Pa' Dhe . . . sedang nembang (nyanyi) apa ? . . . kog kedengerannya seperti 
bahasa mandarin . . . ?
Hi . . . hi . . . hi . . . Pa' Dhe sedang belajar nembang lagu mandarin.
Biar nanti kalo ke singkawang lagi ngga kagok nyebut kata demi katanya.
Sepertinya kusut lidah Pa' Dhe nyebut kata-kata lagu mandarin itu.
Hi . . . hi . . . hi . . . Pa' Dhe kan orang Indonesia jadi wajarlah kalo Pa' 
Dhe  ngga tepat ngucapin kata demi kata dari lagu mandarin itu.
Kenapa Pa' Dhe ngga belajar nembang lagu Indonesia aja biar ngga kesulitan 
ngucapin kata-katanya ?
Upst . . . To Le . . . di singkawang sebagian besar masyarakatnya adalah etnis 
Tionghoa.
Gimana Pa' Dhe bisa bergaul dengan komunitas Tionghoa, jika Pa' Dhe tidak 
memulainya dengan belajar nembang mandarin.
Justru Pa' Dhe ingin lebih jauh lagi dengan belajar bahasa Hakka, toh tidak 
salah kalo Pa' Dhe suatu saat bisa bahasa Hakka.
Etnis Tionghoa diakui lho keberadaannya di Indonesia.
Sama seperti etnis-etnis lainnya jawa, batak, bugis, sunda dll.
Jadi tidak ada tuh istilah pribumi & non-pribumi.
Justru yang mengharumkan nama Indonesia ke seluruh dunia liwat olah raga 
bulutangkis adalah Tan Yoe Hok, Rudi Hartono, Liem Swie King, Alan Budikusuma, 
Susi Susanti dan masih banyak lagi adalah dari etnis Tionghoa.
Mereka adalah pahlawan lho.
Iya . . . ya . . . mereka pahlawan olah raga Indonesia.

Sepertinya Pa' Dhe ada maunya deh . . . dengan belajar nembang lagu mandarin 
juga minat belajar bahasa Hakka . . .
Hi . . . hi . . . hi . . .
Ngga . . . To Le . . . Pa' Dhe cuman ingin mengisi waktu luang ini dengan 
belajar, belajar dan belajar.
Apa Pa' Dhe mau bangun pabrik di singkawang . . . sehingga Pa' Dhe belajar 
nembang lagu mandarin juga minat belajar bahasa Hakka ?
Ha . . . ha . . . ha . . . dari mana modalnya To Le . . . jangan berandai-andai 
ah . . . jauh api dari panggang lho . . . 
Pa' Dhe . . . sudah tua . . . sudah tidak produktip lagi . . .
Singkawang memang kaya . . . namun sebagian kekayaan alamnya tidak diekploitasi 
oleh orang singkawang.
Contohnya kaolin, tambang kaolin yang membentang dari capkala - singkawang - 
selakau dengan ketebalan 10 sampai 20 meter kualitasnya sangat baik lho dan 
bahkan sudah dieksport ke taiwan dan hongkong.
Ada pengusaha dari jakarta yang mengeksportnya, bahkan saat ini sedang 
kewalahan karena banyaknya permintaan dari perusahaan swasta negara-negara 
pecahan Uni Soviet.
Kaolin untuk dibuat apa sih Pa' Dhe . . . ?
Kaolin adalah bahan baku untuk pembuatan keramik atau porselen.
Gimana mengolahnya Pa' Dhe . . . sehingga bisa dieksport . . . ?
Kaolin ditambang kemudian dipisahkan antara tanah dan pasirnya, setelah pasir 
yang sudah terpisah itu dikeringkan kemudian dimasukan ke dalam karung, proses 
pemisahan dan pengeringan ini yang menentukan kualitas kaolin tsb.
(umumnya permintaan negara asing akan kaolin itu sampai pada tahap 65% siap 
olah)
Setelah kaolin yang sdh 65% siap olah tsb. dimasukan ke dalam karung kemudian 
dikirim ke Sucofindo Pontianak untuk diperiksa kualitasnya.
Siap deh dikirim ke negara asing.
Wah . . . sayang yach . . . Pa' Dhe kalo sampai kekayaan alam singkawang diolah 
oleh orang bukan singkawang.
Kalo Pa' Dhe justru berpikir kenapa tidak dibangun beberapa pabrik keramik saja 
di singkawang . . . ?
Banyak tenaga kerja yang akan terserap, dengan demikian akan menambah 
penghasilah masyarakat.
Daya beli masyarakat akan naik, tentunya ekonomi singkawang akan berjalan 
dengan baik.
Tidak seperti saat ini banyak toko yang sepi pengunjungnya.
Semoga . . .

Salam Hormat,
HB





      ________________________________________________________ 
Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di di bidang Anda! Kunjungi 
Yahoo! Answers saat ini juga di http://id.answers.yahoo.com/

Kirim email ke