http://www.pontianakpost.com/berita/index.asp?Berita=Singkawang&id=133908

Senin, 5 Maret 2007
Singkawang Jadi Kota Tatung
Aksi Si Loya Berhasil Sihir Penonton, Tiga Dibekuk, Dua Copet Dihajar Massa


Singkawang,-  Kemarin, Singkawang benar-benar menjadi kotanya para tatung. 
Meski berpanas terik dibawah sinar matahari, tetap tak menyurutkan aksi para 
tatung untuk unjuk gigi dan kebolehan dalam perayaan Cap Go Meh. Siang itu, 
sebanyak kurang lebih 400 tatung dengan gaya dan ciri khasnya masing-masing, 
mempertontonkan aksi mereka dihadapan ratusan bahkan ribuan turis dan warga 
yang memadati Kota Singkawang. 

Sebelumnya, mereka dilepas oleh Gubernur Kalbar, H Usman Jafar secara simbolis 
dengan membunyikan gong di Halaman Kantor Walikota Singkawang. Gubernur saat 
pelepasan turut didampingi Dirjen Departemen Pariwisata dan Walikota Singkawang 
Drs H Awang Ishak, serta beberapa pejabat teras Kota Singkawang. Aksi pelepasan 
di halaman Kantor Walikota Singkawang tersebut disaksikan ribuan warga dan 
wisatawan lokal dan manca negara. Mereka mengabadikan moment langka ini dengan 
kamera dan handycam. 

Dalam sambutannya, Gubernur Usman Jafar mengatakan, kegiatan ini merupakan 
moment penting untuk memperkenalkan seni dan kasanah budaya Kota Singkawang. 
"Ajang ini patut dijadikan sebuah agenda wisata di Kota Singkawang dan 
khususnya Kalimantan Barat. Kegiatan ini merupakan sebuah sejarah yang patut 
dilestarikan, jika perlu semakin dikembangkan agar semakin memiliki nilai 
kultur yang lebih apresiatif," kata Gubernur. 

Pada kesempatan tersebut, dia mengharapkan seluruh pihak terutama pemerintah 
dan warga Kota Singkawang bisa berperan serta untuk mendukung dan memajukan 
kegiatan seperti ini. "Mari kita lestarikan budaya ini dalam mengangkat harkat 
dan nilai seni Kota Singkawang dan Kalimantan Barat," ajaknya. 

Sekitar pukul 09.00 WIB rombongan tatung yang berjumlah sekitar 400 kelompok 
dilepas. Mereka berpawai mengitari jalan-jalan Kota Singkawang. Didepan 
rombongan tatung, sebuah mobil hias membawa Gubernur Kalbar, Walikota 
Singkawang, Dirjen Periwisata dan beberapa pejabat teras mengitari jalan-jalan 
utama kota ini. Akhirnya rombongan tatung ngetem dan terfokus di pusat kota 
didekat beberapa altar. Masing-masing tatung dalam aksinya mempertontonkan 
kebolehannya masing-masing. Ada yang mengiris-ngiris tangan, leher, pipi dan 
lidahnya. Ada yang menusuk telinga, rongga mulut dengan beberapa kawat tajam. 
Ada juga yang memakan ayam mentah dan daging mentah. Serta masih banyak aksi 
menegangkan lainnya. 

Dalam aksi tersebut, juga terlihat beberapa tatung wanita dan anak kecil. 
Bahkan para tatung wanita dalam aksinya tak kalah dengan tatung pria. Mereka 
mampu berdiri diatas tombak, pisau dan paku diatas Khiau atau tandu. Sungguh 
menakjubkan. Tatung anak kecil juga tak ketinggalan mengambil bagian, bergaya 
ala beberapa Jendral Mongol dan Thailand, mereka juga tak kalah hebat dengan 
aksi si tatung tua. Beberapa diantaranya juga menontonkan aksi menegangkan 
dengan menusuk-nusukan pisau di bagian perut dengan sesekali mengiris-giris 
pipi dan lidahnya. 

Pantauan Pontianak Post, banyak penonton terutama para turis dari luar yang 
dibuat kagum dengan aksi tersebut. Bahkan diantara mereka terlihat ketakutan. 
"Sungguh menyeramkan. Saya baru pertama kali kesini diajak teman. Biasanya 
lihat di TV. Tapi tak menyangka apa yang saya saksikan di televisi benar-benar 
saya lihat di depan mata. Terus terang saya heran dan takut," ujar Lisa, 
seorang wisatawan dari Jakarta. 

Hal serupa juga dikatakan Rima, yang mengaku dari Malaysia. Dia bersama 
rombongan sengaja datang ke Singkawang untuk melihat aksi para tatung dalam 
perayaan Cap Go Meh. Saat meilihat aski tatung, sedikit komentar yang keluar 
dari mulutnya, yakni luar biasa. "Aksi ini cuma bisa kami lihat disini makanya 
kami berbondong-bondong kemari. Saya sudah dua kali disini, dan jadi ketagihan. 
Sepertinya, ini akan menjadi suatu agenda rutin kami datang ke Kota 
Singkawang," tandasnya.



Kirim email ke