Selasa, 18 April 2006
Prihatin Rumah Betang Belum Ada
Naik Dango Berpindah-pindah


Singkawang,-  Pelaksanaan gawai Dayak Naik Dango yang berpindah-pindah tempat setiap tahunnya perlu mendapatkan perhatian. Seperti disampaikan Patricius Leo. Kondisi ini dinilai sangat perlu untuk merealisasikan pembangunan rumah panjang atau rumah betang. Hanya saja sayangnya, rencana yang kerap didengungkan itu akhirnya sampai saat ini belum dapat terealisasi.

"Tahun sebelumnya di Happy Building, lalu ke GOR Bantilan dan nanti ini di Gedung Juang," kata Leo di kediamannya kemarin. Menurut Leo yang dipercaya sebagai Ketua Panitia pembangunan rumah betang atau rumah panjang itu pada tahun 2005 memang sudah ada anggaran yang dipersiapkan sebesar Rp75 juta untuk pembebasan lahan. Hanya saja, ketika dana itu akan dicairkan, ternyata panitia berhadapan dengan prosedur yang berbelit-belit dengan berbagai alasan.

"Sesungguhnya kita sudah mengantongi rekomendasi dari Walikota Singkawang. Dan Walikota Singkawang sebenarnya mendukung penuh, tapi entah bagaimana dana itu sulit untuk dicairkan," ungkap mantan Kepala DLHK Pemkot Singkawang itu.

Dengan tidak dapat dicairkannya dana tersebut, Leo mengaku kecewa. Kemudian pada tahun 2006 ini dianggarkan kembali sebesar Rp100 juta untuk kebutuhan yang sama. Menurut dia, seharusnya tahun anggaran selanjutnya adalah tahun anggaran bantuan luncuran. Artinya, jika anggaran 2005 tersebut dapat dicairkan, tentunya pada tahun 2006 ini sudah merupakan anggaran untuk kebutuhan yang mengarah ke fisik bangunan. "Kita pernah mengajukan bahwa untuk membangun rumah adat Dayak berupa rumah panjang itu kurang lebih sebesar Rp1,6 miliar untuk tahun 2006 ini. Itu pun karena kita diminta. Tapi kenyataannya tahun anggaran 2006 ini cuma dianggarkan Rp100 juta saja," ungkapnya.

Ditegaskan Leo yang saat ini mengisi harinya dengan mengurus sanggarnya, kebutuhan rumah panjang atau rumah betang itu untuk mendukung cita-cita Singkawang sebagai destinasi wisata di Kalbar. Leo menambahkan bahwa rumah panjang di Singkawang tidak hanya diperuntukkan bagi masyarakat Dayaknya saja. Rumah panjang di Singkawang, kata dia, diperuntukkan bagi seluruh masyarakat kota Singkawang. "Jika berdiri nantinya, rumah adat Dayak ini tidak hanya merupakan aset budaya dari masyarakat Dayak, tetapi juga masyarakat secara keseluruhan," tandasnya. Mengenai lokasi tentang rumah panjang itu. Leo mengatakan bahwa panitia sudah memiliki rencana tentang lahan tersebut. Dia hanya berharap kesungguhan dari pemerintah kota Singkawang sendiri untuk merealisasikan pembangunan rumah panjang tersebut. Apalagi mengingat visi dari pemkot Singkawang menjadikan daerah ini sebagai daerah tujuan wisata. Disamping kondisi lainnya jika melaksanakan Gawai Dayak Naik Dango, terpaksa dilakukan berpindah-pindah karena tidak ada tempat yang cukup representatif yang dimiliki.(bas)

 

 



=====================================================
Hapus bagian email yang tidak perlu sebelum me-reply
United Singkawang - [www.singkawang.us]
=====================================================




YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke