Walaupun malam ini inginnya istirahat pagian karena seharian ini sibuk dan cape 
dengan kerjaan, tetapi membaca tulisan Sdr.Rudi  Siapa yang mendapat 
keuntungan? Saya jd tidak rela untuk menyandarkan kepala dibantal, malah mulai 
menari-narikan jari di tuts keyboard, karena sepertinya Ini topik yang bagus 
untuk ditelusuri.

Seandainya Iwan benar telah menyantet Awang, siapa yang ada dibalik kejadian 
ini? Demi siapa? Diri sendiri? Orang yang dia dukung? Siapa yang dia dukung? 

Anehnya lagi, mengapa Awang sebagai walikota dan berpendidikan bisa menganggap 
dia telah disantet? apakah ada bukti? buktinya dimana? kalau begitu boleh dong 
semua cawako bilang saya telah disantet si A or si B tanpa perlu memaparkan 
bukti.

Ada yang bilang, Buat apa Iwan nyantet Awang, dan ngapain santet pakai kirim 
karangan bunga segala, orang kalau santet ya diam-diam saja, kalau kirim 
karangan bunga kan ketahuan deh.
Tetapi ada yang bilang, Orang kalau lebaran ya Silahturahmi aja, sejak kapan 
ada adat kirim karangan bunga? Kalau bukan ada apa-apanya, iya tidak?

Ya itu hanya suara pro dan kontra, kita berhak punya pikiran kita sendiri, kita 
tidak menuduh, kita hanya berdiskusi.

Mengenai pilkada, 
saya hanya bisa geleng-geleng dan merasa kecewa kepala thd cara berkampanye 
dari bbrp calon.
si A kalau berkampanye selalu bilang : Thai che ka pai sin kai nyin cin chok ng 
mo sian fung kau kai nyin, on sian ngai ,ngai he sin theu. (kita orang kong hu 
chu ya jangan milih orang kristen, harus milih saya karena sayalah ketuanya sin 
(dewa) sori kalo salah menerjemahkan.
Terus selalu bilang : Ah si B mah loi lon kai (Ah si B mah hanya datang untuk 
mengacau), dia bukan orang singkawang, dia adalah orang jakarta, he jiu ma kai 
si chin ki phuuuu cang ha ceu het luuu (kalau ada apa-apa mah dia pasti 
langsung kaburrr) bla bla bla

Nah kalau si B : Fa nyin chin chok pong fa nyin (orang thiong hua ya pasti 
memihak orang tiong hua), ini apabila ditelinga orang tiong hua emang terdengar 
merdu dan mengharukan,saya pun jadi ingin meneteskan air mata , tetapi saya 
mendengar sudah ada orang-orang dari etnis lain yang merasa suara ini sangat 
menusuk telinga dan menusuk hati dan sudah mulai memprotes. Ingatlah, tujuan 
kita adalah menghapus diskriminasi, bukan menghapus diskriminasi thd etnis 
tiong hua tetapi menciptakan diskriminasi baru terhadap etnis lain.

Mengapa tidak mencoba berkampanye dengan cara menunjukkan kelebihan diri 
sendiri tanpa menjatuhkan orang lain? 
Jangan hanya memberikan janji-janji muluk : bebas uang sekolah, bebas biaya ini 
dan itu. semua itu tidak akan membantu banyak dan susah untuk dijalankan dalam 
jangka panjang. Yang kita butuhkan adalah perbaikan keadaan ekonomi. Semua 
orang tahu bahwa maju tidaknya suatu daerah ya tergantung keadaan ekonominya. 
Singkawang begitu kaya, manfaatkanlah semaksimal mungkin untuk warganya, kalau 
tidak percaya bahwa singkawang itu kaya, coba deh tanyain Pa'Dhe, Tul ga 
Pa'Dhe???

Saya adalah orang biasa, yang harus membanting tulang diperantauan, saya 
berharap para Bapak-Bapak dan Ibu-Ibu yang mengerti cara memajukan keadaan 
ekonomi singkawang, tolonglah jangan membodohi rakyat kecil dengan janji-janji 
muluk. Kehidupan dan pendidikan Bapak-Bapak dan Ibu-Ibu jauh lebih baik dan 
tinggi dari kami, Apabila tidak ada niat membantu kami ya tidak apa-apa, tetapi 
janganlah membodohi kami lagi...Untuk apa Kedudukan dan Harta? Seperti Sdr.Rudi 
bilang: TAKUTLAH AKAN KARMA....

-
Salam 
Eugenia

---- Original Message ----
From: Rudi Dustika Teja <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Friday, October 19, 2007 4:37:00 PM
Subject: Re: [Singkawang] Re: Berita heboh, Apakah Benar? (isu santet terhadap 
Awang Ishak)

Hehe.. bener juga bro , ada kemungkinan demikian seperti yang Alec utarakan. 
Saya rasa kebenaran isu ini bisa dibuktikan kalau memang mau diusut dengan 
tuntas. 

Menyikapi isu seperti ini rasanya hanya ada 2 kemungkinan.

Kemungkinan pertama : isu yang tidak benar, hanya merupakan intrik politik 
untuk mengundang simpati publik seperti yang Alec utarakan. Lantas pihak mana 
yang mendapatkan keuntungan dari hal ini? 

Kemungkinan kedua : isu yang benar, memang merupakan upaya untuk mencelakakan 
orang. Kalau sampai ada korban,apakah ini hal yang terpuji? pihak mana yang 
akan mendapatkan keuntungan dari hal ini?

Kabarnya berita tersebut sedang "hot" dibicarakan di kampung halaman. Entah 
bagaimana kelanjutannya, tapi akan menarik sih kalau betul-betul ditelusuri 
kebenaran dan akar permasalahannya. 

Lantas, bagaimana cara cari kebenaran dalam hal seperti ini?

Sumpah pocong?




Ah dari pada Santet , mending nonton Sentot di extravaganza kali ye? .
he..he..he..


Salam,

Rudi.



alec_bong <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
memang bangsa kita tidak pernah terlepas dari hal2 berbau mistis, 
wajar2 saja klo ada isu ber "santet" ria ini. klo dari pandangan 
saya, hal ini dilakukan untuk mencari popularitas, dan simpati dari 
audience yang membaca berita tersebut.

btw, George W.Bush tau ga ya, klo di indo punya senjata santet ini? 
wah klo tau gawat dong, ntar di demo kayak proyek nuklir korut lagi. 
heheheh. (OOT : just kidding bro)



 





  
 
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

Kirim email ke