http://www.pontianakpost.com/berita/index.asp?Berita=Singkawang&id=133919
Senin, 5 Maret 2007 Beratraksi, Tatung Luka Perut dan Kaki Singkawang,- Dua tatung, Sabtu (3/3) mengalami luka. Satu tatung luka di bagian perut, dan satunya lagi di bagian kaki. Perut dan kaki mereka robek terkena senjata yang mereka gunakan sendiri saat sedang beratraksi. Keduanya, terpaksa harus dilarikan ke rumah sakit karena luka yang diderita cukup parah. Saat ditemui di Rumah Sakit Vincentius Singkawang, Nyit Kian Tung, (36) masih terbaring lemas dan selesai diberi perawatan oleh tim medis. Luka diperutnya cukup parah, sehingga harus di operasi. Menurut pengakuan perawat, luka yang mengenai perutnya cukup dalam. Khawatir akan mengenai usus perutnya, kata perawat tersebut, akhirnya rumah sakit memutuskan untuk melakukan operasi. Peristiwa naas yang menimpa Nyit Kian Tung sekitar sore hari saat melakukan ritual di jalan raya. Saat sedang asik beratraksi di sekitar pasar, dia melihat seorang wanita cantik dan langsung saja roh yang berada ditubuhnya lari. Akibatnya, tubuhnya yang kebal akan senjata akhirnya tembus dan perutnya harus direlakan tembus oleh senjata tajam miliknya sendiri. Bapak dua orang anak yang tinggal di Jalan Parit Ketapang Pasiran harus pasrah akan luka yang dialaminya. Dia terpaksa harus menginap di Rumah Sakit dan tidak dapat megikuti karnaval yang diadakan, Ahad (4/3) kemarin. Sedangkan Akiang (24) yang dikabarkan juga mengalami nasib serupa dan dilarikan ke Rumah Sakit DKT. Saat Pontianak Post hendak menyambanginya di rumah sakit milik tentara yang dibuka untuk umum itu, sudah meninggalkan rumah sakit karena lukanya tidak terlalu parah. "Kita sudah diperbolehkan pulang," kata salah satu perawat. Akiang ini adalah warga Jalan Gudang Utama, Roban mengalami luka robek di kaki sebelah kirinya. Lukanya cukup dalam, sehingga harus dijahit sekitar 30 jahitan. Dijelaskan, setelah dioperasi, Akiang langsung meninggalkan rumah sakit dan tidak harus menginap. Kemarin, Ahad, sekitar pukul 09.30 WIB di Jalan Sejahtera tatung berkelahi sesama tatung. Akibatnya, tatung yang bernama Atat mengalami luka. Untung kejadian tersebut bisa direda oleh kawan-kawanya sehingga keduanya saling memahami dan melanjutkan atraksinya di depan ribuan publik Kota Singkawang dan sekitarnya. "Kita memang mendapat informasi dan kita sudah berada di tempat kejadian. Kita damaikan keduanya supaya tidak berkelahi," kata anggota polisi, kepada Pontianak Post, kemarin. (zrf)
