http://www.pontianakpost.com/berita/index.asp?Berita=Singkawang&id=13900\
8

Selasa, 19 Juni 2007
Sumbang Saran Buat Peserta Konvensi PG Incumbent is Imposible
Oleh: Heru Farhani*

KONVENSI Partai Golkar untuk pilkada Kota Singkawang yang berlangsung
sangat menarik untuk disimak. Apa pasal? Pertama, PG merupakan partai
terbesar kedua di Singkawang.

Alhasil, setidaknya ada jaminan mutu bahwa kandidat yang maju dengan
perahu PG akan mendapat dukungan suara yang besar. Mengingat, PG telah
memiliki jaringan dan sistem kaderisasi yang memadai. Kedua, kandidat
yang melamar PG dan sebelumnya sudah gagal menggunakan perahu lain tentu
akan habis-habisan memperebutkan perahu ini.

Ketiga, ikut mendaftarnya calon incumbent, yakni Wali Kota Awang Ischak
akan menjadi tanda tanya besar. Dimana kiblat DPD PG Singkawang?
Mengingat ada dua kasus besar yang melibatkan PG. Pertama, kita telah
mengetahui, untuk pilkada Gubernur Kalbar, PG mendukung calon incumbent
Gubernur Usman Ja'far. Mengingat adanya salah satu klausul (menurut apa
yang dibocorkan Oesman Sapta Odang) bahwa kandidat Gubernur Kalbar yang
menggunakan perahu PG wajib berpartisipasi memenangkan semua pilkada di
Kalbar dan pemilihan Presiden Indonesia 2009.

Tentu kandidat wali kota versi PG sangat diuntungkan. Nah, siapakah yang
kira-kira bakal mendayung PG Singkawang? Bisa jadi, Awang akan
mati-matian dan berharap dukungan PG terhadap calon incumbent di Kalbar
juga berlaku sama untuk dirinya.

Kedua, dengan posisi PG saat ini, justru mempunyai kesempatan untuk
memperbaiki citra partai dengan mengusung calon yang bersih dan
merakyat. Saya sangat salut ketika kasus video Yahya Zaini mencuat di
parlemen. DPP PG berani dan cepat tanggap mencoret nama YZ dari daftar
politisi senayan.

Nah, dengan dasar sikap itu kita meyakini pula bahwa DPD PG Singkawang
pun tidak gegabah dan menjadikan kasus YZ sebagai percontohan serta
tolak ukur untuk menentukan pilihan dan jawaban dalam konvensi PG 20
Juni 2007. Jangan sampai hanya karena kepentingan sesaat, justru akan
mengkerdilkan partai ini ke depan. Ini sangat penting diperhatikan untuk
menjaga kebesaran dan citra partai di pemilu 2009. (Akan menjadi sebuah
tradisi yang baik, dengan menilai dan melakukan evaluasi terhadap
kondisi Kota Singkawang saat ini, maka dalam konvensi nanti hati nurani
kita akan berkata: Incumbent is impossible.

Masih banyak nama lain yang patut diperhitungkan. Oh ya, jangan lupa
pula akan figur yang menjanjikan sebuah fenomena politik baru. Dalam
hemat penulis, HM Sudin Asrin, Ketua Pusat Koperasi Angkatan Darat
Kalbar ini, adalah sosok yang selalu berpasrah diri, istiqomah, namun
memiliki jaringan luas. Politik kedua belah tangan (berdoa), mungkin
itulah adagium yang pantas disematkan. Atau, Ir Darmawan yang
bersemboyan "kaum muda yang dipercaya". Kini, dimanakah kiblat DPD PG?
Kami menanti sebuah jawaban! Selamat Konvensi PG).



(* Sekjend Pusat Gerakan Mahasiswa Pendidikan Nasional.

Mantan Kepala Departemen Kajian Strategis KAMMI UNY)



Kirim email ke