Dear...

dalam rangka menyambut olimpic 2008, pemerintah china
pada th 2005(kalo gak salah) mengeluarkan undang2 yang
wajib / harus dipatuhi oleh rakyat china yaitu :
- tidak boleh menerima tip (toko2, restoran2, pokoknya
yang bersifat umum)
- harus tersenyum... khususnya toko..restoran.. yg
melayani umu,
kalo orang habis tawar brg gak beli, gak boleh marah..
- ada orang tanya jalan, harus tunjukan arah yg
jelas...
etc...

itu karena sebelumnya pelayanan di china terkenal
judes, egp... kalo orang belanja gak beli eh marah2,
habis tuh banyak tukang tipu juga...

jadi sebelum olimpic berakhir, kalo ada pelayan toko
yg judes, paksa orang beli barangnya, itu bisa di
laporkan.. ke pegawas/polisi...




--- phingphing wu <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Dear  Dandosin  Datram 
>    
>   Senang  membaca  artikel  bapak  tentang  sulitnya
>  mencari  makanan  china  di  china
>   memang  sering  mendengar  cerita  cerita  mereka 
> mereka  yang  sudah  ke  China , makanan  di  sana 
> memang  murah
>   mana  porsinya  juga  besar
>    
>   dan  soal  tip  yang  dikembalikan , kayaknya 
> memang  mereka  sudah  diajarkan untuk  Tidak 
> menerima  tip  dalam  bentuk  apapun
>   pernah  di  Senzhen  saya  juga  mengalami  hal 
> yang  sama  dengan  yang  Bapak  alami  padahal  tip
>  yang  saya  berikan  ga  5  yuan  lho , tetapi  100
>  yuan. (saya  pernah  mengkonfirmasi  hal  tip  ini 
> sama yang  tahu  daerah  sana  dan  memang  katanya 
> tip ditabukan)
>    
>   ini  berarti  bukan  karena  kekecilan  ya ...
>    
>   mungkin  orang  orang  kita  di  Indonesia  yang 
> mesti  banyak  belajar  dari  mereka .
>   boro  boro  tip , masuk  restoran  dengan pakaian 
> seadanya aja  pelayannya  sudah  malas  ngelayanin
> ... 
>   benar  ga  ???
>   
> KIDYOTI <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>              
>   ----- Original Message -----   From: Sunny 
>   To: Undisclosed-Recipient:; 
>   Sent: Saturday, August 25, 2007 3:25 AM
>   Subject: [budaya_tionghua] Fw: [tourismindonesia]
> China Trip: Makanan .... Sulitnya mencari makanan
> china di china ....
> 
>   
> 
>     
> ----- Original Message ----- 
> From: Dandossi Matram 
> Sent: Friday, August 24, 2007 6:08 PM
> Subject: [tourismindonesia] China Trip: Makanan ....
> Sulitnya mencari makanan china di china ....
> 
> Believe it or not , kita sempat kesusahan mencari
> restaurant makanan china di china .... !!! Masak
> sih? Iya beneran, nggak bohong .....!!! 
> 
> ------------------------------------------
> 
> Perjalanan kami lebih dominan ke pelosok china
> ketimbang ke kota besar, selain itu pelosok yg kami
> pergi adalah daerah yang mayoritas didiami oleh
> etnis minoritas seperti suku uighur (muslim) di
> Xinjiang (silk road) juga suku Tibet dan Mui (muslim
> yg berasal dari pakistan/india tapi wajah china) di
> Propinsi Gansu. Karena di pelosok, jangan bayangkan
> keberadaan mall atau shoping center, yg ada hanya
> super market model jadul (jaman dulu) di Indonesia
> atau model pasar tanah abang 25 tahun yg lalu .....
> tapi rapih lho .... 
> 
> Masakan suku2 minoritas itu umumnya berunsur kambing
> atau sapi dan roti. Apapun yg kita makan pasti ada
> unsur kambing. Sate kambing, mie kambing, instant
> noodle rasa kambing ..... pokoknya semuanya kambing
> sampai bau lingkungannya juga kambing !!! 
> 
> Hari pertama sih masih senang menjadi pecinta
> makanan lokal (gastronomic???), tapi setelah itu,
> rasanya mulai kebal dan akhirnya malah jadi trauma
> dgn segala unsur yg berbau kambing ..... Di saat
> itu, ajaibnya suka langsung timbul halusinasi
> makanan indonesia seperti soto ayam Sadi, nasi
> padang, sayur lodeh, rendang daging ....... yg
> uenaaak itu .... 
> 
> Di Xinjiang maupun Gansu, yg namanya (pemilik)
> restaurant, mayoritas adalah milik suku2 minoritas
> tersebut. Padahal kita habiskan waktu kita sekitar
> 14 hari di daerah itu. Makanan ini menjadi masalah
> besar krn di daerah itu, kita sangat kesulitan
> mencari makanan alternatif, karena jarangnya
> restaurant china, western, apalagi warteg ......
> Kalaupun mungkin ada, kita suka kesulitan membedakan
> apakah restaurant itu milik suku minoritas ataukah
> milik suku Han (china), krn tulisan restaurannya
> semua dlm huruf china. 
> 
> Kalau di Propinsi Gansu, membedakannya masih agak
> lebih mudah antara muslim sama tidak, yaitu kalau
> milik muslim selalu ada lambang gambar mesjidnya.
> Selain itu juga bisa dilihat dari ada tidak topi
> putih? Kalau pengelola pakai topi putih pasti
> restaurantya muslim. Tapi ini tdk menyelesaikan
> masalah, karena beberapa kali kita masuk yg nggak
> ada gambar mesjidnya dan nggak pakai topi putih,
> ternyata milik orang tibet, wharadahkadah .... yg
> jadinya malah makan berbau kambing lagi ...hik5x
> .... ampuuuuun deh .... ketipu melulu ... 
> 
> Kalaupun ketemu resturant china Han, belum tentu
> makanannya juga enak .... yg ada dimakan hanya
> sekedar mengisi perut supaya kenyang saja ...... 
> 
> Makanan alternatif biasanya adalah makanan western
> yg biasanya restaurannya ada di rekomendasikan oleh
> lonely planet - china. Tapi, untuk rasa,di tempat
> tertentu yg agak terpencil rasa lokal-nya lebih
> dominan. Waktu di restaurant Lisa's, di Langmusi,
> Gansu, yg sgt di rekomendasikan Lonely Planet -
> china, saking sdh nggak tahan saya pesan spagheti
> carbonara. Yang keluar dari bentuknya saja saya sdh
> nggak selera. Spaghetinya pakai mie lokal, dagingnya
> nggak dicacah kayak di kita (dagingnya juga bukan
> sapi tapi yak, sejenis sapi), saos tomatnya merah
> muda dan caiiiiiir sekali. Rasanya? Wah jauuuuh
> sekali dari rasa spagheti, ini mah spagheti ala
> tibetan ....ha5x ..... Tapi kalau aple pie-nya,
> memang nggak salah kalau dibilang di tempat itu aple
> pienya yg terbaik di dunia .... uenaaak sekali
> ......... 
> 
> Makanya, kalau pas masuk kota besar seperti urumqi
> atau lanzhou untuk ke airport, adalah saat yg
> menyenangkan krn kita bisa mencari makanan yg lebih
> proper. Airport Urumi yg jadi tempat kita bolak
> balik, jadi tempat favorite buat memanjakan diri
> untuk makan. Di lantai 3 ada tempat makan china yg
> asliiiii uenaaaak sekali. Tapi mahalnya, kayaknya
> termasuk mahal juga itu tempat. Sayur saja 34 yuan,
> ayam sekitar 40-an yuan, makan berdua bisa habis
> sekitar 80-90 yuan-an .... (mahal kalau buat budget
> kita, ehh saya maksudnya, kalau istri sih nggak
> perduli ....he5x). Di daerah stasiun KA Urumqi, yg
> saya pesan ayam pakai ngepak2in tangan sambil
> berkokok juga uenaaaaak sekali. Makan sayur dan ayam
> plus teh botol hanya habis sekitar 25 yuan ( 1 yuan
> = Rp 1.250,-). 
> 
> Makanan lain yg saya bilang enak juga adalah makanan
> khas Yangshou, yaitu Beer Fish, ikan dr sungai
> mereka yg dimasak dgn bir. Walau harganya agak mahal
> sekitar 40 yuan, kita sangat tidak menyesal
> mencobanya, uenaaak sekali. Kita juga sempat
> penasaran sama makanan ikan sungai lainnya di
> Yangshuo yg ternyata 2x lipat harga beer fish, yaitu
> Maguo Fish (80 yuan) kita coba juga , wah memang
> uenaak tenan ..... Bumbu masaknya itu yg bikin nggak
> tahan untuk disikat habis sampai tuntas ..tas ...tas
> ...tas ....... blassss .... 
> 
> Pas di Guilin, saya sempat makan semacam mie ayam di
> jakarta, di restaurant yg ok dan tdk kumuh .... rasa
> makannnya sih nggak okey, pas bayar kaget, hanya 2,5
> yuan ...... 
> 
> Sempat juga kita pas sdh allergy sama makanan lokal,
> sempat cari breakfast di sebuah hotel yg kereeeeen
> sekaleee di Hezuo, Gansu. Perkiraan awal sih saya
> sdh budget kan habis sekitar 50 - 100 yuan berdua.
> Pelayanan sangat baik, ramah semua, bhs sempat jadi
> mslh (seperti biasa) tapi beres ketika buku
> dictionary sdh dikeluarkan. Kita pesan paket
> breakfast a la china. 
> 
> Pas keluar, adalah noodles (semacam mie), lalu ada
> sop sayur, ada telur rebus, ada roti kalau nggak
> salah, ada lagi susu dan teh, plus buah2an segar
> .... wah pokoknya lengkap deh ..... Nah pas bayar,
> saya terkaget-kaget, ternyata hanya disuruh bayar
> hanya 20 yuan berdua (@ 10 yuan/orang). Gileee murah
> sekali, lha teh botol plastik saja harganya 3 yuan
> di emperan, kalau ditempat hotel pasti lbh mahal,
> belum susunya .... 
> 
> Karena pelayanan mereka yg sangaaaaat simpatik
> (mereka sempat tawaran lagi gratis mie gore ng
> mereka), saya tinggalin tip "hanya" 5 yuan. Apa yg
> terjadi, pas sdh di trotoar jalan, kami dipanggil
> dan uang tip itu dikembalikan, kita paksa terima,
> mereka tetap dgn senyum manisnya mengembalikan uang
> tip tsb ..... Akhirnya terpaksa kita terima uang tip
> tsb, ohhh luar biasanya dedikasi pelayanan meraka
> ..... rrruar biasa ..... !!! (btw, dikembalikan, apa
> gara2 kekecilan ya tip nya???? Bisa jadi kayaknya
> !!! he5x ......) 
> 
> Untuk biaya makan, kalau mie biasanya kalau di
> Xinjian atau gansu, sekitar 5 yuan per porsi. Kalau
> makan besar, pesan sayur dan ayam, habis sekitar
> 20-40 yuan berdua. Tapi kalau di Guilin atau
> Yangshou khususnya, harganya sdh harga turis,
> minuman saja sekitar 10-15 yuan. Kalau makanan
> sekitar 15-40 yuan per makanannya. Tapi tetap saja
> ada tempat2 dgn harga yg lebih murah lagi, ini
> sekedar gambaran umum saja sih. Untuk minuman kalau
> kita pesan khusus teh hijau biasanya kena sekitar 3
> yuan, tapi bisa re-fill. 
> 
=== message truncated ===



       
____________________________________________________________________________________
Take the Internet to Go: Yahoo!Go puts the Internet in your pocket: mail, news, 
photos & more. 
http://mobile.yahoo.com/go?refer=1GNXIC

Kirim email ke