---------- Forwarded message ----------
From: permasis <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Aug 2, 2007 4:31 PM
Subject: [permasis] [BP] Xie Shou Shi, Tokoh Perintis Singkawang
To: [EMAIL PROTECTED]


*Xie Shou Shi, Tokoh Perintis Singkawang*

Sebuah bangunan ala Tiongkok kuno terletak di belakang deretan bangunan ruko
baru JI. Budi Utomo, Singkawang. Tepatnya rumah No.37 ini di ujung jalan
menuju tepi sungai. Di antara bangunan baru begitu banyak dalam kota
Singkawang, bangunan tersebut masih kokoh berdiri selama ratusan tahun
sampai sekarang. Bentuknya yang mirip "Si he yuan" (bangunan khas Tiongkok
utara) ini justru memberikan kesan bersahaja dan sedikit kesuraman karena
terkikis hantaman cuaca selama ratusan tahun.

Sebuah bukti nyata bersejarah yang mencatat leluhur orang Tionghoa turut
membangun negara Indonesia yang indah permai dan subur ini sejak zaman dulu
dengan susah payah, bergotong-royong dan gigih tanpa pamrih.

Lebih seratus tahun silam, karena terjadi kelaparan sangat parah akibat
bencana alam dan ulah manusia, desa Jian Mei, Kabupaten Hai Cang, sebuah
desa kecil pesisir kota Amoy, Fujian Tiongkok. Seorang petani remaja bernama
Xie Shou Shi (dialek Singkawang: Chia Siu Si) tidak sudi mati kelaparan
tanpa berusaha. Lalu memutuskan mengarungi lautan bersama beberapa teman
sekampung halaman menuju Asia Tenggara, mencari kehidupan baru demi diri
sendiri, keluarga maupun kampung halaman.

Dalam perjalanan yang penuh resiko tenggelam dan hidup atau mati di lautan
luas, dengan hanya berbekal tekad dan kepercayaan diri mereka terdampar di
semenanjung Malaya (kini Malaysia). Mereka bekerja di rumah seorang berada
sebagai kuli, sebenarnya sudah bersyukur dapat tempat terlindung namun tidak
berselang lama terjadilah peristiwa kerusuhan. Mau tidak mau, Xie bersama
beberapa kuli melarikan diri dengan perahu layar dan akhirnya tiba di Sungai
Singkawang yang ketika itu dikuasai Belanda.

*
Bagaimana kehidupan Xie Shou Sie setelah tiba di Singkawang? Bagaimana cara
dia membangun rumah besar Hiap Sin? Selengkapnya silahkan baca di website
PERMASIS <http://www.permasis.org> .....

*._,_.___

 *******************************************
Website: www.permasis.org
*******************************************

Kirim email ke