Dear Pak Robert ,
  
  terima kasih atas responnya. Apa yang saya uraikan itu hanyalah  bersifat 
dugaan dalam menyikapi, bukanlah tuduhan . Nah, beberapa dari  dugaan tersebut 
bisa jadi ada yang benar dan bisa jadi salah semua.  Nggak menutup kemungkinan 
saya salah menduga juga, wong cilik gini  hanyalah manusia biasa, hehehe...
  
  Tapi comment Pak Robert merupakan masukkan yang baik. Idenya bagus ,  
menelusuri lebih jauh lagi ke pelaku. Terima kasih pencerahannya Pak ,  semakin 
memperkaya sudut pandang saya dalam menyikapi permasalahan..  Pagi-pagi  dapat 
ilmu baru lagi dari Pak Robert , hehehe...
  
  Nah, mengenai apa yang dimaksud dengan "mengalihkan perhatian masyarakat". 
Itu merupakan informasi yang kebetulan pernah saya temukan dalam artikel di 
blog yang berjudul "Komunikasi politik orde Reformasi" . Artikel ini ditulis 
oleh Bung Asep Setiawan di http://freejournalist.wordpress.com  .
  
  Berikut saya hadirkan penggalan artikel yang memuat informasi tersebut :
  .................................
  ..................................
  Mochtar  Pabotinggi (1993) menguraikan dalam prosesnya komunikasi politik 
sering  mengalami empat distoris. Pertama, distoris bahasa sebagai topeng. Ia  
memberikan contohnya dengan melihat bagaimana orang mengatakan alis  “bagai 
semut beriring” atau bibir “bak delima merekah”. Uraian itu  menunjukkan sebuah 
euphemisme. [2]  
                Oleh  sebab itulah, bahasa yang menampilkan sesuatu lain dari 
yang  dimaksudkan atau berbeda dengan situasi sebenarnya, bisa disebut  seperti 
diungkakan Ben Anderson (1966), “bahasa topeng”.
    
                Kedua,  distorsi bahasa sebagai proyek lupa. Manusia makhluk 
yang memang  pelupa. Namun demikian dalam konteks politik kita membicarakan 
lupa  sebagai sesuatu yang dimanipulasikan. Ternyata seperti diulas  
Pabottinggi, “lupa dapat diciptakan dan direncanakan bukan hanya atas  satu 
orang, melainkan atas puluhan bahkan ratusan juta orang.” 
    
                Selanjutnya Pabottinggi membuat pendapat lebih jauh bahwa 
dengan mengalihkan perhatian seorang atau ratusan juta orang, maka
  massa bisa lupa. Bahkan lupa bisa diperpanjang selama dikehendaki  
manipulator. Di sini tampak distorsi komunikasi ini bisa parah jika  sebuah 
rejim menghendaki rakyatnya melupakan sejarah atau membuat  sejarah sendiri 
untuk melupakan sejarah pemerintahan sebelumnya.
  ..........................................
  .........................................
  (sumber : 
http://freejournalist.wordpress.com/2007/01/06/komunikasi-politik-orde-reformasi/
 )
  
  Untuk informasi lengkap dan menyeluruh, bisa dibaca ke blog tersebut. .
  
  Demikian sedikit alasan yang bisa saya sampaikan sebagai wong cilik yang 
mencoba belajar dengan membaca-baca , mohon maklum ya Pak.
  Sekali lagi, terima kasih..
  
  
  
  
  Salam,
  
  Rudi.
  
  
  
  
  
Robert Lay <[EMAIL PROTECTED]> wrote:                                           
       
Dear Rudi,
  Saya masih belum dapat memahami apa yang dimaksudkan "mengalihkan perhatian 
masyarakat".Kalau begitu ada pelakunya .Yang dimaksudkan pelakunya,siapa??
  Kalau kita tahu pelakunya baru kita akan tahu "dosa-dosa" yang dilakukan oleh 
pelaku(aktor) ,ini akan menjadi diskusi menarik.
   
  salam,
  Robert Lay-sydney.






                        




  

 


       
---------------------------------
Ahhh...imagining that irresistible "new car" smell?
 Check outnew cars at Yahoo! Autos.

Kirim email ke