---------- Forwarded message ---------- From: permasis <[EMAIL PROTECTED]> Date: Aug 2, 2007 3:24 PM Subject: [permasis] [BP] Perkumpulan Masyarakat Perantauan di Jakarta To: [EMAIL PROTECTED]
http://www.permasis.org/modules.php?name=News&file=article&sid=24 *Perkumpulan Masyarakat Perantauan di Jakarta* Revolusi sering memakan anak bangsanya sendiri. Pergolakan politik tahun 6o-an juga tidak luput dan masalah ini. Banyak masyarakat di Kalimantan Barat yang dengan susah payah membangun kehidupan yang layak harus merelakannya lenyap seketika, lantaran sesuatu keyakinan yang banyak di antara mereka tidak mengetahui makna dan kebenarannya. Tidak sedikit pula di antara mereka yang harus kehilangan sanak keluarganya. Saat itu kehidupan perekonomian di Kalimantan Barat hampir lumpuh tak berdaya. Seperti daerah Singkawang, Bengkayang dan Sambas dan daerah-daerah pelosok sekitarnya ibarat dalam kondisi sudah jatuh tertimpa tangga. Akhirnya demi mempertahankan hidup dan mencari penghidupan yang lebih layak, banyak warga di daerah Singbebas dengan berlinang air mata meningggalkan kampung halaman mereka dan mencari nafkah di daerah perantauan. Karena Jakarta merupakan barometer dan pusat perekonomian nasional maka di ibukota republik inilah mereka berlabuh. Hijrah yang terus menerus ini menyebabkan masyarakat perantauan asal Singkawang, Bengkayang dan Sambas ini mencapai ratusan ribu orang jumlahnya. Sebagai perantau mereka bermodalkan semangat dan kerja keras. Sejarah kelam di masa silam di daerah harus dipupuskan dengan keberhasilan. Karena kesibukan masing-masing dalam mengail rejeki dan pengalaman masa silam, mereka relatif jarang sekali berkumpul, boro-boro berorganisasi. Kadang-kadang mereka baru bertemu kalau ada acara pernikahan atau ada kerabat atau saudara yang meninggal dunia. Namun sebagai perantau yang memiliki hubungan emosional sebagai saudara setanah kelahiran, mereka selalu memendam kerinduan akan tanah kelahiran mereka. Mereka juga tidak lupa akan saudara-saudara setanah kelahiran mereka, sekalipun sejarah kelam sudah mereka lupakan. Dengan maksud mengobati kerinduan mereka akan tanah kelahiran mereka dan demi pelestarian tradisi luhur budaya orang Tionghoa dan semangat gotong royong, sejumlah pemuka masyarakat Tionghoa di Jakarta satu per satu membentuk perkumpulan sosial kemasyarakatan yang secara umum dengan maksud sebagai wadah bagi berhimpunnya mereka sesama warga sekampung halaman yang peduli dengan sesama di tanah kelahiran. Sampai saat ini, perkumpulan warga perantauan di Jakarta asal kota Singkawang, Bengkayang, Sambas dan berbagai daerah di sekitarnya sudah belasan jumlahnya. Selain itu juga berdiri sejumlah organisasi alumni sekolah. Menurut data yang terkumpul BP, sampai saat ini jumlah organisasi warga perantauan asal Singkawang, Bengkayang dan Sambas di Jakarta di antaranya Permasis, Ikatan Alumni Sekolah Tionghoa "Nam Cung", Yayasan Kesejahteraan Masyarakat Bengkayang, Paguyuban Warga Asal Kabupaten Sambas Kalimantan Barat, Forum Gotong Royong Masyarakat Sambas (Fogoromas), Ikatan Alumni "Sam Cung" Sambas, Ikatan Alumni Sekolah Dasar dan Menengah Tionghoa Pemangkat, Yayasan Gotong Royong Kartiasa, Perkumpulan warga asal Tebas, Forum Komunikasi Masyarakat Sei Duri, Jawai Bersatu, Jit Kuan Tao dli. Sejak pemerintah melakukan reformasi, secara yuridis melakukan penghapusan tindakan diskriminasi terhadap warga Tionghoa. Seiring dengan perubahan waktu, sejumlah warga perantauan asal Kalimantan Barat demi yang peduli dengan masalah sosial, budaya, kemanusiaan dan kemasyarakatan, berusaha mendorong konsep dimana bumi dipijak di sana langit dijunjung. Masyarakat Tionghoa sebagai bagian dan bangsa Indonesia yang Bhinneka Tunggal Ika ini melebur ke dalam aspek utama strata sosial. Dan sebagai anak bangsa yang baik berusaha sekuat tenaga ikut memikul tanggung jawab negara, berpartisipasi dalam kegiatan sosial dan kegiatan kemasyarakatan membantu meningkatkan pendidikan bagi warga yang tidak mampu. Peran positif masyarakat Tionghoa mereposisi diri, terutama sebagai titik balik pengenalan warga lain terhadap warga Tionghoa sebagai bagian dari keragaman masyarakat di Indonesia. Ini merupakan cara terbaik bagi eksistensi dan perkembangan organisasi warga Tionghoa ke depan. BP pada edisi ini secara singkat memperkenalkan sebagian perkumpulan warga asal Singkawang, Bengkayang dan Sambas di Jakarta. Juga dilaporkan berbagai kegiatan dan masing-masing organisasi tersebut. Karena terbatasnya jumlah halaman, BP tidak bisa sekaligus mempublikasikan semua aktifitas tersebut. Bagi organisasi sosial kemasyarakatan yang belum dimuat dan ingin aktivitasnya dipublikan BP, silakan menghubungi redaksi kami. ******************************************* Website: www.permasis.org *******************************************
