---------- Forwarded message ---------- From: PERMASIS <[EMAIL PROTECTED]> Date: Aug 2, 2007 12:02 AM Subject: [permasis] [Profile] Lian Kim Lun, Juara Asia Asal Singkawang To: [EMAIL PROTECTED]
Rubrik Profile Buletin Permasis Edisi Ke-5 *BARLIANTO LIAN KIM LUN MACAN SINGKAWANG YANG DIKEROYOK TIGA JAWARA JEPANG* Prestasi yang dicapai petenis meja nasional kelahiran kota Singkawang ini merupakan puncak prestasi tertinggi yang pernah diraih petenis meja Indonesia hingga saat ini. Mengabdikan keahliannya di Balai Kesehatan Karyawan Pabrik Rokok Djarum di Kudus Jawa Tengah, siapa bisa menyana lelaki sederhana itu pernah begitu menggentarkan bagi petenis meja seantero Asia di era tahun 1970-an. Dialah Barlianto, petenis meja nasional antara akhir tahun 1960-an sampai awal 1970-an. Lian Kim Lun, demikian nama Tionghoa ayah dari Joyce Kartika Sari dan Shirley Permata Sari ini sekarang hanya bermain tenis seminggu 2 kali. "Untuk sekedar menjaga kebugaran tubuh," demikian tutur dokter medis lulusan Fakultas Kedokteran UKI ini. Lahir di Singkawang, 9 Mei 1950 ini antara tahun 1981-1992 pernah juga menjadi pelatih tenis meja nasional di pemusatan latihan Djarum Kudus. Salah satu petenis meja nasional yang pernah dilahirkan adalah Anton Suseno. Di bawah bimbingan alumnus SMP Bruder Singkawang ini, Anton Suseno pernah menjagoi kancah tenis meja Asia Tenggara. Dalam perbincangan singkat dengan BP di suatu petang medio Mei yang lalu, Lian Kim Lun mengatakan bahwa kenangan paling berkesan selama menggeluti olahraga tenis meja adalah ketika menjadi juara dalam Kejuaraan Asia di Jepang tahun 1970. Dalam semifinal yang berlangsung di Nagoya itu, dia merupakan satu-satunya petenis meja yang non Jepang. "Waktu itu saya dikeroyok tiga jawara Jepang," katanya dengan nada getar penuh sumringah. Akhirnya dengan semangat merah putih yang membara di dada, Kim Lun berhasil menggondol juara Asia. Dalam catatan BP ini merupakan prestasi terbaik yang pernah dicapai petenis meja Indonesia hingga saat ini. Ketika ditanya bagaimana potensi masyarakat Singkawang, Bengkayang dan Sambas, dengan tegas juara se-Jawa Barat tahun 1966 ini mengatakan, "Potensinya tidak kalah, hanya....". Pengen tau jawabannya? Semua jawabannya bisa Anda dapatkan di buletin Permasis edisi ke-5. Download segera E-buletin Permasis di website PERMASIS<http://www.permasis.org> . Biodata: Nama: dr. Barlianto d/h. Lian Kim Lun Tempat, Tanggal Lahir: Singkawang, 9 Mei 1950 Isteri: Luciana Setiawati (52) Anak-anak: Joyce Kartika Sari (27) dan Shirley Permata Sari (24). Pendidikan: SD Bruder Singkawang (1956-1962) SMP Bruder Singkawang (1962-1965) SMAAloysius Bandung (1966-1969) FK UKI Jakarta (1971-1978) Prestasi: 1966 : Juara se-Jawa Barat 1967 : Menyabet pelbagai kejuaraan tennis meja di Jakarta 1968 : Runner-up tunggal putera dalam Kejuaraan Asia di Jakarta 1969 : Anggota team nasional ke Kejuaraan Dunia di Jawa Barat 1970 : Juara tunggal putera dalam Kejuaraan Asia di Nagoya Jepang 1971 : Anggota team nasional ke Kejuaraan Dunia di Jepang Selepas dan pelatnas, memfokuskan perhatian menyelesaikan pendidikan.
<<attachment: Barlianto-LianKimLun.JPG>>
