Lalu airtanah mana yang akan dicari? ??? Selamat mencari airtanah untuk kehidupan yang lebih baik. ???
??? bagaimana ??? mencarinya ??? induce ??? polarization ??? sesimik (seismik) ??? kalibrasi ??? pa' dhe ??? to le ??? ok deh pakai garam aja. regards, garam ??? >From: Hidayat Boesran <[EMAIL PROTECTED]> >Reply-To: [email protected] >To: [email protected] >Subject: Hal: [Singkawang] Penyanyi Yaa . . . ? >Date: Wed, 25 Jul 2007 10:10:40 -0700 (PDT) > >Pa' Dhe pernah minta tolong sama Om Rachmat Fajar Lubis ya untuk bagaimana >cara mencari air tanah ? > >Iya betul To Le, Pa' Dhe kan ngga pernah mengecap pendidikan tinggi, apa >lagi tentang Geologi. > >Pa' Dhe hanya tau cara nyari air pake tumpukan garam saja seperti yang >dilakukan orang dulu. > >Oleh karena itu Pa' Dhe ada nulis di millis : > >Tulisan tetangga Pa' Dhe njelimet ! > >Ya To Le, itu tulisan untuk kalangan sendiri di IAGI. > >Pa' Dhe pikir mungkin bermanfaat untuk orang laen, makanya Pa' Dhe sertakan >tulisan itu. > > > >Pa' Dhe ada minta ijin ngga sama Om Rahmat Fajar Lubis untuk masukin >tilisan beliau di millis. > >Om Fajar bilang, kalo tulisan itu bermanfaat silahkan saja di masukin ke >millis. > >Memang banyak orang yang nanya setelah membaca tentang tulisan itu langsung >ke Om Fajar. > >(ada 39 email yang masuk ke Bp. Rahmat Fajar Lubis, seandainya ada yang >berkenan membaca jawaban Mas Fajar atas 39 pertanyaan tsb, Pa' Dhe dapat >mengirimkannya ke email anda) > >Sedikit Pa' Dhe sertakan pertanyaan itu : > > > > > > > >ini >kelihatannya utk cari air buat industri besar, lha kalo buat keperluan mck >dirumah piye? kalo musti lakukan survey geolistrik atau metoda lain sebelum >ngebor biayanya terlalu mahal, lagi pula pilihan lokasi titik bor disekitar >rumah kita kan terbatas.sdh given dari real estate, no choice at all tapi >yg >pasti harus away dari septic tank. Nah ada kiatnya enggak? atau pasrah sama >tukang bor saja. Dirumahku yg baru aku punya 2 reservoir(akifer) -22 m dan >- >45m, yang dangkal jernih tapi baru 4 bulan sdh depleted, yang dalam butek >dan >perlu difilter habis2an. tetangga sebelah sumurnya 60 m dgn debit dan >kwalitas >yang baik, tapi ada drilling enginneer yg tinggal 500m dibelakang rumah dgn >letak topografi +/- 5 m lebih tinggi dari rumahku ketemu akifer pada -12m >dengan debit dan kwalitas yg baik. Wah ini bener2 stratigraphic. Lain kali >kalo >mau bor lagi aku musti jadi wellsite geologistnya. > > > >Jawab : > > > > > >Saya coba >bantu jawab ya.. > > > >Kalau >sudah skala rumah seperti itu maka teknik yang paling murah adalah >mengkalibrasi dengan kondisi pemakaian airtanah disekitarnya. Kalau memang >hanya air dengan kualitas yang kurang baik yang didapat.. ya mau tidak mau >kita >beralih berbicara mengenai teknologi peningkatan kualitas air baku :p > > > >Sayang Pak >Witan tidak menceritakan apa yang ada diantara 22-45 meter di sumurnya. >Kalau >diantara itu adalah batuan impermeabel maka ada 2 sistem disini. Yang 22 >meter, >mungkin sudah tereksploitasi oleh tetangga yang di topografi lebih tinggi >itu. >;p > > > >Kemudian >geologi umum lokasi ini akan sangat membantu, sebagai contoh untuk daerah >multi >akifer (endapan sungai, danau dan vulkanik) pengalaman saya, pemasangan >screen >pada lokasi yang berdekatan dengan sedikit perbedaan (yang satu 40-60 meter >dan >satunya 55-60 meter) ternyata memberikan hasil kualitas air yang sangat >berbeda. > > > > Salam, > Fajar > > > > > >apa benar >penggunaan jetpump sedalam 30-an meter akan mengganggu debit air sumur gali >disebelahnya? > > > >Saya punya >kasus begini. Sumur gali rumah saya kedalaman 10 meter. Letaknya sekitar 30 >meter dai pinggir sungai cliwung, daerah bojong gede, bogor. Di dalam >sumur, >sewaktu penggalian ulang tanggal 18 Agustus 2006, karena airnya kering, >ditemukan bongkahan batu (kali?) sebesar kepala orang dewasa. Batu2 >berjumlah >puluhan itu bercampur dengan pasir (sungai?) warna kehitaman. Warnanya >ketika >diangkat kepermukaan dan terkena sinar matahari berwarna putih, mirip batu >kapur, tetapi setelah dipecah dalamnya warna abu-abu, seperti batu biasa. > > > >Setelah >digali 2 meteran, dibawah 2 batu besar yang tak dapat diangkat ke >permukaan, >terdapat mata air yang cukup bagus debitnya di musim kemarau ini. Setelah >disedot dengan mesin pompa kecil (kekuatan 125 watt) selama 1 jam 45 menit >airnya tidak tekor hingga tulisan ini saya buat. > > > >Tetangga >sebelah yang berjarak 2 rumah (sekitar 15 meter) bermaksud membuat sumur >bor, >menggunakan mesin hidrolik, untuk mencari air dalam (air tanah tertekan?). >Alasannya karena sumur gali di rumahnya tak mengeluarkan air lagi setelah >digali. Namun penggalian itu belum menemukan kumpulan batu2 seperti di >sumur >gali rumah saya. > > > >Pertanyaannya. >Apakah pembuatan sumur bor itu, dengan menggunakan pompa jetpump dapat >mempengaruhi debit air permukaan di dalam sumur saya? Dan apakah itu juga >berpengaruh terhadap sumur gali lainnya yang berada di sekitarnya? > > > >Bila >mempengaruhi apa penyebabnya? Bagaimana cara mengantisipasinya? > >Bila tidak terpengaruh apa sebabnya? > > > >Mohon >dijelaskan panjang lebar karena informasi ini sangat saya butuhkan untuk >memberikan informasi yang benar kepada warga sekitar dan masyarakat >umumnya. > > > >Terima >kasih. > >Salam, > >Nugroho Adhi > > > > > > > >bicara >tentang air tanah, gw pernah punya pengalaman tentang pencarian air tanah >secara supranatural?? ah barangkali ada penjelasan teknis tentang itu : itu >lho >biasanya dilakukan oleh orang2 belanda, menggunakan ranting segi tiga dan >berjalan di permukaan tanah, klo ranting âjatuhâ si londo yakin ada >airnya >(begitulah) > > > >tapi dari >seorang teman ahli gali sumur bilang, bahwa kemampuan mencari air itu harus >dengan puasa dulu (filosofinya adalah bahwa mencari air itu ibarat mencari >urat2 di tubih kita) misal saja kita menojos kulit kit dengan jarum pas di >urat >darah kita (urat darah segar) tentu darah akan muncrat!!! well itulah yg >dia >cari di bawah permukaan bumi kita⦠> > > >barangkali >ada penjelasan ilmiah berkaitan dg itu, mungkn juga air memberi gelombang2 >yg >bisa di tangkap oleh ârantingâ atau pendulu m sekalipun? > > > >menarikâ¦. >da yg bisa memberi penjelasan?? > > > > > Jawab : > > > >Saya coba >bantu jawab ya.. > > > >Pemompaan >airtanah yang bersamaan tentu saja dapat mempengaruhi debit secara >keseluruhan. > >Sayang pak Adhi tidak menyebutkan pada saat melakukan uji pompa selama 1 >jam 45 >menit, berapa kapasitas debit yang digunakan. > > > >Uji pompa >(ini istilah dalam pencarian airtanah) dilakukan salahsatunya untuk >mengetahui >kemampuan airtanah tersebut untuk kembali ke tinggi permukaannya semula >(dalam >hidrogeologi/ilmu mengenai airtanah dikenal dengan istilah uji kambuh atau >recovery test) > > > >Karenanya >sangat disarankan untuk menampung terlebih dahulu airtanah yang telah >dipompa. >Sebagai catatan bak penampung dengan ukutan 1Ã1x1 meter (1 meter kubik) >sudah >cukup untuk bertahan selama 1 bulan untuk ukuran keluarga kecil. > > > >Mengenai >urusan dukun :p > > > >Pengalaman >saya mencari bersama-sama dukun. Kelihatannya pada prinsipnya mereka >memanfaatkan gelombang elektromagnetik yang akan mengalami penguatan >apabila >melewati media yang bisa menguatkannya (bersifat konduktor) misalnya air. > > > >Hanya >permasalahannya adalah seberapa kuat penetrasi gelombang alami ini? Ranting >dan >pendulum digunakan untuk semakin memusatkan kemampuan mendeteksi gelombang >ini. >Kalau puasa..mungkin supaya lebih konsentrasi :p. > > > >Pengalaman >saya mereka akan sangat akurat untuk mencari airtanah di daerah yang >memiliki >kandungan batupasir didalamnya, dengan muka airtanahnya berada hingga >kedalaman >20 meteran (sayang saya tidak punya data yang akurat untuk hal ini..jadi >kalimat ini bisa dianggap sebagai gosip saja dulu ;p) > > > >Satu hal >lagi⦠kalau dukun gagal, kesalahannya agak sulit untuk dievaluasi, >sebaliknya >kalau kegagalan ini terjadi pada ahli hidrogeologi⦠> > > > > > > >pak, > >saya mohon informasi dari para pemerhati air nih. > >Saat ini di lokasi kerja saya, di perumahan di Sumedang, > >saya menemui kasus seperti berikut: > >masing-masing unit rumah menggunakan sumber air dari sumur bor 12-20 meter. >Beberapa unit rumah mendapat air yang bersih, tapi ada juga unit rumah >lainnya >yang bersebelahan dengannya mendapat air yang kalau baru keluar bening, >tapi >setelah teroksidasi (kontak dengan udara) warna berubah menjadi kuning >(keruh) >dan air tersebut berbau. > >Perubahan warna (kondisi fisik) air tersebut semakin cepat bila di kocok >(dalam >botol). > >Kira-kira apa yang menyebabkan perolehan air yang berbeda walau hanya >berjarak >beberapa meter? > > > >Ada >beberapa info bahwa kondisi air perolehan tersebut akan berubah setelah >dilakukan pengurasan (dijalankan/ dibuang dalam jangka waktu tertentu, >karena >sumuran akan membentuk kantung air di bawah tanah, apakah hal ini memang >benar? > >Ada juga yang bilang harus dicari (dibor) ke lapisan yang lebih dalam untuk >mendapat air yang lebih baik? > > > >Terima >kasih sebelumnya > >Charly > > > > > >Satu lagi >pertanyaan saya, > >mengnai istilah waterlost, > >pada saat mencoba melakukan pengeboran ke lapisan air yang lebih dalam, >tiba-tiba air yang digunakan untuk melakukan pengeboran habis(pengeboran >dilakukan dengan sistem bor yang dibarengi penyemburan air ke dalam sumur). >Sepertinya jalur pengeboran sumur menemui suatu rongga. Apakah hal ini >normal? > >Apakah hal ini dapat mempengaruhi sumur-sumur lainnya? (tercemar, surut >dsb) > > > > > > Jawab : > > > >Dear >Charly > >Daerah sumedang barangkali lapisan airtanahnya tidak homogen. Hal ini >sangat >wajar untuk daerah yg memang sejak dahulunya berupa tanah bergelombang. >Tanah >bergelombang ini menyebabkan sedimentasi satu tempat dengan tempat yang >lain >sangat berbeda. > >Kalau di Jakarta bagian utara relatif seragam karena sejak lama daerah itu >berupa rawa. Namun ada juga yang berbeda tempat yg berbeda seperti dirumah >saya >di gebang, ternyata daerah itu tempat urugan, yg tentunya sedikit berbeda. > > > >âPengurasanâ >bisa saja menciptakan tempat yg seolah-olah rongga pengumpulan, namun juga >akan >terjadi âpenyaringan alamiâ. Sehingga akan terasa semakin lama airnya >semakin >jernih. Namun kalau lama didiamkan tidak dipakai bisa keruh lagi. > > > >Air tanah >(terutama air tanah dangkal) itu juga terpengaruh musim. Kalau dulu di >Jogja >aku diberi singkatan bulan dengan kondisi air bulan Januari = Hujan >sehari-hari, Maret = hujannya prat-pret, April = hujannya pral-pril ⦠>desember >itu pertanda âgede-gedenya sumberâ (saat sumber air paling bagus). >Septemeber = >kasep-kaspee sumber (airnya habis) dst ⦠> >Ooo Pa' Dhe menyertakan tulisannya Om Fajar saja ya. >Iya To Le, semoga saja bermanfaat tulisannya Om Fajar itu. >Terus . . . tentang tulisan berani melempar tentu harus berani memapar ? >Ooo tulisan itu berkenaan dengan penistaan tentang kalender yang ditulis di >millis beberapa bulan lalu, yang isinya tuduhan2 tanpa menyertakan bukti >dana pembuatan kalender 600 juta. >Coba To Le urutkan tulisan2 di millis ttg kalender sampai dengan >cintasingkawang. >Akhir . . . kemelutnya bye bye charlie, terus nyanyi deh dengan syair lagu. > >Salam Hormat, >HB. > > > > > ________________________________________________________ >Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di di bidang Anda! >Kunjungi Yahoo! Answers saat ini juga di http://id.answers.yahoo.com/ _________________________________________________________________ Check it out! Windows Live Spaces is here! http://spaces.live.com/?mkt=en-id Its easy to create your own personal Web site. ===================================================== Hapus bagian email yang tidak perlu sebelum me-reply United Singkawang - [http://www.singkawang.us] Friendster - [http://www.friendster.com/singkawang] ===================================================== Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/singkawang/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/singkawang/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
