sumber : www.kompas.co.id (22 Mei 2007)
  
  
  
  
     
  Salam   sejahtera,
   
  tulisan di atas   merupakan berita yang saya temui kemarin sore di 
www.kompas.co.id . Berita dari Manila ini   tergolong langka dan menarik bagi 
saya pribadi, karena mencerminkan nilai   positif berupa kebesaran hati dan 
jiwa ksatria demi kepentingan masyarakat.   
   
  Mengikuti   pembicaraan seputar politik dan pilkada Singkawang di milis 
akhir-akhir ini   membuat saya teringat akan tayangan acara Save Our Nation di 
Metro TV beberapa   waktu silam. Waktu itu acara tersebut menghadirkan beberapa 
tokoh seperti,   Marissa Haque(yang pernah maju sebagai kandidat pilkada 
Banten), perwakilan dari   KPK, dan seorang ahli dari kalangan akademis. 
Tayangan ini sangat berkesan bagi   saya terutama ketika Bung Saur Hutabarat 
(Direktur pemberitaan Media Indonesia)   mengutarakan bahwa tingkat korupsi 
saat ini lebih tinggi dibandingkan dulu,   ketika pembicaraan menyinggung hal 
penataan sistem politik . Dalam kesempatan   itu Marissa Haque juga sempat 
berbagi pengalamannya sewaktu mengikuti pilkada   Banten, yang pada saat itu 
Marissa    justru mendapatkan perahu dari partai lain bukan dari partai tempat 
dia   bernaung. Pernyataan-pernyataan soal perahu dari Marissa Haque dalam 
tayangan   itu membuat saya teringat akan pepatah “Ada uang , ada
 barang”.  Dan menyisakan sebuah pertanyaan dalam hati, ”Seperti apakah peranan 
uang dalam   Pilkada?”
   
  Pertanyaan dalam hati kecil saya itu   akhirnya cukup terjawab ketika tanpa 
sengaja jalan-jalan di dunia maya  kesasar di www.antikorupsi.org  (tepatnya di 
sini), dan menemukan beberapa   tulisan. Salah satunya adalah tulisan dari 
Ibrahim Fahmy Badoh(Manajer Divisi Korupsi   Politik ICW) yang berjudul : 
”Manipulasi Dana Kampanye dan Politik Uang   Pemilu” . (file pdf-nya bisa 
didownload di sini   ).
   
  Dokumen tersebut menampilkan beberapa   bagan yang memaparkan pola yang 
terjadi serta hasil temuan di lapangan .Ada pun bagan   yang dimaksud antara 
lain :

     
     
    
     
     
     
    
     
     
      Sungguh dokumen tersebut mampu membuka mata dalam   sebuah wawasan, 
apabila  ditelaah dengan   menyeluruh.  
   
  Tanpa terasa Pilkada juga akan diselenggarakan di   kampung halaman. Memang 
menarik mengikuti berbagai berita seputar hal ini. Yang   namanya Pilkada pasti 
tak akan luput dari upaya menarik simpati dari calon   pemilih. Entah itu tulus 
atau lips service, janji nyata atau gombal , akhirnya   masyarakat pun pasti 
bisa menilai.
   
  Kalau saya boleh berpendapat, rasanya pemimpin   yang baik itu merupakan 
sosok yang tulus dan punya hasrat untuk mencerdaskan   kehidupan masyarakat 
bukan malah sebaliknya. Niat para tokoh yang maju dalam   bursa cawako demi 
memajukan kota Singkawang memang pantas dihargai, saya pribadi   menurunkan 
topi dan hormat tinggi akan niat tersebut. Silahkan berkompetisi,   yang 
penting jangan menjadi masyarakat sebagai keledai yang diarahkan dengan   
wortel. Cerdaskanlah masyarakat, karena kami pun punya mata , telinga dan   
pikiran, serta anak cucu yang kan mengingat sepanjang   masa.
   
  Siapakah cawako terbaik yang layak untuk dipilih   dalam perhelatan Pilkada 
Singkawang nanti? He..he... sebagai wong cilik yang   jauh saya kurang tahu, 
dan juga tidak berani sok tahu apalagi mengada-ada.   Berspekulasi pun saya 
tidak mau, salah-salah nanti malah dicap pembulak di   pinggir jalan. 
   
  Demikian sedikit curahan hati saya sebagai wong cilik   tanpa ada maksud 
menggurui, melainkan hanya sekedar berbagi dalam sebuah   ekspresi.
   
   
  
  
  Salam,
   
  Rudi.
  
  
  YM: cukheliang
  www.friendster.com/cukheliang
  http://hakka-singbebas.blogspot.com
  
  
  



  

 


       Shape Yahoo! in your own image.  Join our Network Research Panel 
today!http://us.rd.yahoo.com/evt=48517/*http://surveylink.yahoo.com/gmrs/yahoo_panel_invite.asp?a=7
 hot CTA = Join our Network Research Panel

Kirim email ke