http://www.pontianakpost.com/berita/index.asp?Berita=Singkawang&id=13887\ 5
Senin, 18 Juni 2007 Coblos di Luar, Belum Ada Ketentuan Singkawang,- Keinginan mahasiswa Singkawang yang tinggal di Pulau Jawa khususnya Yogyakarta untuk bisa menyoblos ketika pelaksanaan pilkada Singkawang, masih belum bisa dipenuhi. Sebab, tak ada yang mengatur tentang tempat pemungutan suara (TPS) di luar ketika pelaksanaan pilkada. Demikian diungkapkan anggota Komisi Pemilihan Umum Kota Singkawang, M Yani SPd kepada Pontianak Post, kemarin. Menurut Yani, jika memang ada ketentuan yang mengaturnya, KPU bisa menyediakan TPS di luar Kalbar, pihaknya siap saja. "Karena kita terbentur aturan, maka kita tidak bisa melaksanakan hal tersebut. Jangankan di Pulau Jawa, di Kota Pontianak mahasiswa asal Singkawang juga tidak bisa menyeblos di Pontianak. Jika mereka memiliki hak suara harus kembali ke Singkawang menggunakan hak pilihnya," kata Yani. Bila kedepannya ada perubahan aturan, kata dia, sebelum pelaksanaan pilkada Singkawang, KPU akan mengikuti aturan tersebut. "Pilkada berbeda dengan pemilu yang lalu. Dimana kita bisa menyediakan TPS agar warga yang bersangkutan ini bisa memberikan hak pilihnya, walaupun tidak bermukim di tempat mereka terdaftar," katanya. Sebagaimana diberitakan, mahasiswa asal Kalbar yang menuntut ilmu di Pulau Jawa mendambakan memiliki hak pilih. Sebab, ketika pilkada di tempat mereka menuntut ilmu, mahasiswa tidak memiliki hak pilih sama sekali. Staf Ahli Dewan Pengurus Keluarga Pelajar Mahasiswa Kalimantan Barat (DP-KPMKB) Yogyakarta, Heru Farhani ketika dihubungi via telepon selulernya menegaskan hal tersebut. "Berdasarkan informasi dari survey yang dilaksanakan sekitar tahun 2004 menyebutkan, bahwa warga Kalimantan Barat yang saat itu merantau di Yogyakarta mencapai angka sepuluh ribu orang. Informasi yang kami terima dari bincang-bincang angkanya seperti itu. Tapi alangkah baiknya pemerintah mensurvey terlebih dahulu, agar datanya valid," ujar Heru. Diakui Heru, ketika pilkada Yogyakarta, mahasiswa asal Kalbar tidak mempunyai hak pilih. "Seharusnya untuk pilkada Kalbar kami dapat menggunakan hak pilih. Jangan sampai kami seperti orang terasing. Disana (Yogya) tak punya hak pilih. Disini (Kalbar) juga tidak dapat menggunakan hak pilih yang merupakan hak kami sebagai warga Kalbar atau Singkawang pada khsusunya," kata Heru. Mahasiswa yang menuntut ilmu di Universitas Negeri Yogyakarta ini meminta pemerintah mesti pandai untuk mensiasatinya. "Karena sebagian besar dari mahasiswa tidak bisa pulang mengingat perkuliahan yang sangat padat," kata Heru.(zrf)
