Selasa, 18 April 2006
Kandidat Wali Kota Singkawang Sebatas di Warkop
Oleh : Ramdan
 
Singkawang, Pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kota Singkawang masih setahun lagi. Namun, beberapa nama sudah disebut-sebut akan meramaikan perebutan kursi Wali Kota dan Wakil Wali Kota. Pun begitu, geliat para kandidat pendatang baru dinilai belum terlalu tampak. Demikian diungkapkan Fungsionaris DPD KNPI Kota Singkawang, Nurdin kepada Equator Minggu (16/4).
 
Beberapa nama itu, disampaikan Nurdin antara lain H Awang Ishak, Raymundus Sailan, Said Djamil, Usman Sood. “Hanya saja di antara nama pendatang baru belum tampak geliat mereka apakah pasti akan bertarung atau tidak. Gembar-gembornya hanya di berbagai warung kopi saja. Jika itu terjadi hingga mendekati waktu Pilkada, maka sulit untuk bersaing dalam pertarungan. Kondisi itu pula membuat demokrasi di Kota Singkawang menjadi stagnan,” paparnya.
 
Kondisi ril di masyarakat, lanjut Nurdin, kiprah Wali Kota dan Wakil Wali Kota dengan kekuasaan dimiliki terus melakukan upaya pendekatan. Tak dipungkiri, realita masyarakat juga akan melihat pada kepentingan yang mungkin mereka nilai bisa memberikan konstribusi tersendiri. Terlebih Pilkada sangat berbeda jauh dengan Pemilu legislative, sehingga penilaian warga akan melihat siapa dianggap memberikan keuntungan.
 
“Khususnya perubahan status social. Nah, kalau kesempatan itu tidak dilakukan kandidat baru yang akan bertarung dengan penguasa sebelumnya maka menjadi sulit. Lagi-lagi demokrasi tidak berjalan, sementara sudah santer kalau kandidat berat adalah penguasa sebelumnya,” tandas Nurdin.
 
Namun begitu, siapa pun calon yang akan diusung tergantung parpol baik secara kursi di dewan maupun perhitungan suara. Peluang Awang sendiri, Nurdin menilai cukup besar setelah Awang Yudi Aryadi AMd menjadi Ketua DPD PAN Kota Singkawang. Meskipun secara perolehan kursi di dewan dan suara belum cukup namun Nurdin mengungkapkan tidak sulit bagi PAN merangkul partai lain berkoalisi. “Saya kira fenomena ini realita dan perlu menjadi kehati-hatian bagi kandidat lain,” tambahnya.
 
Hanya saja, ia mengingatkan keberhasilan PAN mengusung Ir H Burhanuddin AR-dr Hj Juliarti Djuhardi MPh merupakan perhitungan politik yang matang. Mengingat Pilkada yang diandalkan adalah figure sehingga sangat tepat untuk menetapkan siapa calon diusung. Burhanuddin merupakan sosok intelektual yang tidak memiliki cacat social di mata warga tentunya menjadi salah satu perhitungan tersendiri bagi PAN. DPD PAN Kalbar tentunya sangat memperhatikan aspek tersebut. “Ini juga adalah realita. All out PAN Kalbar ketika kampanye Burhanuddin-Juliarti adalah cermin karena figure yang diusung merupakan pilihan tepat. Saya kira banyak factor menjadi pertimbangan, selain figure merakyat tentunya aspek social di mata masyarakat dijadikan perhitungan. Karena itu PAN mesti tidak boleh kecolongan,” timpalnya.*
 
 
 


=====================================================
Hapus bagian email yang tidak perlu sebelum me-reply
United Singkawang - [www.singkawang.us]
=====================================================




YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke