http://www.pontianakpost.com/berita/index.asp?Berita=Singkawang&id=13900\
9

Selasa, 19 Juni 2007
Bandara Singkawang Tinggal Tunggu Izin Mendagri

Singkawang,-  Rencana pembangunan bandara bukan hanya sekedar wacana.
Pemerintah Kota Singkawang melalui Badan Perencanaan Daerah (Bapeda)
saat ini sedang memperjuangkan agar proyek pembangunan bandara ini bisa
terwujud secepatnya. Kota Singkawang sebagai kota jasa dan pariwisata
dirasakan sangat pantas memiliki sebuah bandara sebagai perwujudan dari
tata tranportasi wilayah Kalbar.

Kepada Pontianak Post, Kepala Bapeda Kota Singkawang, Drs Sumastro Msi
mengungkapkan, saat ini Gubernur Kalbar H Usman Jafar, telah merespon
positif rencana pembangunan bandara tersebut. Tinggal menunggu Ijin
mendagri. "Setelah mendapat rekomendasi Gubernur, secepatnya kami akan
kami ajukan ke Mendagri, jika penggodokan dipusat berhasil, pembangunan
bandara tinggal menunggu waktu," kata Mastro.

Setelah mendapat ijin Mendagri, lanjutnya, Bapeda akan membuat master
plan bandara Singkawang. Terus berlanjut ke enggenering design,
penetapan area dan persiapan teknis lainnya. "Pembangunan bandara bukan
hanya sekedar wacana tapi Insya Allah akan benar-benar terealisasikan,"
kata dia optimis.

Untuk lokasi pembangunan bandara tersebut, Sumastro mengatakan hingga
saat ini sudah ditetapkan satu lokasi ideal seluas 300 hektar di wilayah
Kecamatan Singkawang Utara tepatnya di Kelurahan Sungai Rasau. "Lokasi
ini cukup strategis dan sangat cocok untuk pembangunan bandara," ujarnya
seraya mengharapkan dukungan dari masyarakat agar rencana pembangunan
bandara tersebut bisa behasil.

Pembangunan bandara sedikit terkendala, menurut Mastro, karena dinilai
akan menyaingi keberadaan Bandara Supadio. Tapi karena perjuangan yang
maksimal, Gubernur akhirnya merespon positif pembangunan tersebut.
Sebagai daerah yang berkembang, kata Mastro, Singkawang dinilai cukup
pantas memiliki sebuah bandara untuk arus transportasi udara yang cepat.
"Jika pembangunan bandara terwujud, tahap awal kami akan memulai dari
tranposrtasi angkutan pesawat cargo. Bila semakin berkembang tak
tertutup kemungkinan akan berlanjut ke pesawat penumpang," jelasnya.
(bdi)



Kirim email ke