Dear All,
Orang orang yg main di politik itu sering memberikan
sesuatu/imbalan kepada calon pemberi suara nanti di
waktu pengumpulan suara, sah sah saja asal yg
diberikan itu bukan "ikannya", tapi harus "jala" nya
untuk menjaring "ikan". Dan yg lebih susah lagi
rupanya pemberian "ikan" lebih gampang dan murah dari
pada memberikan "jala". Kasihan rakyat kecil setelah
habis di konsumsi, terus apa???  Kembali lagi mereka
keposisi seperti semula sebelum mereka di diberikan
hadiah. Wasted/pemborosan. Pada waktu mereka itu sadar
telah memberikan suaranya karena telah di sogok hadiah
tadi. Kasihan....
Kalo caranya berkampanye begitu saya rasa itu agak
aneh, sama saja dengan money politik/membeli suara.
Apalagi setelah masa kampanye abis terus dihapus lagi
system pembebasan biaya KTP. Yang dibebaskan juga
bukan actualnya, tapi karena dibayarin sama orang yg
berkampanye sementara waktu. Aduh ckckck...Kalo boleh
rakyat disuruh memilih, pasti mereka memilih membayar
KTP sendiri tapi diberikan kesempatan kerja yg lebih
baik.
Pemberian sumbangan band apakah bisa memberikan
sumbangsih yg besar dalam hal memperbaiki kehidupan
ekonomi rakyat, menghibur sih iya, tapi berapa lama
bertahan??? 
Keluarga kami yg tinggal di Kopisan tidak pernah
menikmati pilkada yg berguna. Pemulusan jalan, wong
memang jalan udah ada tidak seberapa penting di
mulusin. infrastruktur yg benar di perlukan adalah
penyambungan kabel telephone, tapi tidak pernah di
tanggapi sama mereka mereka yg memegang kendali
masalah ini. Sudah tidak ada gunanya untuk protest,
sudah berkali kali di ajukan dan berkali kali ditolak.
Sungguh ironis. Very very Indonesia, slow and berkelat
kelit, wait and see.
Menurut saya sah sah saja calon dari orang keturunan
Tionghoa bergerak di politik, but please safe our
face.  Jangan sama saja sama mereka yg...., kasih
sesuatu yg lain dari yg dulu, sesuatu yg fresh,
berguna, tahu kemana rakyat nya mau dibawa. 
Rgds,



--- Robert Lay <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Dear All,
>   Kemarin saya terima sms dari Mr.B yang tinggal di
> Singkawang.Beliau ini keberatan dengan fakta yang
> saya kemukakan didalam posting saya dengan judul
> “Kontribusi dari pak Hasan”.Menurut dia kontribusi
> dari pak Dr.Hasan Karman,SH,MM ada satu proyek yang 
> mereka nilai sangat signifikan bermanfaat bagi
> masyarakat.Yaitu proyek “No Fee KTP(kartu tanda
> penduduk)untuk masyarakat Lacibuk(desa KaliAsin
> Dalam,kelurahan Sedau).Pak Hasan membayar biaya
> pembuatan KTP.Sms Mr.B ini saya beranggapan bukan
> “suara protes”tetapi adalah suara minta
> keadilan.Untuk memperlakukan adil terhadap
> “voice”Mr.B ini,hari ini saya mengadakan cross
> checking ke desa Lacibuk.
>    
>   Populasi Lacibuk(desa Lacibuk
> dibagi3bagian,luar-tengah-dalam) kurang lebih 5000
> jiwa(98% orang etnis Chinese),menurut data pemilu
> yang  lalu ada sekitar 1700 orang yang ikut memberi
> vote.Menurut data dari masyarakat Lacibuk kurang
> lebih hanya 100orang yang disponsori oleh pak
> Hasan..Kalau diasumsikan populasi Lacibuk perlu
> memiliki KTP sebanyak 2000 jiwa(sekarang) berarti
> hanya 5% yang mendapat keberuntungan .Biaya
> pembuatan KTP Rp15000 per ktp,berarti Rp1,5juta
> untuk proyek No Fee KTP!.Tentu saja ini seperti
> potongan kepingan cake yang terlalu kecil dibagikan
> kepada masyarakat Lacibuk,dibandingkan pengeluaran
> untuk sponsor band Obeng di Saliung saja selama
> 3malam(Rp2.1juta x 3=Rp6.3juta).Menurut rumour yang
> beredar diLacibuk,pak Hasan hanya memberi prioritas
> utama kepada pendukungnya dalam hal ini,atau dengan
> pengertian hanya pendukungnya mendapat ktp
> gratis!.Kalau ini benar,saya merasa kasihan kepada
> pendukungnya karena mereka hanya menikmati potongan
> cake kecil dari
>  dana kampanye pak Hasan.Mungkin lebih beruntung
> kalau mereka bukan menjadi pendukungnya????
>   Menurut pendapat dari berbagai pihak,ini adalah
> salah satu proyek bermanfaat bagi rakyat
> miskin,karena mereka merasa nikmatnya  Pilkada
> singkawang.
>    
>   salam,
>   Robert Lay-sydney
>    
>   
> 
> Robert Lay <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>             Dear All,
>   attn:Lidya Pei.
>    
>   Pengalaman Anda tidak jauh beda dengan saya
> dikagetkan dengan kalender kandidat kita,Pak Hasan.
>   Pada akhir bulan yang lalu saya mengunjungi kota
> Singkawang.Ketika tiba dirumah keluarga kami,di
> living room terpasang kalender bergambar foto
> keluarga pak Hasan.Saya mengamati foto keluarga pak
> Hasan,anak-anaknya manis dan lucu(cute).Terutama
> anak gadisnya yang teenager itu.Untung putra saya
> tidak ikut holiday dengan kami kali ini,kalau ikut
> pasti diambil foto nona manis ini sebagai bahan
> koleksi untuk database di net. Nyonya Hasan memiliki
> kulit yang halus dan putih bersih. Itulah my
> impression terhadap keluarga pak Hasan dari foto
> tersebut.
>   
>   Hampir setiap rumah yang saya kunjungi pasti ada
> kalender pak Hasan.Melihat kualitas offset kalender
> itu dan jumlah populasi yang menerimanya paling
> tidak memerlukan dana sekitar ½ milyar
> rupiah(menurut dugaan saya secara kasar) untuk
> proyek “Free Kalender 2007”.Bukan hanya kalender
> saja pak Hasan telah kontribusi kepada masyarakat
> Singkawang,juga sponsor band pada saat merayakan
> hari ulang tahun Klenteng.Tarip band Obeng seharga
> Rp 2.1 juta permalam.Dan pada perayaan hari besar
> keagamaan pak Hasan juga memberi binatang
> korban(beberapa ekor sapi)untuk kemasyarakat.Jadi
> kesimpulan saya pak Hasan juga ada kontribusi kepada
> masyarakat belum menjadi walikota Singkawang.Kalau
> dinilai kurang lebih 1 milyar rupiah.
>   Tetapi keefektipan kontribusi pak Hasan bermanfaat
> bagi masyarakat (yang butuhkan)masih dipertanyakan
> oleh orang-orang diwarung kopi di daerah Singkawang
> dan sekitarnya.Terutama mereka(masyarakat Chinese
> yang miskin)di desa-desa.Sanggupkah program pak
> Hasan dapat meningkat taraf kehidupan mereka?
>   Kebetulan ketika saya ada di Singkawang banyak
> ketemu teman-teman diwarung kopi. Info tentang
> kontribusi pak Hasan saya peroleh diwarung
> kopi,berita dan opinion diwarung kopi jauh lebih
> dapat dipercaya daripada  koran local.Bahkan 
> ketelitian beritanya sudah sekelas BBC!Ini menurut
> pendapat saya.
>   
>   Mungkin suk suk Lidya kuatir dicap golongan “Luk
> Fa Nyin”(pengacau org chinese)kalau tidak mengantung
> kalender kandidat dari golongan Chinese?Selama ini
> juga beredar isu kalau orang chinese Singkawang
> memberi opinion miring terhadap kandidat golongan
> Chinese akan dicap Luk Fa Nyin.Entahlah isu ini
> benar atau tidak
>    
>   salam,
>   Robert Lay-sydney
>   
> 
> Lidya Pei <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>       Dear All,
> Kesan yg saya dapat kok seperti membeli kucing dalam
> karung? Si penjual bilang isinya kucing, tapi apa
> betul itu kucing? soalnya semua orang tidak melihat
> tampangnya. Setelah di beli dibuka eh eh ternyata
> bukan kucing, nah lho??? 
> Pak Hasan kenapa harus menunggu di vote dulu baru
> membantu, kenapa bukan dengan hati tulus aja bantu
> mereka yg membutuhkan, otomatis mereka melihat Pak
> Hasan tulus akan memvote penuh. Kalo ternyata isi
> karung pak Hasan bukan apa seperti yg di nyatakan
> pak
> Hasan bagaimana? Kan rakyat yg memvote akan kecewa.
> Makanya buktikan dulu dong. Lip Service itu siapa
> juga
> bisa. Tidak perlu orang yg lulusan S berapa. 
> Bagaimana rakyat singkawang tidak kenal Pak Hasan,
> setiap rumah mereka dibagikan kalender dengan foto
> keluarga Pak Hasan. Saya waktu pulang kampung heran,
> kenapa setiap rumah ada kalender yg sama, sampai
> rumah
> penjaga kebun keluarga kita juga ada kelender itu.
> Setelah saya dekati, wau...tadinya saya kira itu
> gambar selebritis bintang film di jakarta atau film
> hongkong. Gak tau nya selebritis politik Singkawang.
> Saya tanya penjaga kebun itu, emang suk suk kenal
> dengan orang di foto itu? Dia bilang yg penting
> orang
> digambar itu cantik dan ganteng apalagi putrinya,
> hahahahhahah 
> Kalau ini yg dinamakan dikenal sih....Semoga Pak
> Hasan
> mempunyai niat yg benar bersih dan tulus, hanya Pak
> Hasan dan Tuhan yg mengetahui itu.
> 
> --- Robert Lay <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
> > Dear All,
> > Membaca hasil dari wawancara VetoNews dengan pak
> > Hasan Karman sebagai salah satu calon walikota
> > Singkawang dalam pilkada pada bulan November
> > nanti.Interview ini sangat menarik bahkan dapat
> > menjadi bahan diskusi didalam forum ini.
> > Saya presume materi yang disampaikan oleh pak
> > Hasan didalam interview itu bukan pernyataan
> politik
> > resmi dalam kampanye pilkada atau sebuah konsep
> > pembangunan kota Singkawang.
> > Kalau asumsi ini benar,berarti kita tidak perlu
> > menguji kebenaran data –data yang beliau sampaikan
> > dalam interview tersebut.Atau tanpa melihat detail
> > bagaimana cara menjabarkan gagasan itu.
> > 
> > Ada beberapa point penting yang menjadi sasaran
> > pembangunan yang akan dilakukan oleh beliau jika
> > beliau terpilih menjadi walikota Singkawang
> > nanti.Misal disektor:
> > -parawisata
> > -perikanan
> > -pelabuhan-laut dan udara
> > -perekonomian
> > 
> > Melihat sektor yang perlu ditangani itu memerlukan
> > investasi besar dengan pendapatan asli
> > daerah(PAD)hanya sebesar Rp 10 milyar,tentu saja 
> > tidak cukup untuk membiayai proyek-proyek tersebut
> > diatas.,berarti akan mengalami deficit.
> > Diantara sekian sektor yang perlu mendapat
> > perhatian,yang menarik bagi saya yaitu perikanan
> > .Tentu saja terasi(blacan,bulacan)mendapat
> perhatian
> > saya ,karena kampung saya menghasilkan produk ini
> > .Perhatian beliau terhadap terasi sangat serius
> > seperti melalui pernyataan ini” Kalau nanti saya
> > jadi Walikota dan diterima masyarakat, saya akan
> > membantu mereka untuk membuat terasi yang lebih
> > hygienis dan bisa dipasarkan lebih bagus. Mereka
> > harus diberikan bantuan tehnis cara membuat terasi
> > dan mereka juga perlu bantuan modal untuk
> > mengembangkan usahanya.”
> > Saya kurang begitu yakin kalau masyarakat perlu
> > bantuan tehnis cara membuat terasi karena mereka
> > sudah melakukan hal itu dari turun
> > temurun,setidak-tidaknya mereka tahu apa yang
> > dilakukan.Kalau meminta bantuan modal itu sudah
> > pasti.Karena pada nelayan perlu modal untuk
> membeli
> > pelengkapan,penangkapan bubuk(udang kecil-mui
> > ha,bahan baku buat terasi).Untuk menangkap bubuk
> > tidak perlu kapal,karena habitas tempat bubuk
> hidup
> 
=== message truncated ===


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

Kirim email ke