DI NEGARA SENDIRI". sedihh
rasanya......hiiik2x.
gimana teman2 ada komentar.....??!!
Agus Suprayogi
Petuah klasik :
"Mengerti akan orang lain adalah pandai, mengerti akan diri sendiri adalah
bijaksana. Menaklukkan orang lain adalah kuat tubuhnya, menaklukkan diri
sendiri adalah kuat batinnya. Yang puas akan keadaan diri sendiri adalah
kaya raya, yang memaksakan kehendaknya adalah orang nekat. Yang tahu akan
kedudukannya akan berlangsung mati dalam kebenaran berarti panjang usia"
"Manusia utama mengerti mana yang benar, Manusia rendah mengerti mana yang
menguntungkan dirinya. Manusia utama menyayang jiwanya, Manusia rendah
menyayang hartanya. Manusia utama ingat akan hukuman dosa-dosanya, Manusia
rendah ingat akan hadiah jasa-jasanya. Manusia utama mencari kesalahan diri
sendiri, Manusia rendah mencari kesalahan orang lain."
"Tiga puluh buah ruji berpusat pada poros roda di tempat yang kosonglah
terletak kegunaannya! Dengan tanah liat membuat mangkok bundar Di tempat
yang kosonglah terletak kegunaannya! Membobol pintu jendela pada sebuah
rumah Di tempat yang kosonglah terletak kegunaannya! Yang ada hanya sebagai
pegangan Yang kosong itulah yang berguna"
[Non-text portions of this message have been removed]