Dear Pak Robert,
Komentar Pak Robert sedikit membingungkan.
Angka yang pasti untuk biaya proyek kalender ini kita tidak tahu,hanya pak
Hasan dan perusahaan percetakan,Tuhan yang tahu.Cuma kuatir angka itu
membengkak ke Rp600juta!
Bagaimana Pak Robert sdh mengatakan biaya cetak kalendar tsb sdh sekian milyard
tanpa ada data dan buktinya, dan ternyata di posting yang teakhir, yaitu yang
tertulis diatas ternyata pak Robert tdk tahu.
Mohon maaf sebelumnya, saya sendiri belum mengenal Pak Hasan secara pribadi,
namun saya sedikit terkesan dengan adanya political wajah baru dr kalangan
etnis Tionghoa. Sebagaimana teman² semua ketahui sampai detik ini belum ada
seorangpun political yang ada kepedulian kepada rakyat kecil.
Rakyat kecil semakin tertindas, perbedaan antara misikin dan kaya sdh seperti
bumi dan langit, hukum hanya berlaku untuk rakyat kecil.
Kenapa sih masalah membagikan kelendar menjadi permasalahan, saya anggap hal
ini wajar² saja dalam kampanye. Coba kita lihat waktu golkar, PDI, berkampanye
besar²an berapa banyak uang rakyat yang di-hambur² kan.
Lalu kita kembalikan pada pejabat² yang sekarang menjabat, korupsi, ketidak
adilan di-mana², kenapa tidak ada yang berani untuk menyelusuri kerakusan
mereka². Karena mereka² punya massa ? Karena mereka didukung oleh etnis²
mayoritas mereka, hingga mereka² ( pejabat² ) tsb tdk takut, dan seenak
jidatnya bebuat apa yang mereka mau.
Marilah kita renungkan kembali bersama, Pak Hasan punya cita² untuk
menghilangkan diskriminasi kesukuan.. Kalau diskriminasi ini lama kelamaan
terhapus, berarti kita menuju suatu arah kedamaian. Betapa indahnya itu suatu
kedamaian.
Lalu Pak Hasan punya keinginan untuk mengundang ivestor² asal dr singkawang
agar menanamkan modal mereka agar bisa menghidupkan dan membangun kota
singkawang.
Dan kalau seandainya nya ini berhasil tentunya sangat membantu masyarakat
singkawang dengan lapangan kerja.
Dan tentunya ini lebih baik dari pada mem-bagi²kan sumbangan, atau dana yang
rutin dan hal tsb hanya untuk memanjakan masyarakat saja, yang bersifat membuat
masyarakat menjadi malas dan tidak mau punya usaha.
Saya berkeyakinan dengan kepedulian dan kepimimpinan dari etnis yang minoritas
akan lebih ber-hati² dan lebih banyak keseriusan dalam memimpin, membangun dan
membantu rakyat.
Untuk itu marilah kita beri kesempatan dan memberi dukungan kepada Pak Hasan
Karman untuk memimpin kota singkawang, mudah²an dengan fasilitas yang beliau
duduki nanti bisa membangun dan membantu masyarakat singkawang. Dan mudah²an
singkawang merupakan suatu kota contoh atau teladan dibanding kota² lain yang
ada di indo.
Salam
u.ali sjahran
Robert Lay <[EMAIL PROTECTED]> schrieb:
Dear Hendy,
Hi,Hendy !
Selamat ketemu kembali.Di forum ini tanpa kehadiran Anda rasanya seperti ada
kekurangan sesuatu.
Untuk mengetahui harga cetak kalender pak Hasan itu tidak sukar.Kalau tidak
salah kalender itu dicetak di Kuching(?).Kita telepon ke perusahaan itu untuk
menanyakan berapa harga cetak per copy.Pada umumnya perusahaan percetakan
meminta jumlah minimum copy dicetak sebagai tanda jadi untuk mengerjakan
pesanan itu
Dalam kasus biaya cetak kalender,bukan suatu pengeluaran yang tidak dapat
diperhitungkan.Secara pembukuan(bookkeeping) mudah dilacak kembali pengeluaran
ini.
Angka yang pasti untuk biaya proyek kalender ini kita tidak tahu,hanya pak
Hasan dan perusahaan percetakan,Tuhan yang tahu.Cuma kuatir angka itu
membengkak ke Rp600juta!
salam,
Robert Lay-sydney
Hendy Lie <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
----- Original Message -----
From: Robert Lay
Hampir setiap rumah yang saya kunjungi pasti ada kalender pak Hasan.Melihat
kualitas offset kalender itu dan jumlah populasi yang menerimanya paling tidak
memerlukan dana sekitar ½ milyar rupiah(menurut dugaan saya secara kasar) untuk
proyek Free Kalender 2007.
*** Hm....1/2 miliar rupiah untuk kalender????? Apa gak salah tuh? Kalau
boleh tau gimana sih hitungan kasarnya Pak Robert sampai mendapatkan angka
seperti itu??
Kebetulan ketika saya ada di Singkawang banyak ketemu teman-teman diwarung
kopi. Info tentang kontribusi pak Hasan saya peroleh diwarung kopi,berita dan
opinion diwarung kopi jauh lebih dapat dipercaya daripada koran local.Bahkan
ketelitian beritanya sudah sekelas BBC!Ini menurut pendapat saya.
*** Hm...ketelitian berita di warung kopi sekelas BBC????? Apa gak salah tuh?
Dimana-mana orang juga tau kalau obrolan di warung kopi itu kebanyakan adalah
gosip. Atau mungkin sekarang BBC udah jadi stasiun tv khusus gosip nih? Sori
kalau emang benar demikian, soalnya saya di sini gak pernah nonton BBC sih :(
Mungkin suk suk Lidya kuatir dicap golongan Luk Fa Nyin(pengacau org
chinese)kalau tidak mengantung kalender kandidat dari golongan Chinese?Selama
ini juga beredar isu kalau orang chinese Singkawang memberi opinion miring
terhadap kandidat golongan Chinese akan dicap Luk Fa Nyin.Entahlah isu ini
benar atau tidak
*** Lha katanya obrolan di warung kopi itu seakurat BBC, kog sekarang malah
nanya isunya benar apa nggak? Kalau gitu gak salah donk dibilang obrolan di
warung kopi itu emang kebanyakan gosip
Salam,
Hendy Lie
---------------------------------
Ahhh...imagining that irresistible "new car" smell?
Check out new cars at Yahoo! Autos.
---------------------------------
Yahoo! Clever: Stellen Sie Fragen und finden Sie Antworten. Teilen Sie Ihr
Wissen.