http://www.equator-news.com/berita/index.asp?berita=Utama&id=65710 <http://www.equator-news.com/berita/index.asp?berita=Utama&id=65710> Selasa, 21 Agustus 2007 Zulfadhli Sakit Gigi,Bantah Terima Uang Isu Money Politic Pilkada Singkawang Singkawang,- Rumors politik yang berkembang, Pilkada Singkawang diwarnai isu money politic. Namun pihak-pihak terkait saling berkelit. Ini bukan humor politik, tapi seluruh peserta Rapat Harian DPD II Partai Golkar Singkawang mendengar pernyataan Wali Kota Awang Ishak bahwa Wakil Wali Kota Raymundus Sailan memberikan sesuatu kepada Ketua DPD Partai Golkar Kalbar Ir Zulfadhli, Selasa (15/8) sore lalu. Raymundus yang dikonfirmasi mengenai hal itu, menyanggah. Namun Raymundus tiba di kediaman Zulfadhli mengendarai Kijang Krista KB 1950 RY, sekitar pukul 20.35, sesuai catatan buku tamu. "Tadi (15/8 petang, red) saya memang benar ke rumah Pak Zulfadhli namun tidak ketemu, karena beliau sedang keluar," jawab Raymundus kepada Equator dan mengatakan Awang Ishak suka bergurau. Fungsionaris DPD II PG Kota Singkawang, Aminudin Mahyan, dihubungi via selulernya membenarkan mendengar pernyataan Awang dalam RH DPD Golkar Singkawang, Selasa (15/8) lalu yang mengatakan kalau Raymundus Sailan ada mengantarkan sesuatu kepada Ketua DPD PG Kalbar. "Pernyataan tersebut dari mulut Pak Awang sendiri yang menyebutkannya," kata Aminuddin seraya mengatakan saat itu ada sekitar 9 atau 10 orang yang mendengarkannya. Meyakinkan apa yang dikatakan Awang, Amin dan beberapa rekannya mengutus orang untuk memastikan apakah Raymundus benar-benar sampai ke rumah Ketua DPD PG Kalbar. "Sampai jam kedatangan Pak Raymundus, dengan siapa dia pergi dan menggunakan mobil apa, kita juga tahu," ungkap Aminudin. Ternyata, pernyataan Awang dalam rapat di Sekretariat DPD Partai Golkar Singkawang itu dibenarkan oleh petugas notulensi, Hj. Hasdiana. "Memang betul di notulensi tertulis Pak Awang mengatakan Pak Raymundus memberikan sesuatu kepada Pak Zulfadhli," terang Hasdiana. Ditanya berapa nominal uang yang diberikan, Hasdiana menjawab, "Saya tak tahu berapa jumlahnya. Katanya Pak Raymundus sudah ke rumah Pak Zul?" ungkapnya kepada Equator via telepon. Saat dikonfirmasi, Ketua DPD Partai Golkar Kalbar Ir H Zulfadhli tidak mau bicara panjang lebar. "Memang Raymundus mau pergi ke rumah, tetapi tidak bertemu dengan saya, karena saya lagi sakit gigi," kata Zulfadhli ditemui Equator usai renungan suci di Makam Pahlawan Patria Jaya Sungai Raya, Jumat (17/8). Sebelum menutup kaca mobilnya, Zulfadhli mengatakan dirinya tidak hadir pada Rapat Harian Partai Golkar di Sekretariat DPD Kota Singkawang yang menghadirkan Awang Ishak. "Kalau mau tahu apa yang dibicarakan di Singkawang, silakan tanya Pak Awang Sofian, karena dia yang lebih tahu," kata Zulfadhli sambil menutup kaca mobilnya. Koordinator Daerah (Korda) PG Wilayah Singkawang-Bengkayang, Awang Sofyan Razali,SE dikonfirmasi Equator via telepon pukul 21.00 mengatakan acara RH DPD II PG Kota Singkawang hanya silaturahmi antara jajaran PG Kota Singkawang dengan kandidat wali kota diusung Awang Ishak. "Kalau silaturahmi, maka kita acaranya maaf-maafan saja," kata Awang Sofyan. Ditanya soal Raymundus ke rumah Zulfadhli untuk mengantar "sesuatu", Awang mengaku tidak mengetahui Wakil Wali Kota Singkawang itu ke Pontianak untuk mengunjungi Zulfadhli. "Bagaimana saya tahu, saya sendiri masih di Singkawang," tegas Awang Sofian. Pengurus DPD PG Singkawang lainnya, Ashari SH, yang juga hadir di rapat harian itu justru mengatakan Awang Sofian ikut hadir dalam rapat tersebut juga mendengar pernyataan Awang Ishak. "Awang Sofian (Korda Partai Golkar Singkawang-Bengkayang) juga mendengar perkataan itu. Pak Awang Sofian itu sampai memukul jidat dengan tangan kanannya. Ia malah mengatakan seharusnya Awang Ishak mencari simpati pengurus," kata Ashari, Minggu (19/8) lalu di Hotel Kapuas Dharma. Dalam rentang beberapa hari kemudian, ketika jumpa pers penetapan panwas Pemilu Kepala Daerah Kalbar di ruang kerjanya, Senin (20/8), Zulfadhli mengatakan isu money politic yang menimpanya tidak perlu ditanggapi. "Silakan direkam tetapi kami tidak melihat itu. Persoalan di Golkar bukan itu yang menjadi masalahnya," kata Zulfadhli. Ditanya Equator berkaitan dengan rumors Zulfadhli menerima uang muka Rp 1 miliar dari Awang Ishak dan Rp 500 ribu dari Raymundus Sailan supaya bisa berpasangan dengan Awang Ishak yang diaklamasi Ketua DPD PG Kalbar naik perahu Golkar, ditepis Zulfadhli. "Itu tidak benar, mana ada. Wong saya setiap hari sakit gigi dan kemarin dioperasi di Jakarta. Jadi itu tidak benar dan hanya isu belaka," tegas Zulfadhli. Zulfadhli menuding pernyataan money politic tersebut dilontarkan oleh pihak-pihak yang tidak mendukung Raymundus sebagai calon Wakil Wali Kota Singkawang. Ditegaskannya, pernyataan tersebut fitnah dan tidak benar. Apabila mereka yang dikatakannya memfitnah itu masih mengembangkan isu tersebut, dirinya akan mengambil sikap, bisa saja melalui jalur hukum. "Saya sudah tahu siapa orangnya itu," katanya yang tidak mau menyebutkan orang dimaksud. Zulfadhli mengatakan penolakan Raymundus yang dilakukan oleh kader Golkar hanya dinamika. Adanya pro-kontra merupakan hal yang biasa di partai politik. Menurutnya, Golkar tidak bisa membuat keputusan secara bulat, karena itu bagian dari proses demokrasi yang dibangun Golkar. Setelah ditetapkan Golkar, bagi kader yang tidak loyal dengan keputusan partai akan diberikan sanksi. "Saat kader menyatakan tidak setuju, keputusan belum diambil, jadi tidak ada sanksi untuk mereka," kelit Zulfadhli.
