----- Original Message ----- 
From: Sunny 
To: Undisclosed-Recipient:; 
Sent: Saturday, August 25, 2007 3:25 AM
Subject: [budaya_tionghua] Fw: [tourismindonesia] China Trip: Makanan .... 
Sulitnya mencari makanan china di china ....



----- Original Message ----- 
From: Dandossi Matram 
Sent: Friday, August 24, 2007 6:08 PM
Subject: [tourismindonesia] China Trip: Makanan .... Sulitnya mencari makanan 
china di china ....

Believe it or not , kita sempat kesusahan mencari restaurant makanan china di 
china .... !!! Masak sih? Iya beneran, nggak bohong .....!!! 

------------------------------------------

Perjalanan kami lebih dominan ke pelosok china ketimbang ke kota besar, selain 
itu pelosok yg kami pergi adalah daerah yang mayoritas didiami oleh etnis 
minoritas seperti suku uighur (muslim) di Xinjiang (silk road) juga suku Tibet 
dan Mui (muslim yg berasal dari pakistan/india tapi wajah china) di Propinsi 
Gansu. Karena di pelosok, jangan bayangkan keberadaan mall atau shoping center, 
yg ada hanya super market model jadul (jaman dulu) di Indonesia atau model 
pasar tanah abang 25 tahun yg lalu ..... tapi rapih lho .... 

Masakan suku2 minoritas itu umumnya berunsur kambing atau sapi dan roti. Apapun 
yg kita makan pasti ada unsur kambing. Sate kambing, mie kambing, instant 
noodle rasa kambing ..... pokoknya semuanya kambing sampai bau lingkungannya 
juga kambing !!! 

Hari pertama sih masih senang menjadi pecinta makanan lokal (gastronomic???), 
tapi setelah itu, rasanya mulai kebal dan akhirnya malah jadi trauma dgn segala 
unsur yg berbau kambing ..... Di saat itu, ajaibnya suka langsung timbul 
halusinasi makanan indonesia seperti soto ayam Sadi, nasi padang, sayur lodeh, 
rendang daging ....... yg uenaaak itu .... 

Di Xinjiang maupun Gansu, yg namanya (pemilik) restaurant, mayoritas adalah 
milik suku2 minoritas tersebut. Padahal kita habiskan waktu kita sekitar 14 
hari di daerah itu. Makanan ini menjadi masalah besar krn di daerah itu, kita 
sangat kesulitan mencari makanan alternatif, karena jarangnya restaurant china, 
western, apalagi warteg ...... Kalaupun mungkin ada, kita suka kesulitan 
membedakan apakah restaurant itu milik suku minoritas ataukah milik suku Han 
(china), krn tulisan restaurannya semua dlm huruf china. 

Kalau di Propinsi Gansu, membedakannya masih agak lebih mudah antara muslim 
sama tidak, yaitu kalau milik muslim selalu ada lambang gambar mesjidnya. 
Selain itu juga bisa dilihat dari ada tidak topi putih? Kalau pengelola pakai 
topi putih pasti restaurantya muslim. Tapi ini tdk menyelesaikan masalah, 
karena beberapa kali kita masuk yg nggak ada gambar mesjidnya dan nggak pakai 
topi putih, ternyata milik orang tibet, wharadahkadah .... yg jadinya malah 
makan berbau kambing lagi ...hik5x .... ampuuuuun deh .... ketipu melulu ... 

Kalaupun ketemu resturant china Han, belum tentu makanannya juga enak .... yg 
ada dimakan hanya sekedar mengisi perut supaya kenyang saja ...... 

Makanan alternatif biasanya adalah makanan western yg biasanya restaurannya ada 
di rekomendasikan oleh lonely planet - china. Tapi, untuk rasa,di tempat 
tertentu yg agak terpencil rasa lokal-nya lebih dominan. Waktu di restaurant 
Lisa's, di Langmusi, Gansu, yg sgt di rekomendasikan Lonely Planet - china, 
saking sdh nggak tahan saya pesan spagheti carbonara. Yang keluar dari 
bentuknya saja saya sdh nggak selera. Spaghetinya pakai mie lokal, dagingnya 
nggak dicacah kayak di kita (dagingnya juga bukan sapi tapi yak, sejenis sapi), 
saos tomatnya merah muda dan caiiiiiir sekali. Rasanya? Wah jauuuuh sekali dari 
rasa spagheti, ini mah spagheti ala tibetan ....ha5x ..... Tapi kalau aple 
pie-nya, memang nggak salah kalau dibilang di tempat itu aple pienya yg terbaik 
di dunia .... uenaaak sekali ......... 

Makanya, kalau pas masuk kota besar seperti urumqi atau lanzhou untuk ke 
airport, adalah saat yg menyenangkan krn kita bisa mencari makanan yg lebih 
proper. Airport Urumi yg jadi tempat kita bolak balik, jadi tempat favorite 
buat memanjakan diri untuk makan. Di lantai 3 ada tempat makan china yg 
asliiiii uenaaaak sekali. Tapi mahalnya, kayaknya termasuk mahal juga itu 
tempat. Sayur saja 34 yuan, ayam sekitar 40-an yuan, makan berdua bisa habis 
sekitar 80-90 yuan-an .... (mahal kalau buat budget kita, ehh saya maksudnya, 
kalau istri sih nggak perduli ....he5x). Di daerah stasiun KA Urumqi, yg saya 
pesan ayam pakai ngepak2in tangan sambil berkokok juga uenaaaaak sekali. Makan 
sayur dan ayam plus teh botol hanya habis sekitar 25 yuan ( 1 yuan = Rp 
1.250,-). 

Makanan lain yg saya bilang enak juga adalah makanan khas Yangshou, yaitu Beer 
Fish, ikan dr sungai mereka yg dimasak dgn bir. Walau harganya agak mahal 
sekitar 40 yuan, kita sangat tidak menyesal mencobanya, uenaaak sekali. Kita 
juga sempat penasaran sama makanan ikan sungai lainnya di Yangshuo yg ternyata 
2x lipat harga beer fish, yaitu Maguo Fish (80 yuan) kita coba juga , wah 
memang uenaak tenan ..... Bumbu masaknya itu yg bikin nggak tahan untuk disikat 
habis sampai tuntas ..tas ...tas ...tas ....... blassss .... 

Pas di Guilin, saya sempat makan semacam mie ayam di jakarta, di restaurant yg 
ok dan tdk kumuh .... rasa makannnya sih nggak okey, pas bayar kaget, hanya 2,5 
yuan ...... 

Sempat juga kita pas sdh allergy sama makanan lokal, sempat cari breakfast di 
sebuah hotel yg kereeeeen sekaleee di Hezuo, Gansu. Perkiraan awal sih saya sdh 
budget kan habis sekitar 50 - 100 yuan berdua. Pelayanan sangat baik, ramah 
semua, bhs sempat jadi mslh (seperti biasa) tapi beres ketika buku dictionary 
sdh dikeluarkan. Kita pesan paket breakfast a la china. 

Pas keluar, adalah noodles (semacam mie), lalu ada sop sayur, ada telur rebus, 
ada roti kalau nggak salah, ada lagi susu dan teh, plus buah2an segar .... wah 
pokoknya lengkap deh ..... Nah pas bayar, saya terkaget-kaget, ternyata hanya 
disuruh bayar hanya 20 yuan berdua (@ 10 yuan/orang). Gileee murah sekali, lha 
teh botol plastik saja harganya 3 yuan di emperan, kalau ditempat hotel pasti 
lbh mahal, belum susunya .... 

Karena pelayanan mereka yg sangaaaaat simpatik (mereka sempat tawaran lagi 
gratis mie gore ng mereka), saya tinggalin tip "hanya" 5 yuan. Apa yg terjadi, 
pas sdh di trotoar jalan, kami dipanggil dan uang tip itu dikembalikan, kita 
paksa terima, mereka tetap dgn senyum manisnya mengembalikan uang tip tsb ..... 
Akhirnya terpaksa kita terima uang tip tsb, ohhh luar biasanya dedikasi 
pelayanan meraka ..... rrruar biasa ..... !!! (btw, dikembalikan, apa gara2 
kekecilan ya tip nya???? Bisa jadi kayaknya !!! he5x ......) 

Untuk biaya makan, kalau mie biasanya kalau di Xinjian atau gansu, sekitar 5 
yuan per porsi. Kalau makan besar, pesan sayur dan ayam, habis sekitar 20-40 
yuan berdua. Tapi kalau di Guilin atau Yangshou khususnya, harganya sdh harga 
turis, minuman saja sekitar 10-15 yuan. Kalau makanan sekitar 15-40 yuan per 
makanannya. Tapi tetap saja ada tempat2 dgn harga yg lebih murah lagi, ini 
sekedar gambaran umum saja sih. Untuk minuman kalau kita pesan khusus teh hijau 
biasanya kena sekitar 3 yuan, tapi bisa re-fill. 

Informasi ttg makanan ini adalah makan di restaurant2 yg umum dan banyak 
bertebaran di lokasi yg kami kunjungi. Kalau makan di hotel berbintang atau 
restaurant yg flashy mungkin akan lebih mahal sedikit, tapi nggak semahal di 
Indonesia kayaknya. 

Selain di restaurant yg banyak di kunjungi bule ( yg di rekomendasikan oleh 
lonely planet - china), menu tertulis dlm bhs china dan ada harganya. jadi 
nggak usah khawatir di tipu. Kita sendiri selama ini rasanya nggak pernah ya 
ketipu atau harganya di marked up diatas yg seharusnya. Kalau di restaurant yg 
biasa melayani bule, lucunya, si pelayan habis kita tunjukkin tulisan dlm bhs 
inggris, biasanya langsung cari terjemahannya yg dlm tulisan china ....... ha5x 
..... 

Bicara jenis makanan, ternyata kalau china bagian utara, lebih utama makan mie, 
nah kalau selatan (dibawah shanghai) biasanya makan nasi dr pd mie. Makanya 
kalau makan didaerah utara kita jarang disajikan nasi (mifan). 

Di china, yg paling umum adalah teh hijau (green tea), nah bagi pecinta teh 
merah/hitam, sebaiknya jgn lupa bawa teh asli indonesia sendiri. Di hotel 
biasanya disediakan air panas dlm thermos jadi kita bisa bikin teh sendiri. 
Kopi kelihatannya bukan minuman yg umum disana, kalaupun ada kebanyakan kopi 
model2 nescafe yg bagi sebagian orang yg sensitif terhadap kopi bisa bikin 
perut kembung malah diarheea. kalau maniak kopi dan nggak mau kembung2, jgn 
lupa bawa Trypanzim, buat netralisir gas, yg dijual bebas di apotek. Kalau 
biasa minum kopi ada baiknya bawa kopi kapal api sachet dr indonesia. 

Oh ya bagi perokok, harga marlboro lumayan mahal sekitar 20 yuan, bikinan 
philipine, kalau mau murah bawa aja dr indonesia....

KFC atau Mc Donald tersedia, tapi hanya di koa2 besar. Buat saya, tetap saja 
KFC di Indonesia jauuuuh lebih uenaaak krn selain lebih gurih juga ada nasinya. 
Kalau di china hanya ada ayam tp nggak pakai nasi, hanya pakai french fries 
saja (nggak nendang banget) ..... Saos yg ada hanya saos tomat, sambel nggak 
ada. 

Saat kita cobain makanan disana, kita seriiiing sekali makanannya kurang berasa 
krn kurang garam, jadi kalau mau enak terpaksa setiap makan kita tambahain lagi 
garam biar lebih enak. Kalau bisa bawa royco cair akan lebih baik lagi ..... 
untuk menambah sedap makanan 2 yg hambaaaar kurang bumbu ..... 

Kecap manis disana juga nggak ada, nah bagi pecinta kecap manis dianjurkan 
untuk bawa sendiri saja ..... 

----------------------------------------------------------

No virus found in this incoming message.
Checked by AVG Free Edition. 
Version: 7.5.484 / Virus Database: 269.12.4/969 - Release Date: 8/23/2007 4:04 
PM

[Non-text portions of this message have been removed]



 

Kirim email ke