|
Dear Bung David,
Thanks atas kiriman artikelnya...
Sejarah mengenai Republik Lan Fang ini memang masih banyak
yang tidak mengetahuinya, termasuk oleh orang Kalbar sendiri. Saya sendiri
baru mengetahui sejarah ini setahun belakangan ini melalui internet.
Selama saya tinggal di Singkawang saya belum pernah dengar sekalipun mengenai
Republik Lan Fang ini.
Mengenai buku Republik Lan Fang, ada buku Lo Fang Pak versi
bahasa Mandarin karya Prof. Zhang Yong-He setebal 305 halaman.
Btw, tidak lama lagi akan terbit satu buku lagi mengenai
Singkawang, selain "Orang Cina Khek dari Singkawang" dan "Demi Waktu: Potret
Tionghoa Singkawang". Buku ini ditulis oleh Hasan Karman. Buku ini telah selesai
ditulis dengan jumlah halaman 300-an halaman kuarto, tinggal tunggu bagian
finishing seperti masalah pengejaan. Di dalam buku ini juga akan dibahas
mengenai Republik Lan Fang.
Berikut sedikit penjelasan dari Hasan Karman mengenai Republik
Lan Fang di bukunya:
---------- Forwarded message ----------
From: Hasan Karman Date: Sep 19, 2005 8:34 PM Subject: [alumni_smpb_skw] Untuk Dr. Sumitro (Lo Ng Sun) & Monterado To: [EMAIL PROTECTED] Boss, memoar tulisan veteran Jepang yg kamu kasih saya sudah diterjemahkan. Saya minta jasa staff The Japan Foundation, lumayan harganya, tapi sayang nggak bisa digunakan, karena ternyata veteran itu bukan bertugas di Kal-Bar, tapi di Kal-Tim, persisnya Balikpapan dan Samarinda. By the way, thanks..... Saya baru pulang ke Singkawang tgl. 15-19 Sep ini. Tgl. 16 Sep saya ke Monterado untuk meninjau dan mengambil foto dari situs-situs bersejarah Tionghoa dari masa kongsi maupun peristiwa tragis 1967. Saya pergi dg kakak saya. Karena tahu ada jembatan yg rusak, maka kami pakai motor bebek. Jarak Skw-Monterado sekitar 30 km. Kami sama2 tdk tahu situs-situs bersejarah tsb, jadi model nekad juga. Kira2 th 1993 kami pernah ke sana dan melihat banyak sekali kuburan Tionghoa (kongsi-san) yg tak terurus. Kali ini kami pergi, semuanya benar2 sudah raib, nggak tahu bagaimana raibnya. Yang jelas kongsi-san tsb kini jadi hutan karet dan kebun sahang (lada). Model nekad kami ternyata dituntun Tuhan. Tanpa sengaja kami bertanya kepada pemilik toko "INDRA MOTOR", Jl. Ps. Monterado 19, yg kami lihat dia orang Tionghoa, jadi melihat ada muka Tionghoa di situ merupakan kejutan buat kami (meski kejadian itu sudah 38 th yg lalu). Ternyata pemilik toko tsb adalah Chang She Tung (Atung), alumni SMP Bruder 80-83 (lihat buku alumni hal. 82, foto paling atas, kiri). Ketika kami ngobrol, dia sama sekali tidak kenal saya, namun ketika tanpa sengaja bicara soal Singkawang, saya tanya dia dulu sekolah dimana. Inilah manfaatnya bagi sesama alumni. Ketika dia bilang SMP Bruder, saya langsung tanya, ikut reuni 2004 nggak, dia bilang ikut. Lha, saya 'kan MCnya waktu acara makan malam di restoran HAPPY.... Barulah dia sadar, dan segera mempersilahkan Suhengnya masuk dan duduk, serta dikasih minum Aqua gelas. Istrinya (orang Dayak setempat) ramah sekali. Kami ngobrol, kemudian Atung langsung menawarkan diri utk mengantar kami untuk meninjau situs-situs yg dia ketahui. Kami meninjau danau Thai Pi yg terkenal pada masa kongsi, sungai besar yg dahulu bisa dilayari sampai ke Sungai Raya dan ke tempat2 lainnya (kini jadi kubangan dangkal krn rusak oleh tambang liar), dsb. Boleh dikatakan hampir semua situs bersejarah telah hilang. Data2 dan lokasi yg saya dapat dari naskah2 asli Belanda sudah tidak ada lagi, namun tiang bendera kongsi dari kayu besi masih menjulang tinggi menandai zaman keemasan mereka yg berani melawan Belanda sampai titik darah penghabisan (namun herannya tak sedikitpun ada pengakuan dari pemerintah republik tercinta ini). Setiap kita search kata MONTERADO atau kongsi dalam internet, maka nama Monterado tak pernah tidak disebut. Dahulu Monterado merupakan pusat pemerintahan yg oleh kalangan Barat disebut HAKKA REPUBLIC (silakan search website ini). Monterado menjadi pusat 14 kongsi yg bersatu di bawah bendera Fo Shun Cung Thong, sementara Mandor merupakan pemerintah tersendiri dengan kongsi independen, Lan Fong Kung Si yg didirikan oleh Lo Fong Pak. Baik Fo Shun maupun Lan Fong, sama2 memiliki pahlawan yg sangat heroik yg tidak pernah berhenti berusaha mengusir Belanda dari bumi Kal-Bar, namun karena kalah persenjataan dan strategi, ditambah mudah diadu-domba secara internal, maupun etnis2 lain (Melayu dan Dayak) yg dimanfaatkan Belanda, akhirnya satu persatu kongsi itu dihabisi. Paparan yg detail saya uraikan dalam buku saya. Kini sdh sekitar 200 hal lebih. Periode perlawanan dan runtuhnya kongsi sudah selesai. Saya akan masuk ke periode pendudukan Jepang, Orde Lama dan Orde Baru. Jika ada sesama alumni yg bisa infokan data2 yg jarang bisa ditemukan, tolong email saya. HK. --------------------- end of forward ------------------------
----- Original Message ----- From: david willyiam Halo my fellow Singkawang friends,sebenarnya ini adalah kiriman saya yg kedua.Dengan kiriman ulang saya ini saya harap kita dapat menambah wawasan kita tentang sejarah yang hilang ini. Dengan disertai gambar dan foto lukisan yang diyakini adalah lukisan wajah asli Lo Fong Pak ini dapatlah kita lebih mengenal beliau dan sejarah yang telah ditorehnya. Sejarah tentang Republik Lan Fang belakangan ini semakin diakui didunia dimana Republik Lan Fang didirikan bahkan lebih awal 10 tahun dari hari kemerdekaan Amerika Serikat. Dengan berharap suatu hari nanti ada seseorang yang menulis buku tentang sejarah perjuangannya. ===================================================== Hapus bagian email yang tidak perlu sebelum me-reply United Singkawang - [www.singkawang.us] =====================================================
SPONSORED LINKS
YAHOO! GROUPS LINKS
|
- [Singkawang] Republik Pertama di Nusantara - Republik Lan F... david willyiam
- Re: [Singkawang] Republik Pertama di Nusantara - Repub... Hendy Lie
