Sabtu, 8 April
2006 Mengintip Geliat Pantai
Selatan Teluk Mak Jantu
Berkah Bagi Masyarakat Setempat
Singkawang,- Siang itu
di Teluk Mak Jantu, udara cukup panas. Dari jauh terlihat dua orang perempuan
bertopikan caping membungkuk menyusuri pantai. Cukup lama mereka membungkuk
sambil memegang ember di tangan kirinya dan kail di tangannya yang
digerak-gerakkan ke dalam air. Sementara mentari siang itu terus menyengat
membasahi sekujur tubuh mereka.
Ketika diajak berbincang-bincang, dua
perempuan paruh baya itu rupanya sedang mencari kepah di pesisir pantai Teluk
Mak Jantu. Mereka mencari kepah sebagai mata pencaharian tambahan rizki membantu
sang suami.
"Kepah ini sebagai tambahan rizki bagi kami. Lumayanlah
kalau dapat satu kilo, kepah-kepah ini kami jual seharga Rp 25 ribu ke rumah
makan sea food di Singkawang," kata Ibu itu ramah.
Menurut Ibu ini, dia
sudah melakoni pekerjaan tersebut sejak pendapatan suami mulai terhimpit. Satu
hari biasannya dia mendapat dua kilogram kepah, kadang pula hanya satu kilogram
saja. Terkadang tidak sampai satu kilo, tapi demikian tak jadi soal baginya.
Pekerjaan tersebut tidak saja dilakoni Ibu berkulit sawo matang ini dan
temannya yang saat itu bersamanya mencari kepah. Tapi juga banyak ibu-ibu
lainnya yang juga mencari kepah. Bahkan kaum prianya juga terkadang mencari
kepah di situ. Semuanya dilakukan sebagai mata pencaharian tambahan disamping
pekerjaan tetap kaum bapak yang diantaranya sebagai nelayan.
"Kami
sangat bersyukur dengan pekerjaan tambahan kami ini. Sedikit atau banyak kepah
yang kami dapatkan dari hasil penyisiran di pesisir pantai ini sangat membantu
pendapatan kami sehari-hari," kata Ibu pencari kepah lainnya yang mengaku
pekerjaan itu membuatnya cukup senang.
Ibu tersebut mengatakan,
kepah-kepah yang diperolehnya, terkadang juga untuk kebutuhan lauk pauk di
rumah. "Jika di rumah tak ada lauk-pauk yang bisa dibeli, hasil pencarian kepah
kami ini untuk makan sekeluarga," tandasnya.
Bagaimana jika Teluk Mak
Jantu itu sudah jadi wisata indah, tetap melakukan pekerjaan tersebut? "Kalau
tidak ada larangan dari pihak pengelola, kami akan tetap melakukannya. Siapa
tahu pengunjung yang datang ke Teluk Mak Jantu juga berminat untuk membeli kepah
hasil pencarian kami di pesisir pantai," katanya sambil tersenyum. Jika tidak
pun tak menjadi soal baginya, karena masih ada cara lain yang bisa dilakoni
untuk mencari rizki.
Demikianlah, Teluk Karang atau biasa disebut Teluk
Mak Jantu tidak saja menjadi tempat wisata nan indah di Kota Singkawang. Teluk
tersebut juga membawa berkah bagi masyarakat setempat untuk mencari rizki dengan
menangguk kepah di pesisir pantai.**
=====================================================
Hapus bagian email yang tidak perlu sebelum me-reply
United Singkawang - [www.singkawang.us]
=====================================================
SPONSORED LINKS
YAHOO! GROUPS LINKS
|