Hi,Pak Lee.
saya cukup memberi jawaban pertanyaan pak Lee pada butir no.3
saja.Sedikitpun saya tidak tertarik dengan daftar kekayaan pak Hasan
Karman.Orang yang tertarik dengan daftar kekayaan tersebut adalah petugas
kantor pajak, itu kewajiban dan wewenang mereka untuk mencek setiap warga
membayar pajak yang benar.Apakah pak Hasan Karman sudah melakukan kewajibannya
pembayaran pajak? Hanya dia yang tahu.Apakah bukan begitu ?
salam,
Wiliam Bong
Clement lee <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Selamat datang saudara William Bong.
Sudah lama tidak membaca karangan sebagus ini di milis ini.
Tidak heran kalau sdr mendapat juara pertama mengarang waktu di SMA.
Salut......salut.......salut. Kapan akan menerbitkan Harry Potter versi
Indonesia ??
Berdasarkan "pengukapan" didalam tulisan sdr dan demi penambahan "pengetahuaan"
saya ini, saya ingin bertanya:
1. Apakah sdr ini operator-nya Pak Iwan karena tahu persis besarnya pengeluaran
Pak Iwan? dan harga pasaran (standar) minyak pelicin?
2. Menurut sdr, nantinya kalo Pak Awang terpilih, rakyat Skw akan membayar dgn
harga yg lebih tinggi utk produk Pak Iwan. Saya percaya Pak Awang tidak akan
melakukan hal semacam ini. Pak Awang akan membela kepentingan rakyat Skw. Kalo
ndak, itukan namanya "korupsi atau kolusi atau ...... Pak Dhe, apa sih namanya
utk hal2 yg sedemikian? Tak seharusnya sdr Bong merendahkan martabat Pak Awang.
Kampanye kan memerlukan dana yg besar. Jadi setiap calon, baik cawako atau
cawawako, harus nyumbang dgn dana sendiri. Bukan uang pelicin seperti yg anda
katakan.
3. Aneh juga, kok tahu juga besarnya "uang pelicin" Pak Hasan? Dapat info dari
daftar kekayaan Pak Hasan? Bagaimana dgn calon2 lainnya? berapa besar "uang
pelicin" mereka? Kalo cawawako harus memakai uang pelicin sebesar setengah
karung gandum, lalu cawako nya harus bayar berapa dan kepada siapa dan dalam
bentuk apa? sekilo emas? Pilkada Gate ?????
4. Sdr Bong mengemukan dua kemungkinan, saya ingin menambah satu lagi
kemungkinan, yaitu: ini semuanya karangan sdr Bong, sebuah topik yg bagus dan
menarik sekali utk diperbicangkan waktu lagi ngopi senya di warung kopi di
Kopisan.
Marilah kita menjunjung tinggi lembaga dan proses Pilkada Skw demi suksesnya
hidup berdemokrasi kita semua.
Utk sdr Victor Yap:
Jangan hanya cinta Cantik nya doang, prosesnya juga yg harus dicintai.
Janganlah waktu diberi kesempatan utk hidup ber demokrasi malah ambil skap
apatis. Kalo ambil sikap apatis, sdr Victor akan kehilangan hak utk mengkritik
pemerintahan yg akan datang. It's your civic duty, Mr. Victor Yap.
Kalo saya,
Saya akan memilih calon yg akan mengembalikan sebagian besar gaji bulanan nya
kepada rakyat yg memilihnya sebagai minyak pelicin utk peng-aspal-an gang2 di
kampung2.
Menurut sdri Eugenia Wu dan dari daftar kekayaan calon2, mereka ini sudah enak
hidupnya. Kehilangan gaji bulanan sebesar, katakanlah 50%, tidak akan menjadi
masalah utk mereka.
Saya yakin rakyat2 di kampung pada mendambakan minyak pelicin mengalir ke arah
mereka. Sumbang ke Singkawang.us juga akan sangat dihargai.
Cheers.
William Bong <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Dear All,
Saya sebagai pendatang baru dimilist ini,saya ingin memberi pandangan
terhadap beberapa peristiwa yang baru saja terjadi di kota singkawang.Seperti
peristiwa santet,dengan asumsi peristiwa tersebut ada hubungan dengan pilkada .
Apakah benar Pak Iwan Gunawan menyantet Pak Awang Ishak ?Mari kita analisa
peristiwa ini.
Yang jelas Pak Awang menyantet duitnya pak Iwan !!!!.
Selama ini Pak Iwan selalu mengeluh dan merasa dirugikan oleh Pak Awang yang
pernah berjanji dan memberi harapan kepada dia sebagai pendampingnya,wakil
walikota.Untuk mengamanknan posisi tersebut,paling tidak Pak Iwan harus
mengeluarkan uang sebanyak setengah karung gandum(kurang lebih
Rp400juta).Duit(400jt) sebanyak itu sudah merupakan standar sebagai minyak
pelicin urusan pilkada.Kalau tidak percaya, boleh tanya kepada Pak Hasan Karman
tentang pengalamannya dalam hal ini.Beri kesaksian Pak Hasan!!
Pada akhirnya,Pak Awang tidak memilih pak Iwan sebagai pendampingnya.Tentu
saja pak Iwan merasa dipermainkan.Seperti Pak Iwan ini mau buka mulut melalui
Pontianak Post tentang peristiwa ini.Untuk menutup mulutnya Pak Iwan,maka
peristiwa SANTET itu sebagai tanda peringatan dari Pak Awang untuk Pak
Iwan.Ingat,menyantet orang dapat dituntut secara hukum. Ini kemungkinan pertama
dari drama santet.
Kemungkinan kedua dari drama santet yaitu:
Ini sebuah trap untuk menjebak kubu Pak Hasan Karman.Pak Awang sengaja
menciptakan permusuhan dengan Pak Iwan.Seakan-akan Pak Iwan ini sebagai orang
sakit hati,kemudian dia lari ke kubu Pak Hasan Karman.Jika dikubu Pak Hasan
tidak hati-hati dan menerima dia,ini akan mendatangkan malapetaka.Karena dia
sebagai spy untuk lawan politik Pak Hasan Karman.Saya lihat kemungkinan ini
lebih mendekati tujuan dari Pak Awang soal drama santet itu.Dari segi materi
Pak Iwan itu tidak mengalami kerugian.Tidak mengalami kerugian,tidak mungkin
pak Iwan menyantet pak Awang.Karena bisnisnya Pak Iwan ada deal dengan Pemda
Singkawang.Dari segi logika bisnis kerugian yang sudah dialami oleh pak
Iwan,dia pasti menaikkan harga produknya pada transaksi berikutnya.Kontrak
dengan Pemda Singkawang selama 5 tahun tidak mungkin tidak bisa menutup
kerugian sebesar apa yang dia pernah derita dari duit untuk minyak pelicin itu,
salam,
William Bong
TJ <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Eugen, mau tidak mau, suka tidak suka masalah ras & agama pasti menjadi
isu
yg dibawa pada setiap kampanye pemilu maupun kampanye.
lht aja negara kita ini, brp banyak parpol yg didirikan dgn dasar ras atau
agama?
Salam,
Khiong
----- Original Message -----
From: eugenia wu
To: [email protected]
Sent: Friday, October 19, 2007 8:37 PM
Subject: Re: [Singkawang] Re: Berita heboh, Apakah Benar? (isu santet
terhadap Awang Ishak)
----------cut-----------------
Mengenai pilkada,
saya hanya bisa geleng-geleng dan merasa kecewa kepala thd cara berkampanye
dari bbrp calon.
si A kalau berkampanye selalu bilang : Thai che ka pai sin kai nyin cin chok
ng mo sian fung kau kai nyin, on sian ngai ,ngai he sin theu. (kita orang
kong hu chu ya jangan milih orang kristen, harus milih saya karena sayalah
ketuanya sin (dewa) sori kalo salah menerjemahkan.
Terus selalu bilang : Ah si B mah loi lon kai (Ah si B mah hanya datang
untuk mengacau), dia bukan orang singkawang, dia adalah orang jakarta, he
jiu ma kai si chin ki phuuuu cang ha ceu het luuu (kalau ada apa-apa mah dia
pasti langsung kaburrr) bla bla bla
------------------------cut---------------
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com