http://www.equator-news.com/berita/index.asp?berita=KalbarRaya&id=60928
Jumat, 18 Mei 2007 Separuh Tionghoa Singkawang Ber-KB Singkawang,- Image bahwa masyarakat Tionghoa Kota Singkawang sulit untuk mengikuti program KB, sudah hilang. Sebab masyarakat Tionghoa kini sudah banyak yang ber-KB, dengan jumlah peserta cukup memuaskan. Hampir separuh dari jumlah masyarakat Tionghoa di Singkawang dipastikan menjadi peserta program KB. Kader Penyuluh KB Masyarakat Tionghoa, Venus mengungkapkan, kepastian separuh masyarakat Tionghoa di Singkawang mengikuti KB tersebut berdasarkan hasil pendataan mereka di lingkungan masyarakatnya. "Dari hasil pendataan kita, memang hampir separuhnya sudah mengikuti program KB. Bahkan mereka mengikuti program tersebut sudah cukup lama," kata Venus di sela-sela kesibukannya mengikuti kegiatan roadshow KB di Sinka Island Park, Selasa (15/5). Hanya saja ungkapnya, keikutsertaan masyarakat Tionghoa dalam program KB itu tidak terdaftar. Mereka umumnya mengikuti program KB tersebut secara mandiri. Artinya, mulai dari membeli akseptor KB hingga menggunakan KB itu dilakukan sendiri-sendiri, tanpa ada pembinaan dan penyuluhan dari kader penyuluh KB khusus masyarakat Tionghoa. Hal ini kata Venus kemungkinan disebabkan lantaran pengetahuan mereka yang sangat kurang terhadap pelaksanaan KB. Serta kurangnya kesadaran dari mereka untuk mengikuti program KB. "Kita akui, masyarakat Tionghoa masih rendah kesadarannya untuk berbaur dalam melaksanakan program KB. Meskipun pada dasarnya, pemerintah dan Posyandu sudah berupaya untuk melakukan sosialisasi mengenai program tersebut kepada masyarakat Tionghoa, " kata Venus yang juga warga keturunan Tionghoa ini, kemarin. Bong Nie Thong, kader penyuluh KB lainnya juga dari masyarakat Tionghoa menambahkan, sebagai penyuluh, pihaknya akan terus berupaya memberikan keyakinan kepada masyarakat Tionghoa bahwa KB itu penting. Pihaknya ungkap dia juga akan terus melakukan pendataan terhadap keluarga masyarakat Tionghoa yang belum dan sudah ber-KB. "Jika nanti, ditemukan banyak warga Tionghoa yang belum KB dalam pendataan itu, maka kita akan lebih intensif lagi dalam memberikan penyuluhan mengenai program KB kepada masyarakat Tionghoa," kata Bong. Jika selama dua bulan keberadaan mereka sebagai penyuluh melakukan penyuluhan dalam waktu sekali dalam dua minggu, maka nantinya akan dilaksanakan seminggu sekali atau mungkin lebih dari itu. Pihaknya kata dia juga akan terus melakukan upaya koordinasi dengan stakeholders untuk meningkatkan partisipasi masyarakat Tionghoa dalam ber-KB. Jika perlu tandasnya, pihaknya dari penyuluh juga akan memberikan pemahaman mengenai kegiatan-kegiatan kekeluargaan yang selama ini jarang diikuti oleh masyarakat Tionghoa. (mah)
