Salam,
Kita juga sangat berterima kasih, kepada O Channel yang telah meliput itu
semua.

tapi kita juga harus ingat beberapa hal bahwa :
1. guru2 silat itu orang timur punya etika dan adab. dan mereka tidak bisa
bicara langsung "to the point" seperti orang barat tapi yang di perlukan
adalah kesadaran dari pihak media itu sendiri dan pihak media harusnya
berhitung tentang masalah ini.
2. mereka para guru silat kebanyakan adalah orang tua dan masih banyak
menganut sifat tradisional. Justru dengan ketradisionalan mereka menjaga
kehormatan mereka. tinggal bagaimana kita menghargai mereka sehingga mereka
merasa dihargai.
3. harusnya dari pihak media melakukan komunikasi, kalo enggan membicarakan
dengan guru silat yang bersangkutan, kan bisa melalui muridnya yang seumur.
dan bisa menjelaskannya secara detail. setelah itu sang murid bisa
menyampaikan kepada sang guru, apakah syuting akan diteruskan ato tidak.
4. Para guru silat umumnya menganggap bahwa setiap yang tampil di Televisi
akan mendapatkan uang lelah, oleh karena itu tidak salah jika menggrundel.
maka sebaiknya dari pihak media menjelaskan sebelum melakukan syutingnya,
sehingga hal2 yang tidak di inginkan tidak terjadi.

Saya setuju dengan mas didit tentang masalah jenis liputan berdasarkan
divisi, dan kalo kita lihat acara Martial Art Journey, itu tidak bisa di
kategorikan sebagai berita tapi itu sejenis dokumenter. dan disitu dari
pihak media tersebut ikut belajar dan ada unsur acting disitu dan bukan
peliputan atau berita. Maaf! pada saat forum terbentuk, forum seblumnya
punya aturan yang dulu pernah di bakukan bahwa setiap belajar per kedatangan
di kenakan biaya..

semoga kita dapat menghargai budaya bangsa sendiri dengan penghargaan yang
pantas

sebelumnya saya mohon maaf kalo ada kata2 yang kurang berkenan.
Terima kasih

Agus Suprayogi


2009/5/23 O'ong Maryono <[email protected]>

>
>
> Tabek Tuan Inlander
>
> Dalam hal ini kedua duanya salah, kenapa dari awal tidak ada kesepakatan
> bersama jadi kedua keduanya juga punya hak untuk menentukan memiliki
> pilihan.
> Jangan ngegrundel di belakang
>
> Groetjes
>
> --- On Sat, 5/23/09, iwan setiawan 
> <[email protected]<wan711225%40yahoo.com>>
> wrote:
>
> From: iwan setiawan <[email protected] <wan711225%40yahoo.com>>
> Subject: Re: [silatindonesia] Informasi untuk O Channel dan Media lainnya
> To: [email protected] <silatindonesia%40yahoogroups.com>
> Date: Saturday, May 23, 2009, 1:58 AM
>
>
> TERIMA KASIH KEPADA PIHAK MARTIAL ART JOURNEY YANG MELIPUT TENTANG PENCAK
> SILAT TRADISIONAL. ...ANDA HANYA MENGANGGAP APA YANG MEREKA IKHLASKAN HANYA
> SEBAGAI OLEH-OLEH YANG GRATIS YANG DAPAT ANDA DAPATKAN SECARA CUMA-CUMA.
> KETIKA ANDA INGIN MENGANGKAT NILAI-NILAI LUHUR, SEHARUSNYA HAL REMEH TEMEH
> INI TIDAK PERLU TERJADI JIKA ANDA JUGA MENGHARGAINYA DAN MENGERTI.... .
>
>  INI MIRIP DENGAN PEMENTASAN ANDA KETIKA PERGI MENINGGALKAN TEMPAT LATIHAN
> YANG TANPA MENENGOK KE BELAKANG SEBAGAI TANDA PERPISAHAN YANG
> SANTUN.....SAYA TIDAK MENGERTI MENGAPA HAL INI BISA TERJADI ??
>
> Iwan Setiawan
>
> --- Pada Jum, 22/5/09, O'ong Maryono <oon...@yahoo. com> menulis:
>
> Dari: O'ong Maryono <oon...@yahoo. com>
> Topik: Re: [silatindonesia] Informasi untuk O Channel dan Media lainnya
> Kepada: silatindonesia@ yahoogroups. com
> Tanggal: Jumat, 22 Mei, 2009, 2:10 PM
>
> Sahabat silat
>
> Saya baru tahu nih Sepegetahuan saya jika pesilat untuk tampil show di TV
> Thai dapat ganti uang transport dan makan malam sekitar 5000 bath sekitar
> Rp. 1500.000,-kalau show di 17 Agustusan di KBRI Bangkok dapat uang ganti
> capek 10.000 bath lumayan untuk anak anak mahasiswa.
>
> Sekedar informasi tentang penghargaan terhadap pencak silat di negara
> tetangga.
>
> Wassalam
>
> O'ong Maryono
>
> --- On Fri, 5/22/09, Agus Suprayogi <agus.suprayogi@ gmail.com> wrote:
>
> From: Agus Suprayogi <agus.suprayogi@ gmail.com>
>
> Subject: [silatindonesia] Informasi untuk O Channel dan Media lainnya
>
> To: silatindonesia@ yahoogroups. com
>
> Date: Friday, May 22, 2009, 1:18 PM
>
> Assalamu'alaikum wr wb.
>
> Ada beberapa hal yang perlu infomasikan, mungkin disini ada teman2 dari O
>
> Channnel atau yang mempunyai kenalan terhadap penyelenggara Martial Art
>
> Journey,
>
> kemarin malam, tepatnya kamis malam tanggal 21 Mei 2009 jam 20.30, saya di
>
> telepon oleh salah seorang guru silat yang akan tampil dalam acara Martial
>
> Art Journey.
>
> dan sang guru menanyakan sesuatu hal dan hal tersebut juga sudah ditanyakan
>
> kepada teman2 guru silat yang pernah tampil di acara tersebut. dan jawaban
>
> semuanya sama yaitu "tidak ada". beliau menanyakan kepada saya, "apakah
>
> pihak O Channel memberikan dana (uang) kepada setiap guru yang tampil dalam
>
> acara tersebut?"
>
> kemudian saya menjawab, "Saya kurang tahu mengenai hal itu!" .
>
> (maaf saya tidak bisa memberi tahu guru silat dari aliran mana atau namanya
>
> siapa untuk menjaga kehormatan beliau)
>
> Oleh karena itu, saran saya kepada pihak O Channel khususnya dan media
>
> elektronik atau cetak yang lain pada umumnya . apabila ingin meliput atau
>
> membuat sesuatu acara yang berhubungan dengan acara yang melibatkan guru2
>
> silat, berikanlah sekedar uang (dana) lelah kepada mereka tapi perlu di
>
> ingat dana tersebut bukan sedekah (karena mereka akan merasa terhina kalo
> di
>
> bilang sedekah) tapi uang lelah dikarenakan mereka sudah mempersiapkan hal
>
> tersebut jauh2 hari (banyak hal yang sudah di keluarkan, mulai dari
>
> mengumppulkan murid, menelepon (pulsa) dsb ).
>
> Tujuan dari hal tersebut yaitu :
>
> 1. agar mereka tetap semangat untuk mengajarkan ilmunya dan tidak menutup
>
> diri kembali kepada setiap yang ingin meliput mereka
>
> 2. kita sudah tahu bahwa kondisi ekonomi guru2 silat pada umumnya adalah
>
> kurang bagus. setidaknya kita sudah menolong mereka untuk sesaat. dan
>
> anggaplah itu sebuah penghomatan buat mereka. sehingga pada masa yang akan
>
> datang jika ada yang meliput mereka kembali, mereka akan merasa di butuhkan
>
> dan bukan merasa di manfaatkan untuk sekedar *menaikkan rating atau oplah,
>
> atau tetap eksisnya acara tersebut dan tulisan tersebut.*
>
> 3. kita juga menyadari bahwa ilmu silat dianggap sebagai ilmu murah yang
>
> bisa didapat secara gratis. oleh karena itu kita harus merubah "image"
>
> tersebut bahwa Ilmu silat itu bukan olahraga murah dan gratis. dan untuk
>
> mendapatkan hal tersebut perlu perjuangan, sehinggga Pencak Silat semakin
> di
>
> hargai oleh bangsa ini dan dunia.
>
> 4. kita juga menyadari bahwa mereka tidak butuh piagam, plakat dll. bagi
>
> mereka itu hanyalah selembar kertas atau kotak kayu yang tak bernilai. tapi
>
> yang lebih bernilai adalah bagaimana keikhlasan memberi informasi,
>
> pelajaran, filosofi tentang pencak silat itu sendiri. dan hal itu juga
> sudah
>
> kita rasakan manfaatnya khususnya kepada para praktisi silat.
>
> mungkin itu sekedar informasi, buah dari pemikiran serta saran buat para
>
> media elektronik..
>
> "siapa lagi yang bisa menghargai budaya suatu bangsa kalo bukan bangsa itu
>
> sendiri yang menghargainya"
>
> Mohon maaf kalo ada kata2 yang salah.
>
> Terima Kasih
>
> --
>
> Agus Suprayogi
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
> Selalu bersama teman-teman di Yahoo! Messenger. Tambahkan mereka dari email
> atau jaringan sosial Anda sekarang! http://id.messenger .yahoo.com/invite/
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>  
>



-- 
Agus Suprayogi


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke